Apa Itu Hantavirus? Virus Mematikan yang Renggut Nyawa Penumpang Kapal Pesiar

Agatha Vidya Nariswari, Gagah Radhitya Widiaseno

Selasa, 05 Mei 2026 | 08:13 WIB
Apa Itu Hantavirus? Virus Mematikan yang Renggut Nyawa Penumpang Kapal Pesiar
Ilustrasi kapal pesiar (Freepik)
baca 10 detik
  • WHO selidiki tiga orang yang meninggal dunia akibat wabah Hantavirus di kapal pesiar.
  • Hantavirus menular lewat partikel udara dari kotoran tikus, memicu gangguan paru dan ginjal. 
  • Belum ada obat pasti, namun rajin cuci tangan dan basmi tikus efektif mencegahnya. 

Suara.com - Dunia kembali waspada setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan tiga orang meninggal dunia akibat wabah Hantavirus di sebuah kapal pesiar. Ancaman virus dari hewan pengerat ini memicu kepanikan baru yang mengingatkan kita pada masa kelam pandemi COVID-19.

Wabah maut ini menyerang penumpang kapal pesiar MV Hondius yang sedang berlayar dari Argentina menuju Tanjung Verde. Peristiwa ini mematahkan anggapan lama bahwa penyakit zoonosis hanya menyebar di permukiman padat atau area kumuh.

Berdasarkan laporan terkini dari DutchNews.nl, satu kasus telah resmi dikonfirmasi positif oleh tim medis. Sementara itu, lima kasus dugaan lainnya masih berada dalam pengawasan ketat pihak otoritas kesehatan internasional.

Misteri Wabah di Tengah Samudra

Pihak WHO langsung merespons cepat rentetan tragedi mematikan di MV Hondius tersebut. Mereka mengatakan bahwa "penyelidikan terperinci" terhadap dugaan kasus hantavirus tersebut "sedang berlangsung, termasuk pengujian laboratorium lanjutan".

Lalu, apa sebenarnya penyakit langka ini? Dilansir dari AloDokter, Hantavirus adalah kelompok patogen yang dibawa dan disebarkan secara eksklusif oleh tikus atau hewan pengerat lainnya.

Penyakit ini tidak menular antarmanusia seperti virus corona yang memicu pandemi. Penularan infeksi utamanya terjadi melalui partikel udara yang berasal dari feses, urine, atau air liur hewan pengerat yang sudah mengering.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menegaskan bahwa menghirup udara beracun ini adalah jalur infeksi paling utama. Walau sangat jarang terjadi, gigitan atau cakaran tikus juga bisa menjadi media penularan ke manusia.

Dua Wajah Gejala yang Mematikan

baca juga

Penyakit zoonosis ini sangat ditakuti karena langsung menyerang organ vital penderitanya. Tingkat kematian akibat sindrom paru hantavirus (HPS) bahkan tercatat bisa menyentuh angka 40 persen.

Sementara itu, angka kematian pada kasus demam berdarah dengan sindrom ginjal (HFRS) berkisar antara 5 hingga 15 persen. Gejalanya baru akan muncul perlahan sekitar satu hingga delapan minggu setelah penderita terpapar.

Pada tahap awal, penderita HPS akan merasakan demam, meriang, sakit kepala, mual, hingga diare. Jika dibiarkan selama beberapa minggu, keluhan berkembang menjadi sesak napas, detak jantung berdebar cepat, hingga nyeri dada hebat.

Di sisi lain, HFRS memiliki gejala awal berupa sakit punggung berat, pandangan tiba-tiba kabur, dan kemerahan di wajah. Pada fase akut yang mematikan, penderita bisa mengalami tekanan darah rendah, gagal ginjal, hingga kebocoran plasma.

Diagnosis dan Perawatan Intensif

Ilustrasi hantavirus (shutterstock)
Ilustrasi hantavirus (shutterstock)

Diagnosis penyakit ini menuntut ketelitian ekstra dari dokter lewat pemeriksaan fisik menyeluruh. Tenaga medis biasanya melakukan tes darah, tes urine, hingga pemindaian rontgen dada untuk mendeteksi edema paru.

Pemeriksaan laboratorium penunjang seperti tes serologi dan PCR juga wajib dilakukan. Tujuannya murni untuk mendeteksi langsung keberadaan antigen patogen tersebut di dalam aliran darah pasien.

Sayangnya, hingga detik ini belum ada pengobatan medis yang benar-benar efektif menumpas infeksi tersebut. Pengobatan di unit perawatan intensif rumah sakit hanya difokuskan untuk meringankan gejala dan mencegah komplikasi fatal.

Pasien HPS berat biasanya sangat membutuhkan bantuan oksigen tambahan lewat mesin ventilator. Pada kondisi kritis, dokter bahkan harus memasang alat ECMO guna menggantikan fungsi paru yang telah rusak parah.

Cara Jitu Tangkal Ancaman Tikus

Karena vaksinnya belum tersedia di pasaran, pencegahan mandiri adalah senjata utama kita. Langkah paling dasar namun ampuh adalah membiasakan diri rajin mencuci tangan memakai air mengalir dan sabun.

Anda juga wajib menjaga kebersihan bahan makanan dan membasmi tuntas peredaran tikus di lingkungan rumah. Segera tutup semua celah akses masuk hewan pengerat ini dan pasang perangkap secara strategis.

Pastikan Anda rajin membersihkan area gelap tempat tikus bersarang menggunakan cairan disinfektan. Selalu hindari kontak langsung dengan kotoran tikus, dan gunakan alat pelindung diri jika pekerjaan Anda memang berisiko tinggi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa Itu Hantavirus? Virus Langka yang Tewaskan 3 Orang di Kapal Pesiar

Apa Itu Hantavirus? Virus Langka yang Tewaskan 3 Orang di Kapal Pesiar

News | Senin, 04 Mei 2026 | 13:44 WIB

Wabah Hantavirus Serang Kapal Pesiar MV Hondius di Atlantik, 3 Penumpang Dilaporkan Tewas

Wabah Hantavirus Serang Kapal Pesiar MV Hondius di Atlantik, 3 Penumpang Dilaporkan Tewas

News | Senin, 04 Mei 2026 | 12:59 WIB

Kerap Disepelekan! Satgas IDAI Ingatkan Wabah Influenza Pernah Sebabkan 100 Juta Kematian

Kerap Disepelekan! Satgas IDAI Ingatkan Wabah Influenza Pernah Sebabkan 100 Juta Kematian

Lifestyle | Rabu, 29 April 2026 | 20:35 WIB

Terkini

Pengamat Soroti Manuver Politik di Balik Kasus Eks Jampidsus

Pengamat Soroti Manuver Politik di Balik Kasus Eks Jampidsus

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol

Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:40 WIB

Simalungun Diguncang Gempa M 6,4: Getaran Terasa hingga Kabanjahe

Simalungun Diguncang Gempa M 6,4: Getaran Terasa hingga Kabanjahe

Sumut | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:29 WIB

Update Gempa NTT: 47 Nyawa Melayang, Ratusan Ton Bantuan Presiden Prabowo Mulai Dikirim

Update Gempa NTT: 47 Nyawa Melayang, Ratusan Ton Bantuan Presiden Prabowo Mulai Dikirim

Bali | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:22 WIB

3 Wisatawan Asing Jadi Korban Gempa NTT, Tertimpa Reruntuhan Hotel

3 Wisatawan Asing Jadi Korban Gempa NTT, Tertimpa Reruntuhan Hotel

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:20 WIB

Gempat M 7,7 Tak Surutkan Pesona Labuan Bajo: Wisatawan Aman, Kapal Kembali Melaut

Gempat M 7,7 Tak Surutkan Pesona Labuan Bajo: Wisatawan Aman, Kapal Kembali Melaut

Bali | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:07 WIB

6000 Pelari Ramaikan Titan Run 2026, Jarak 17,8 Km Berbuah Rekor MURI

6000 Pelari Ramaikan Titan Run 2026, Jarak 17,8 Km Berbuah Rekor MURI

Sport | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:03 WIB

Tak Hanya Mobil Konvensional, BRI KKB Expo 2026 Juga Dukung Pembiayaan Kendaraan Listrik

Tak Hanya Mobil Konvensional, BRI KKB Expo 2026 Juga Dukung Pembiayaan Kendaraan Listrik

Bali | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:02 WIB

Gempa NTT, Badan Geologi Minta Waspada Bahaya Susulan

Gempa NTT, Badan Geologi Minta Waspada Bahaya Susulan

Bali | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:01 WIB

Konsep Lakeside Living Makin Diminati, Ini Tips Memilih Hunian di Tepi Danau

Konsep Lakeside Living Makin Diminati, Ini Tips Memilih Hunian di Tepi Danau

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:00 WIB

×