Mengenal Weekend Warrior, Tren Olahraga Intens di Akhir Pekan yang Bisa Picu Cedera

Husna Rahmayunita, Dini Afrianti Efendi

Minggu, 10 Mei 2026 | 15:00 WIB
Mengenal Weekend Warrior, Tren Olahraga  Intens di Akhir Pekan yang Bisa Picu Cedera
Ilustrasi bermain padel, weekend warrior. (Freepik/freepik)
baca 10 detik
  • Fenomena weekend warrior tingkatkan risiko cedera otot dan gangguan sendi pekerja.

  • Dr. Veranika Darmidy sarankan teknologi radiofrekuensi 448 kHz untuk pemulihan jaringan.

  • WHO rekomendasikan konsistensi aktivitas fisik 150 menit per minggu cegah cedera.

Suara.com - Sibuk bekerja dari Senin hingga Jumat membuat para pekerja melakukan olahraga intens di akhir pekan seperti gym, lari jarak jauh, hiking, hingga padel berjam-jam. Fenomena ini disebut weekend warrior yang ternyata dapat meningkatkan risiko cedera otot hingga gangguan sendi.

Penelitian yang dipublikasikan BMC Public Health 2025 mengungkapkan jika dilihat dari kacamata kesehatan, tren weekend warrior dibanding tidak berolahraga, sama sekali terbukti mampu menurunkan risiko kematian akibat kanker hingga penyakit jantung.

Namun, para ahli mengingatkan ada catatan penting di balik tren tersebut, yakni tubuh tetap membutuhkan adaptasi dan recovery. Apalagi saat tubuh tidak punya waktu beradaptasi, olahraga intens mendadak saat weekend bisa meningkatkan risiko cedera.

Seiring tren weekend warrior yang kian digandrungi anak muda, Kepala Klinik Utama MOTIVA dr. Veranika Darmidy, Sp.KO, SubSp.ALK (K) meyakini penanganan cedera dan pemulihan tubuh kini sudah menjadi kebutuhan krusial.

Apalagi teknologi penanganan cedera dan pemulihan tubuh kini semakin canggih. Salah satunya dengan memanfaatkan teknologi radiofrekuensi 448 kHz yang diyakini mampu merangsang proses pertumbuhan jaringan baru (regenerasi) dari dalam tubuh.

Teknologi yang terkandung dalam INDIBA Activ ini membantu meningkatkan sirkulasi darah, mengurangi inflamasi, meredakan nyeri, serta mempercepat proses penyembuhan alami jaringan tubuh. Dengan demikian, cedera atau gangguan sendi usai berolahraga dapat pulih lebih cepat.

“Teknologi baru dan modern dapat memperkuat komitmen kami untuk memberikan layanan terapi yang optimal dan efektif, sehingga pasien mendapatkan manfaat maksimal dalam proses pemulihan mereka,” ungkap dr. Veranika dalam keterangan yang diterima Suara.com, Minggu (10/5/2026).

Masalah cedera olahraga sangat dekat dengan masyarakat urban, khususnya pekerja yang duduk berjam-jam di depan laptop sepanjang minggu, minim peregangan, lalu mendadak melakukan olahraga intens di akhir pekan demi menjaga kebugaran atau mengejar target tubuh ideal.

Akibatnya, tubuh yang kurang adaptif menjadi lebih rentan mengalami inflamasi, spasme otot, hingga cedera berulang.

baca juga

Situs Mayo Clinic menyebut fenomena ini dengan istilah weekend warrior athlete. Di Indonesia, ajang kompetisi lari, padel, hingga hiking di akhir pekan termasuk olahraga rekreasional yang terus meningkat setelah pandemi.

Masyarakat kini semakin sadar pentingnya kesehatan preventif dan kualitas hidup. Sayangnya, kesadaran soal recovery tubuh sering kali masih rendah.

Padahal menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), aktivitas fisik ideal tidak hanya soal intensitas olahraga, tetapi juga konsistensi, pemulihan tubuh, dan pengurangan sedentary lifestyle atau terlalu lama duduk.

WHO merekomendasikan orang dewasa melakukan aktivitas fisik sedang minimal 150 menit per minggu disertai latihan penguatan otot secara bertahap untuk mengurangi risiko penyakit kronis dan cedera muskuloskeletal.

Dalam terapi penanganan cedera, teknologi radiofrekuensi yang menghasilkan panas melalui INDIBA Activ ini menggunakan dua mode terapi utama, yaitu kapasitif dan resistif. Kapasitif berarti energi radiasi berinteraksi dengan jaringan lunak, sedangkan mode resistif lebih banyak berinteraksi dengan jaringan keras.

“Kapasitif dan resistif memungkinkan penanganan efektif pada berbagai jenis jaringan tubuh, mulai dari jaringan lunak seperti otot hingga jaringan padat seperti tendon, ligamen, dan sendi,” jelas dr. Veranika.

Menurut dr. Veranika, penanganan cedera yang optimal juga penting untuk mencegah cedera berulang. Hal ini menjadi relevan di tengah tren olahraga intens yang kini semakin populer di kalangan masyarakat urban.

Selain itu, terapi pemulihan modern juga mulai diminati karena menawarkan kenyamanan lebih dibanding metode konvensional. Ditambah, terapi pemulihan cedera ini bersifat non-invasif, minim rasa sakit, dan diyakini lebih efisien.

Fenomena weekend warrior sendiri memperlihatkan perubahan gaya hidup masyarakat modern. Di satu sisi, kesadaran olahraga meningkat. Namun di sisi lain, ritme hidup yang sibuk membuat banyak orang “menumpuk” aktivitas fisik hanya di akhir pekan.

Para ahli menilai pola ini tetap lebih baik dibanding tidak bergerak sama sekali. Namun tanpa manajemen latihan, pemanasan, dan recovery yang baik, olahraga akhir pekan juga bisa berubah menjadi bumerang bagi tubuh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Selain Adidas dan Nike, Ini 14 Merek Sepatu Olahraga yang Nyaman dan Lagi Populer

Selain Adidas dan Nike, Ini 14 Merek Sepatu Olahraga yang Nyaman dan Lagi Populer

Lifestyle | Sabtu, 09 Mei 2026 | 19:22 WIB

5 Tas Gym Pria Paling Praktis untuk Bawa Perlengkapan Olahraga

5 Tas Gym Pria Paling Praktis untuk Bawa Perlengkapan Olahraga

Your Say | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:15 WIB

5 Rekomendasi Sepeda Wimcycle Termurah untuk Dewasa, Solusi Olahraga Hemat

5 Rekomendasi Sepeda Wimcycle Termurah untuk Dewasa, Solusi Olahraga Hemat

Lifestyle | Jum'at, 01 Mei 2026 | 12:02 WIB

Terkini

Ada Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Lagi Murah Jadi Rp2.597.000/Gram

Ada Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Lagi Murah Jadi Rp2.597.000/Gram

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 09:48 WIB

Apa Itu Diplomasi Panda Xi Jinping dan Donald Trump?

Apa Itu Diplomasi Panda Xi Jinping dan Donald Trump?

News | Senin, 28 September 2026 | 09:44 WIB

Rupiah Semakin Anjlok Pagi Hari Ini ke Level Rp17.964

Rupiah Semakin Anjlok Pagi Hari Ini ke Level Rp17.964

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 09:44 WIB

Pertamax Turbo Mulai Menyasar Motor Premium, Ini Strategi Pertamina

Pertamax Turbo Mulai Menyasar Motor Premium, Ini Strategi Pertamina

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 09:41 WIB

24 Tahun Car Free Day, Laju Polusi Jakarta Masih Kronis

24 Tahun Car Free Day, Laju Polusi Jakarta Masih Kronis

News | Senin, 28 September 2026 | 09:40 WIB

Brigjen Simson Resmi Jabat Wakapolda Riau: Ini Pertama Berdinas di Sumatera

Brigjen Simson Resmi Jabat Wakapolda Riau: Ini Pertama Berdinas di Sumatera

Riau | Senin, 28 September 2026 | 09:40 WIB

Sungai Cikole Mengering, Petani Sukabumi Temukan Tengkorak dan Tulang Belulang Manusia

Sungai Cikole Mengering, Petani Sukabumi Temukan Tengkorak dan Tulang Belulang Manusia

Jabar | Senin, 28 September 2026 | 09:40 WIB

Geledah Kanwil BPN Jatim, KPK Temukan Uang USD dan SGD

Geledah Kanwil BPN Jatim, KPK Temukan Uang USD dan SGD

News | Senin, 28 September 2026 | 09:36 WIB

Pemuda Tewas Tertembak Saat Tawuran di Makassar, 5 Polisi Diperiksa Propam

Pemuda Tewas Tertembak Saat Tawuran di Makassar, 5 Polisi Diperiksa Propam

Sulsel | Senin, 28 September 2026 | 09:35 WIB

Review 'Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu?': Mengupas Pengorbanan Sunyi Seorang Ibu yang Bikin Dada Sesak

Review 'Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu?': Mengupas Pengorbanan Sunyi Seorang Ibu yang Bikin Dada Sesak

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 09:35 WIB

×