Lawan Stigma Makanan Sisa, Food Cycle Indonesia Salurkan Surplus Pangan Secara Profesional

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 13 Mei 2026 | 11:26 WIB
Lawan Stigma Makanan Sisa, Food Cycle Indonesia Salurkan Surplus Pangan Secara Profesional
Potret pengurus Food Cycle Indonesia (Dokumentasi/Food Cycle Indonesia)

Suara.com - Di balik gemerlap industri makanan dan perhotelan, ada satu persoalan yang kerap luput dari perhatian: makanan berlebih yang akhirnya terbuang sia-sia.

Di sisi lain, masih banyak kelompok masyarakat yang kesulitan mendapatkan makanan layak konsumsi. Namun, penyaluran makanan surplus sering kali terbentur kekhawatiran soal keamanan pangan dan tanggung jawab hukum.

Kondisi tersebut yang coba dijawab oleh komunitas Food Cycle Indonesia. Organisasi yang berdiri sejak November 2017 ini hadir sebagai jembatan antara perusahaan pemilik makanan surplus dengan masyarakat yang membutuhkan, melalui sistem distribusi yang mengutamakan higienitas dan perlindungan hukum.

Didirikan oleh Herman Andrianto bersama istrinya, Astrid Paramita, Food Cycle Indonesia berupaya menghapus stigma negatif terhadap makanan surplus.

Mereka menekankan bahwa makanan surplus bukan berarti makanan sisa atau tidak layak konsumsi.

Business Development dan Marketing Food Cycle Indonesia, Kukuh Napaki, menjelaskan bahwa pihaknya membangun kepercayaan perusahaan melalui kerja sama yang memiliki dasar hukum jelas.

Setiap proses penyaluran dilindungi dengan Memorandum of Understanding (MOU) dan legal standing yang kuat sebagai langkah mitigasi risiko.

“Donasi ke Food Cycle tidak sembarang sekadar memberikan makanan, ‘ini ambil, habis itu silahkan distribusikan,’ enggak. Jadi kita ada perjanjian kerja sama yang mengikat antara bisnis satu dengan yang lainnya. Makanya kemudian donatur bisa percaya karena ada landasan hukum yang melindungi kita berdua,” ujar Kukuh.

Tak hanya itu, Food Cycle Indonesia juga menerapkan sistem distribusi langsung tanpa transit untuk meminimalkan potensi kontaminasi. Khusus untuk makanan matang, pengiriman dilakukan sesegera mungkin agar kualitas makanan tetap terjaga hingga dikonsumsi penerima.

baca juga

Selain membangun sistem distribusi yang aman, Food Cycle Indonesia juga aktif mengedukasi masyarakat mengenai konsep makanan surplus. Kukuh mencontohkan makanan hotel yang disiapkan untuk 100 tamu, tetapi hanya dikonsumsi 70 orang. Menurutnya, makanan tersebut merupakan kelebihan produksi, bukan sisa makanan.

“Kita tekankan berulang kali untuk menyematkan konotasi yang positif supaya orang tidak jijik untuk mendapatkan makanan yang kita sumbangkan. Oleh karena itu kita sebut ini surplus, kelebihan, bukan sisa,” katanya.

Kepercayaan terhadap Food Cycle Indonesia juga diperkuat dengan keanggotaannya dalam Asosiasi Bank Makanan Global. Hal ini membuat organisasi tersebut memiliki rekam jejak yang diakui secara internasional dan membantu perusahaan multinasional merasa lebih aman untuk terlibat dalam program donasi makanan.

Hingga kini, Food Cycle Indonesia mencatat telah menyelamatkan sekitar 1.680 ton makanan. Makanan tersebut kemudian disalurkan secara terkontrol kepada lembaga sosial terverifikasi, seperti panti asuhan hingga komunitas pemulung.

Namun, distribusi tidak dilakukan secara sembarangan. Food Cycle Indonesia bekerja sama dengan koordinator atau lembaga pendamping agar proses penyaluran tetap akuntabel.

“Food Cycle tidak salurkan langsung ke pemulung, tapi kita salurkan ke koordinatornya atau ke lembaga yang menangani mereka. Lembaga-lembaga ini kemudian bertanggung jawab pada akuntabilitas dan distribusi donasi dari Food Cycle,” tambah Kukuh.

Melalui pendekatan profesional dan sistem pangan sirkular yang terkelola, Food Cycle Indonesia menunjukkan bahwa makanan berlebih tidak selalu harus berakhir menjadi limbah.

Dengan pengelolaan yang tepat, makanan surplus justru dapat menjadi solusi pangan sekaligus bentuk solidaritas sosial yang aman, higienis, dan terlindungi secara hukum.

Penulis: Vicka Rumanti

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Petrokimia Gresik Siapkan 219 Ribu Ton Pupuk Subsidi Jelang Musim Tanam

Petrokimia Gresik Siapkan 219 Ribu Ton Pupuk Subsidi Jelang Musim Tanam

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 11:21 WIB

Harga Sembako Naik Hari Ini : Cabai Rp88 Ribu, Beras Premium Rp21 Ribu per Kg

Harga Sembako Naik Hari Ini : Cabai Rp88 Ribu, Beras Premium Rp21 Ribu per Kg

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 10:30 WIB

Harga Minyakita di Wilayah Timur Masih Melambung, Kemendag Soroti Kendala Logistik

Harga Minyakita di Wilayah Timur Masih Melambung, Kemendag Soroti Kendala Logistik

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:10 WIB

Terkini

Review Azzura Luminous Cushion: Harga Terjangkau, Wajah Glowing Instan

Review Azzura Luminous Cushion: Harga Terjangkau, Wajah Glowing Instan

Lifestyle | Sabtu, 27 Juni 2026 | 18:09 WIB

Rekomendasi Ombre Wardah Staylock Lip Matte yang Tahan 20 Jam, Makan Ayam Geprek Tetap On!

Rekomendasi Ombre Wardah Staylock Lip Matte yang Tahan 20 Jam, Makan Ayam Geprek Tetap On!

Lifestyle | Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:42 WIB

Rekomendasi Ombre Lip Cream OMG yang Tahan Lama dan Tidak Kering, Lengkap dengan Review Pengguna

Rekomendasi Ombre Lip Cream OMG yang Tahan Lama dan Tidak Kering, Lengkap dengan Review Pengguna

Lifestyle | Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:40 WIB

5 Serum Lokal di Bawah Rp50 Ribu untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Lengkap dengan Review

5 Serum Lokal di Bawah Rp50 Ribu untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Lengkap dengan Review

Lifestyle | Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:35 WIB

Berawal dari Sekolah di Perbatasan, Inovasi Kulit Pisang Ini Kini Bawa Indonesia ke Kancah Global

Berawal dari Sekolah di Perbatasan, Inovasi Kulit Pisang Ini Kini Bawa Indonesia ke Kancah Global

Lifestyle | Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:12 WIB

5 Warna Lipstik yang Cocok untuk Wanita Usia 55 Tahun, Tampilan Lebih Fresh dan Anggun

5 Warna Lipstik yang Cocok untuk Wanita Usia 55 Tahun, Tampilan Lebih Fresh dan Anggun

Lifestyle | Sabtu, 27 Juni 2026 | 15:45 WIB

5 Rangkaian Skincare Harian untuk Kulit Berjerawat Rekomendasi Dokter Estetika

5 Rangkaian Skincare Harian untuk Kulit Berjerawat Rekomendasi Dokter Estetika

Lifestyle | Sabtu, 27 Juni 2026 | 15:42 WIB

Apa Merk Cushion yang Bagus? Ini 8 Rekomendasi yang Sudah BPOM

Apa Merk Cushion yang Bagus? Ini 8 Rekomendasi yang Sudah BPOM

Lifestyle | Sabtu, 27 Juni 2026 | 15:10 WIB

Lipstik Merek Apa yang Dijual di Alfamart? Ini 4 Pilihan Awet Tahan hingga 16 Jam

Lipstik Merek Apa yang Dijual di Alfamart? Ini 4 Pilihan Awet Tahan hingga 16 Jam

Lifestyle | Sabtu, 27 Juni 2026 | 14:15 WIB

Pompa Air yang Murah Merk Apa? Ini 4 Rekomendasi Terbaik Versi Review

Pompa Air yang Murah Merk Apa? Ini 4 Rekomendasi Terbaik Versi Review

Lifestyle | Sabtu, 27 Juni 2026 | 14:10 WIB

×