Pakar Ungkap Kebiasaan Baru Pelanggan, yang Mau Jadi Pengusaha Wajib Tahu

Vania Rossa

Senin, 04 Mei 2026 | 22:00 WIB
Pakar Ungkap Kebiasaan Baru Pelanggan, yang Mau Jadi Pengusaha Wajib Tahu
Pakar Customer Experience (CX) Indonesia sekaligus Co-Founder Heracx.ai, Yuliana Agung, MBA. (Dok. Ist)
baca 10 detik
  • Pakar CX Yuliana Agung menyatakan bahwa perusahaan tahun 2026 wajib mengutamakan layanan tanpa hambatan demi memenuhi ekspektasi konsumen.
  • Pelanggan kini semakin selektif dan cenderung berpindah merek jika perusahaan gagal memberikan pengalaman layanan yang cepat serta mudah.
  • Pelaku bisnis harus mengintegrasikan teknologi dan mengukur kualitas layanan melalui standar baru untuk menjamin loyalitas jangka panjang pelanggan.

Suara.com - Banyak pelaku usaha, atau calon pengusaha, masih berpikir bahwa kunci memenangkan hati pelanggan adalah menciptakan pengalaman yang “wow”. Padahal, menurut para pakar, pola ini sudah mulai bergeser. Di 2026, pelanggan justru menginginkan hal yang lebih sederhana: layanan yang mulus, cepat, dan tanpa hambatan.

Perubahan ini mencerminkan naiknya standar ekspektasi konsumen, terutama di era digital yang serba instan. Pengalaman pelanggan atau customer experience (CX) kini bukan lagi pembeda, melainkan sudah menjadi kebutuhan dasar.

Pakar Customer Experience (CX) Indonesia sekaligus Co-Founder Heracx.ai, Yuliana Agung, MBA, menjelaskan bahwa perusahaan harus mengubah cara pandang mereka dalam melayani pelanggan.

“Dulu kita berfokus menciptakan momen ‘WOW’ sebagai pembeda. Namun di tahun 2026, CX adalah sebuah ekspektasi dasar. Target utama perusahaan saat ini harus bergeser dari sekadar memuaskan menjadi zero friction—menghilangkan semua hambatan agar pelanggan mendapatkan pengalaman yang mulus dan tanpa drama,” ujarnya dalam acara CXtraordinary Evening di Jakarta beberapa waktu lalu.

Pelanggan Makin Kritis dan Nggak Loyal

Data terbaru menunjukkan bahwa pelanggan kini semakin selektif. Sebanyak 90% konsumen bahkan bersedia membayar lebih untuk mendapatkan pengalaman layanan yang lebih baik—naik dari 85% pada periode sebelumnya.

Namun di sisi lain, risiko kehilangan pelanggan juga semakin tinggi. Sekitar 95% konsumen tidak ragu untuk berpindah ke merek lain setelah mengalami pengalaman buruk. Artinya, satu kesalahan kecil dalam layanan bisa berdampak besar pada loyalitas.

Tak hanya itu, ekspektasi terhadap respons juga makin tinggi. Setidaknya separuh pelanggan berharap keluhan mereka ditangani maksimal dalam waktu satu minggu—bahkan lebih cepat di beberapa industri.

Apa yang Harus Diubah oleh Pengusaha?

baca juga

Menurut Yuliana, ada beberapa perubahan pola pikir yang perlu segera diadopsi pelaku bisnis. Salah satunya adalah fokus pada keseluruhan perjalanan pelanggan (customer journey), bukan hanya di titik transaksi.

Selain itu, empati juga harus bisa diterapkan dalam skala besar, bukan sekadar pendekatan personal. Pengalaman yang diharapkan pelanggan saat ini adalah yang terasa ringan, tidak berbelit, dan minim usaha (effortless experience).

Pelaku usaha juga perlu lebih jeli dalam mengidentifikasi pain points atau titik masalah yang sering dialami pelanggan. Di saat yang sama, teknologi seperti AI mulai memainkan peran penting dalam menjaga keterlibatan (engagement) pelanggan secara konsisten.

Standar Baru dalam Menilai Layanan

Seiring perubahan ini, muncul juga pendekatan baru dalam mengukur kualitas layanan pelanggan. Penilaian tidak lagi hanya berdasarkan kepuasan, tetapi juga mencakup keterlibatan emosional, konsistensi layanan, hingga pengalaman digital.

Dalam konteks ini, diperkenalkan integrasi tiga indeks utama—ESEI, CCSEI, dan DIGICCXI—yang menjadi tolok ukur baru dalam menilai keberhasilan customer experience. Standar ini mendorong perusahaan untuk tidak hanya fokus pada transaksi, tetapi juga membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap perusahaan yang berhasil menerapkan standar tersebut, turut diperkenalkan penghargaan khusus bagi brand dengan performa CX terbaik di berbagai dimensi.

Perubahan perilaku pelanggan ini jadi sinyal kuat bagi pelaku usaha: di tengah persaingan yang semakin ketat, pengalaman yang sederhana, cepat, dan tanpa hambatan justru bisa menjadi kunci utama untuk mempertahankan loyalitas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KPK Endus Setoran Bos-bos Rokok ke Bea Cukai, Modus Urus Pita Cukai Terbongkar?

KPK Endus Setoran Bos-bos Rokok ke Bea Cukai, Modus Urus Pita Cukai Terbongkar?

News | Rabu, 29 April 2026 | 14:17 WIB

Pakar UGM Nilai Pemindahan Gerbong Wanita Tak Sentuh Akar Masalah

Pakar UGM Nilai Pemindahan Gerbong Wanita Tak Sentuh Akar Masalah

News | Rabu, 29 April 2026 | 11:57 WIB

Cak Imin Soroti Mitra MBG yang Flexing di Medsos: Euforia Pengusaha Baru

Cak Imin Soroti Mitra MBG yang Flexing di Medsos: Euforia Pengusaha Baru

News | Kamis, 16 April 2026 | 14:07 WIB

Terkini

6 Zodiak Paling Santai dan Anti Drama yang Tak Mau Ikut Campur Urusan Orang Lain

6 Zodiak Paling Santai dan Anti Drama yang Tak Mau Ikut Campur Urusan Orang Lain

Lifestyle | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 13:32 WIB

Fenomena Downgrade Lifestyle: Saat Anak Muda Berani Lepas Gengsi

Fenomena Downgrade Lifestyle: Saat Anak Muda Berani Lepas Gengsi

Your Say | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 13:20 WIB

Gibran Benar-benar Ditinggal Sendirian di Tengah Upaya Pemakzulan

Gibran Benar-benar Ditinggal Sendirian di Tengah Upaya Pemakzulan

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 13:16 WIB

Ciri-ciri Oksidasi Cushion, Ini Tips Memilih Shade dan Cara agar Makeup Tetap Fresh

Ciri-ciri Oksidasi Cushion, Ini Tips Memilih Shade dan Cara agar Makeup Tetap Fresh

Lifestyle | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 13:15 WIB

Berapa Biaya Laser Flek Hitam di Klinik Kecantikan dan Ketahanannya?

Berapa Biaya Laser Flek Hitam di Klinik Kecantikan dan Ketahanannya?

Lifestyle | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 13:15 WIB

Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 Buka Peluang Kerja Musiman bagi Warga Lombok

Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 Buka Peluang Kerja Musiman bagi Warga Lombok

Bisnis | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 13:06 WIB

Pertamina Dukung Bank Sampah Desa Kuta, Pengelolaan Sampah Kawasan Wisata Mandalika Lebih Optimal

Pertamina Dukung Bank Sampah Desa Kuta, Pengelolaan Sampah Kawasan Wisata Mandalika Lebih Optimal

Bisnis | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 13:05 WIB

Sukses Bawa Indonesia Juara, Calvin Verdonk Siap Tampil Laga Lille vs Le Havre

Sukses Bawa Indonesia Juara, Calvin Verdonk Siap Tampil Laga Lille vs Le Havre

Bola | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 13:05 WIB

Hitung Biaya Operasional Mobil Listrik vs Bensin Mana Lebih Hemat

Hitung Biaya Operasional Mobil Listrik vs Bensin Mana Lebih Hemat

Otomotif | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 13:05 WIB

Mahfud MD: Dicari Sampai Mati, Tak Ada Ijazah Gibran

Mahfud MD: Dicari Sampai Mati, Tak Ada Ijazah Gibran

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 13:04 WIB

×