- UNIQLO IN MOTION 2026 di Senayan Park menghadirkan lebih dari 2.000 peserta untuk mencoba koleksi pakaian olahraga fungsional.
- Acara ini memamerkan teknologi pakaian sport utility wear yang mendukung fleksibilitas serta kenyamanan dalam berbagai aktivitas olahraga intens.
- Konsep pakaian olahraga kini berevolusi menjadi gaya hidup urban yang tetap mengedepankan sisi estetika dan efisiensi harian.
Suara.com - Olahraga dulu sering identik dengan aktivitas yang “sekadar berkeringat”. Tapi sekarang, cara orang memaknai gaya hidup aktif sudah jauh berubah. Running, yoga, pilates, sampai HIIT bukan cuma soal kebugaran, tapi juga bagian dari keseharian yang menyatu dengan gaya berpakaian, pergaulan, bahkan identitas diri.
Perubahan inilah yang terasa kuat dalam gelaran UNIQLO IN MOTION 2026 di Senayan Park, Jakarta. Lebih dari 2.000 peserta dari puluhan komunitas olahraga dan wellness ikut terlibat dalam satu ruang yang sama—bukan hanya untuk bergerak, tapi juga merasakan bagaimana pakaian bisa ikut “berolahraga” bersama tubuh.
Dengan tema “Life’s better when you move”, acara ini memperlihatkan bahwa olahraga kini sudah menjadi bagian dari gaya hidup urban yang lebih luas. Tidak lagi individual, tapi kolektif—dibangun lewat komunitas, rutinitas, dan tentu saja, pilihan outfit yang tepat.
Sepanjang acara, peserta mencoba berbagai aktivitas mulai dari running, yoga, pilates, hingga HIIT. Yang menarik, setiap sesi dirancang bukan hanya untuk olahraga, tetapi juga untuk menguji langsung bagaimana pakaian sport utility wear bekerja dalam kondisi nyata: saat tubuh bergerak intens, saat berkeringat, hingga saat berpindah dari satu aktivitas ke aktivitas lain.
Di sinilah teknologi material jadi sorotan. Koleksi sport utility wear yang digunakan mengandalkan berbagai inovasi seperti DRY-EX yang cepat menyerap keringat, AIRism yang terasa sejuk dan ringan, Ultra Stretch untuk fleksibilitas gerak, hingga UV Protection untuk perlindungan dari sinar matahari.
“Sekarang bergerak itu sudah jadi bagian dari lifestyle. Bukan cuma olahraga, tapi juga soal kenyamanan, percaya diri, dan bagaimana pakaian bisa mengikuti ritme hidup sehari-hari,” ujar Lisqia Lalantika, Marketing Manager UNIQLO Indonesia.
Menariknya, gaya hidup aktif ini juga makin dekat dengan dunia fashion. Banyak peserta datang bukan hanya untuk berolahraga, tapi juga tampil dengan outfit yang tetap stylish. Bahkan beberapa figur publik yang hadir ikut merasakan langsung bagaimana pakaian olahraga kini tidak lagi terbatas pada fungsi, tapi juga estetika.
Salah satu yang paling terasa adalah konsep one outfit, multiple activity. Pakaian yang dipakai untuk olahraga pagi tetap nyaman digunakan untuk lanjut aktivitas lain tanpa perlu ganti baju. Ini yang membuat sport utility wear semakin relevan dengan gaya hidup masyarakat urban yang serba cepat.
Koleksi seperti T-shirt DRY-EX, legging Ultra Stretch, hingga AIRism jacket menunjukkan bahwa pakaian olahraga kini punya peran ganda: mendukung performa tubuh sekaligus tetap enak dilihat. Ringan, breathable, dan fleksibel, tapi tetap punya tampilan clean yang bisa masuk ke berbagai suasana.
Luna Maya, salah satu peserta, menilai bahwa pakaian olahraga yang tepat membuat pengalaman bergerak jadi jauh lebih nyaman.
“Setelah HIIT tadi, aku merasa banget bedanya. Bahannya ringan, nggak lengket, dan tetap enak dipakai walaupun sudah banyak bergerak. Jadi bisa lanjut aktivitas tanpa merasa perlu ganti outfit,” ujarnya.

Hal yang sama juga dirasakan Maxime Bouttier yang menyoroti pentingnya kenyamanan dalam memilih outfit olahraga. Menurutnya, pakaian yang tepat membantu tubuh tetap fokus bergerak tanpa gangguan rasa gerah atau tidak nyaman.
Dari sini terlihat bahwa olahraga modern tidak lagi berdiri sendiri. Ia sudah menjadi bagian dari ekosistem gaya hidup—yang melibatkan komunitas, teknologi, dan fashion dalam satu kesatuan.
UNIQLO IN MOTION 2026 pada akhirnya bukan hanya event olahraga, tapi juga representasi bagaimana cara baru menjalani hidup aktif: lebih ringan, lebih nyaman, dan tentu saja lebih stylish.