Komunitas Bermain: Ruang Sederhana di Tengah Kota yang Mengembalikan Masa Kecil Saya

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:10 WIB
Komunitas Bermain: Ruang Sederhana di Tengah Kota yang Mengembalikan Masa Kecil Saya
Potret Peserta Komunitas Bermain (Instagram/@komunitasbermain)

Melawan Dominasi Gawai dengan Interaksi Nyata

Potret Permainan Suit Monopoli yang dimainkan di Komunitas Bermain (Dok.pribadi/Natasha Suhendra)
Potret Permainan Suit Monopoli yang dimainkan di Komunitas Bermain (Dok.pribadi/Natasha Suhendra)

Di tengah maraknya online gaming yang mendominasi perhatian generasi muda, Komunitas Bermain menawarkan alternatif: pengalaman sosial yang nyata.

Iqbal menekankan bahwa inti dari komunitas ini bukan sekadar permainan, tetapi interaksi. “Apalagi yang kita bangun tuh lebih ke pengalaman sama momennya gitu. Gimana caranya kita bisa ketawa bareng, seneng-seneng bareng,” ujarnya.

Permainan tradisional menjadi medium untuk membangun kembali interaksi yang selama ini kerap tereduksi oleh penggunaan gawai. Tanpa layar, komunikasi terjadi secara langsung, spontan, dan tanpa jarak.

Bagi sebagian peserta, pengalaman ini menjadi sesuatu yang jarang ditemui dalam keseharian. Di tengah rutinitas dan tekanan kota, ruang seperti ini menjadi tempat untuk melepas beban sekaligus membangun koneksi baru.

Komunitas ini juga berkembang pesat. Dari aktivitas kecil di Jakarta, kini telah muncul cabang di berbagai kota seperti Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya. Menariknya, ekspansi ini didorong oleh inisiatif peserta yang ingin menghadirkan pengalaman serupa di daerah mereka.

“Kita tuh selalu menyampaikan kalau komunitas bermain itu untuk siapapun, untuk usia berapapun, untuk rasa apapun, untuk gender apapun,” kata Iqbal.

Nilai inklusivitas ini dijaga melalui aturan yang diterapkan di setiap cabang, meskipun tantangan sosial di beberapa daerah masih ada.

Ruang Baru untuk Terhubung di Tengah Kota

Potret Kegiatan Villa Retreat Komunitas Bermain (Instagram/@komunitasbermain)
Potret Kegiatan Villa Retreat Komunitas Bermain (Instagram/@komunitasbermain)

Setelah berbincang, saya memutuskan ikut bermain. Dalam sekejap, peran sebagai pengamat berganti menjadi peserta. Saya mencoba berbagai permainan seperti suit monopoli, bulan-bulanan, hingga lompat karet.

Sensasi yang muncul terasa berbeda. Tawa yang tercipta spontan, interaksi yang hangat, dan suasana yang cair membuat pengalaman ini terasa lebih hidup dibandingkan interaksi virtual.

baca juga

Suci, salah satu peserta yang baru pertama kali datang, mengaku tertarik setelah melihat konten viral di TikTok. “Seru banget, kayak mengenang masa kecil,” ujarnya. Ia juga menyoroti keramahan komunitas. “Orang-orangnya ramah-ramah.”

Pengalaman serupa dirasakan Amel, yang awalnya datang sendiri. “Awalnya deg-degan juga karena aku dateng sendiri, aku gak kenal siapa-siapa,” katanya. Namun rasa canggung itu hilang setelah mulai berinteraksi.

Bagi Tia, peserta lainnya, komunitas ini menjadi ruang untuk memperluas relasi. Ia melihat Komunitas Bermain sebagai tempat bertemu orang baru di tengah kehidupan kota yang cenderung individual.

Fenomena ini mencerminkan kebutuhan anak muda urban akan ruang interaksi yang lebih autentik. Terutama bagi perantau, komunitas seperti ini menjadi tempat untuk merasa terhubung tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

“Cukup bawa diri tuh udah bisa ketemu temen baru,” kata Iqbal.

Kegiatan ini rutin diadakan setiap Jumat malam di Parkir Timur GBK. Ruang terbuka yang sederhana itu perlahan berubah menjadi titik temu bagi mereka yang mencari sesuatu yang sering hilang di kota besar: tawa yang jujur dan interaksi yang nyata.

Di tengah laju teknologi yang semakin cepat, pengalaman ini menjadi pengingat bahwa kebutuhan untuk terhubung secara langsung tetap tidak tergantikan.

Di ruang ini, setiap orang datang dengan kesempatan yang sama untuk berinteraksi. Kegiatannya rutin digelar setiap Jumat malam di Parkir Timur GBK, memanfaatkan ruang terbuka kota sebagai titik temu.

Seiring waktu, tempat ini menjadi salah satu alternatif bagi warga, khususnya anak muda, yang mencari interaksi langsung di tengah rutinitas urban yang serba cepat. Informasi kegiatan dapat diakses melalui Instagram @komunitasbermain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mauricio Souza Siapkan Strategi Khusus Hadapi Persib, Persija Bidik Kemenangan di GBK

Mauricio Souza Siapkan Strategi Khusus Hadapi Persib, Persija Bidik Kemenangan di GBK

Bola | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:04 WIB

BPS: Angka Pengangguran di Jakarta Capai 334 Ribu

BPS: Angka Pengangguran di Jakarta Capai 334 Ribu

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 17:38 WIB

Shayne Pattynama Kritik Taktik Persija Jelang Hadapi Persib Bandung

Shayne Pattynama Kritik Taktik Persija Jelang Hadapi Persib Bandung

Bola | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:05 WIB

Terkini

5 Foundation Stick 'Dupe' Dior yang Bikin Wajah Auto Mulus, Harga Mulai Rp40 Ribuan

5 Foundation Stick 'Dupe' Dior yang Bikin Wajah Auto Mulus, Harga Mulai Rp40 Ribuan

Lifestyle | Sabtu, 20 Juni 2026 | 20:06 WIB

5 Weton Paling Ditakuti Makhluk Halus Menurut Primbon Jawa

5 Weton Paling Ditakuti Makhluk Halus Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Sabtu, 20 Juni 2026 | 20:03 WIB

8 Hal yang Harus Dipersiapkan saat Pemadaman Listrik Bergilir

8 Hal yang Harus Dipersiapkan saat Pemadaman Listrik Bergilir

Lifestyle | Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:54 WIB

Hari Susu Sedunia 2026: Kebiasaan Kecil Minum Susu yang Bisa Berdampak Besar bagi Kesehatan

Hari Susu Sedunia 2026: Kebiasaan Kecil Minum Susu yang Bisa Berdampak Besar bagi Kesehatan

Lifestyle | Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:33 WIB

Keliling Jakarta Tanpa Takut Sinar UV, Menemukan Cerita di Setiap Sudut Kota

Keliling Jakarta Tanpa Takut Sinar UV, Menemukan Cerita di Setiap Sudut Kota

Lifestyle | Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:25 WIB

Silsilah Keluarga Roy Suryo, Keturunan Keraton Mana?

Silsilah Keluarga Roy Suryo, Keturunan Keraton Mana?

Lifestyle | Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:15 WIB

Bukan Sekadar Game, eSports Jadi Pintu Masuk Literasi Finansial dan Transformasi Digital

Bukan Sekadar Game, eSports Jadi Pintu Masuk Literasi Finansial dan Transformasi Digital

Lifestyle | Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:05 WIB

5 Moisturizer Anak untuk Mencerahkan Kulit Wajah yang Kusam dan Sensitif

5 Moisturizer Anak untuk Mencerahkan Kulit Wajah yang Kusam dan Sensitif

Lifestyle | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:45 WIB

5 Rekomendasi Sabun Cuci Muka untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat

5 Rekomendasi Sabun Cuci Muka untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat

Lifestyle | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:15 WIB

3 Shio yang Beruntung Selama 22-28 Juni 2026, Rezeki Datang Bertubi-tubi

3 Shio yang Beruntung Selama 22-28 Juni 2026, Rezeki Datang Bertubi-tubi

Lifestyle | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:05 WIB