Komunitas Bermain: Ruang Sederhana di Tengah Kota yang Mengembalikan Masa Kecil Saya

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:10 WIB
Komunitas Bermain: Ruang Sederhana di Tengah Kota yang Mengembalikan Masa Kecil Saya
Potret Peserta Komunitas Bermain (Instagram/@komunitasbermain)

Suara.com - Sore itu, saya memilih cara berbeda untuk menghabiskan akhir pekan di Jakarta. Bukan berburu kafe atau menatap layar ponsel, melainkan kembali ke pengalaman yang lama terasa jauh: bermain permainan tradisional.

Di tengah hiruk-pikuk ibu kota, langkah saya menuju Parkir Timur Gelora Bung Karno (GBK). Kawasan ini tetap ramai oleh suara kendaraan dan aktivitas warga. Namun di satu sudut lapangan, suasananya terasa kontras.

Sekelompok anak muda berkumpul, berdiri melingkar, tertawa, dan saling berinteraksi tanpa distraksi gawai. Tidak ada layar yang menyala, hanya permainan sederhana yang dulu akrab di masa kecil.

Pemandangan ini terasa berbeda di tengah ritme kota yang serba cepat dan digital. Saat banyak orang menghabiskan waktu luang dengan media sosial, mereka justru menghidupkan kembali permainan tradisional yang mulai jarang ditemui.

Saya berhenti sejenak mengamati. Permainan itu bukan hal baru, tetapi kini terasa asing, seolah menjadi bagian dari masa lalu, bukan lagi keseharian. Namun di ruang itu, jarak tersebut seperti hilang. Tawa terdengar spontan, interaksi berlangsung tanpa perantara, dan suasananya terasa lebih cair.

Mereka adalah bagian dari Komunitas Bermain, inisiatif yang berupaya menghidupkan kembali permainan tradisional di tengah dominasi budaya digital. Melalui kegiatan rutin di ruang terbuka, komunitas ini mengajak anak muda kembali merasakan pengalaman bermain secara langsung.

Sebelum permainan dimulai, ada ritual sederhana: absen dan perkenalan. Saya datang bersama dua teman, tetapi suasana yang hangat membuat batas antarorang cepat mencair. Tidak ada kesan eksklusif; pendatang baru langsung disambut sebagai bagian dari kelompok. Setelah itu, dilakukan pemanasan singkat sebagai pembuka sebelum permainan dimulai.

Berawal dari Lompat Karet di Sudut GBK

Potret Permainan Lompat Karet yang dimainkan di Komunitas Bermain(Dok.pribadi/Natasha Suhendra)
Potret Permainan Lompat Karet yang dimainkan di Komunitas Bermain(Dok.pribadi/Natasha Suhendra)

Di sela waktu menunggu, saya berbincang dengan Daffa Iqbal, Co-Founder Komunitas Bermain. Ia menceritakan, komunitas ini lahir dari hal sederhana: kerinduan terhadap permainan masa kecil.

Menurut Iqbal, ide awal datang dari salah satu founder, Kiko, yang ingin bernostalgia dengan lompat karet. Aktivitas itu awalnya dilakukan spontan di Gate A GBK, tanpa rencana membentuk komunitas.

Namun, respons publik di luar dugaan. Banyak orang yang melintas berhenti, menonton, lalu ikut bergabung. “Tanpa sengaja orang-orang ikut gitu untuk coba. Sampai akhirnya yang ikut itu semakin lama semakin banyak,” kenang Iqbal.

Fenomena ini terjadi berulang. Orang-orang yang awalnya tidak saling mengenal tiba-tiba menyapa dan bertanya, “Eh, boleh ikut?” Ajakan terbuka pun menjadi ciri khas. “Ayo, ikut aja,” ujar Iqbal menirukan.

Dari interaksi spontan tersebut, jumlah peserta terus bertambah. Aktivitas ini kemudian menyebar di media sosial seperti TikTok, Twitter, dan Instagram, memicu nostalgia kolektif banyak orang terhadap permainan tradisional.

Melihat respons tersebut, para inisiator memutuskan membentuk komunitas secara resmi. Nama awal sempat merujuk pada permainan karet, namun kemudian diubah menjadi Komunitas Bermain agar lebih inklusif dan tidak terbatas pada satu jenis permainan.

“Orang itu gak semuanya bisa main karet dan kadang tuh orang tuh bosen main karet doang,” jelas Iqbal.

Kini, permainan yang dilakukan pun beragam, mulai dari gobak sodor hingga ular naga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mauricio Souza Siapkan Strategi Khusus Hadapi Persib, Persija Bidik Kemenangan di GBK

Mauricio Souza Siapkan Strategi Khusus Hadapi Persib, Persija Bidik Kemenangan di GBK

Bola | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:04 WIB

BPS: Angka Pengangguran di Jakarta Capai 334 Ribu

BPS: Angka Pengangguran di Jakarta Capai 334 Ribu

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 17:38 WIB

Shayne Pattynama Kritik Taktik Persija Jelang Hadapi Persib Bandung

Shayne Pattynama Kritik Taktik Persija Jelang Hadapi Persib Bandung

Bola | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:05 WIB

Terkini

Wishlist Menumpuk? Saatnya Checkout Produk Kecantikan hingga Kesehatan di Sini: Diskon hingga 70%!

Wishlist Menumpuk? Saatnya Checkout Produk Kecantikan hingga Kesehatan di Sini: Diskon hingga 70%!

Lifestyle | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:44 WIB

Dari Sejak Dini, Aksi Kecil Anak-Anak Menanam Bibit Tanaman Bisa Jadi Harapan Besar bagi Bumi

Dari Sejak Dini, Aksi Kecil Anak-Anak Menanam Bibit Tanaman Bisa Jadi Harapan Besar bagi Bumi

Lifestyle | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:33 WIB

Anak Alami Dampak Iklim, Bagaimana Gim Interaktif Ini Jadi Solusi Kesenjangan Edukasi?

Anak Alami Dampak Iklim, Bagaimana Gim Interaktif Ini Jadi Solusi Kesenjangan Edukasi?

Lifestyle | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05 WIB

77 Persen Perusahaan Sulit Cari Talenta, Mengapa Pendidikan Belum Selaras dengan Dunia Kerja?

77 Persen Perusahaan Sulit Cari Talenta, Mengapa Pendidikan Belum Selaras dengan Dunia Kerja?

Lifestyle | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05 WIB

Terpopuler: Anggaran Sepatu Sekolah Rakyat Rp27 M Viral, 7 Parfum Lokal Wangi Kayak Habis Mandi

Terpopuler: Anggaran Sepatu Sekolah Rakyat Rp27 M Viral, 7 Parfum Lokal Wangi Kayak Habis Mandi

Lifestyle | Rabu, 06 Mei 2026 | 06:50 WIB

6 Zodiak yang Punya Daya Tarik Alami, Bikin Semua Mata Tertuju Padanya

6 Zodiak yang Punya Daya Tarik Alami, Bikin Semua Mata Tertuju Padanya

Lifestyle | Rabu, 06 Mei 2026 | 06:40 WIB

Skincare Wajib Pagi Hari Apa Saja? Ini Urutan yang Benar dan Efektif

Skincare Wajib Pagi Hari Apa Saja? Ini Urutan yang Benar dan Efektif

Lifestyle | Rabu, 06 Mei 2026 | 06:37 WIB

5 Sepatu Running Lokal Rp200 Ribuan Terbaik, Kualitas Juara Bukan Barang Abal-abal

5 Sepatu Running Lokal Rp200 Ribuan Terbaik, Kualitas Juara Bukan Barang Abal-abal

Lifestyle | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:00 WIB

4 Rekomendasi Bedak Padat Translucent yang Ringan dan Bikin Makeup Flawless

4 Rekomendasi Bedak Padat Translucent yang Ringan dan Bikin Makeup Flawless

Lifestyle | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:15 WIB

4 Zodiak Paling Beruntung 6 Mei 2026: Siap-siap Uang Bertambah dan Cinta Bersemi

4 Zodiak Paling Beruntung 6 Mei 2026: Siap-siap Uang Bertambah dan Cinta Bersemi

Lifestyle | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:10 WIB