- Tiara Annisa diundang ke Hiroshima Flower Festival 2026 dan menampilkan busana adat Indonesia.
- Ia membawa desain Bali dan Padang dengan detail khas seperti Candi Bentar dan rumah Gadang.
- Undangan berasal dari Bentara Budaya Indonesia, mengakui bakatnya sebagai desainer cilik.
Suara.com - Kabar membanggakan datang dari industri fashion Indonesia. Desainer cilik Tiara Annisa secara khusus diundang menghadiri Hiroshima Flower Festival 2026 dan membawa rancangannya berupa busana adat Bali dan Padang ke Jepang pada Minggu (3/4/2026).
Tiara yang masih berusia belia, melalui label fesyennya Tialoris, membuat pakaian adat Bali lengkap dengan detail ornamen Candi Bentar yang merupakan gapura khas Bali dengan dua bangunan serupa yang terbelah tepat di tengah.
Sedangkan busana budaya Padang yang ditampilkan, terinspirasi dan rumah Gadang dan keindahan budaya Minangkabau dengan sentuhan warna elegan serta elemen dekoratif khas Nusantara.
Dua busana yang dihiasi elemen tradisi budaya Indonesia ini dibuat dengan sangat detail dan terlihat unik. Hasilnya, rancangan tersebut sukses menjadi sorotan di Negeri Sakura.

Keberangkatan Tiara ke Jepang terselenggara setelah ia mendapatkan undangan dari Bentara Budaya Indonesia. Dalam undangan tersebut, Tiara disebut sebagai desainer cilik berbakat.
"Saya berharap Tiara terus mengembangkan kreativitasnya, tetap bangga terhadap identitas Indonesia, dan terus melestarikan budaya Nusantara melalui karya-karyanya," ujar Founder Belantara Budaya Indonesia, Diah Kusumawardani Wijayanti, melalui keterangan yang diterima Suara.com.
Konsul Jenderal Republik Indonesia di Osaka, John Tjahjanto Boestami, yang turut menyaksikan karya Tiara melenggang, menilai hal ini menjadi cerminan generasi Tanah Air yang bertalenta di bidang seni dan kreativitas.
Di sisi lain, Tiara melalui akun Instagram pribadinya memperlihatkan busana karyanya kerap digunakan teman-teman seusianya untuk berkarya.
Busana karya Tiara juga sering dipakai dalam berbagai acara festival, ajang pemilihan puteri remaja, Gadis Sampul, panggung tari dan bernyanyi, hingga ajang fashion show.

Adapun Hiroshima Flower Festival merupakan perayaan musim semi terbesar di Hiroshima yang berpusat pada tema bunga, musik, dan perdamaian. Event ini menarik perhatian pengunjung selama tiga hari penyelenggaraannya.
Festival tersebut menghadirkan parade budaya, pertunjukan seni, serta partisipasi komunitas internasional sebagai simbol perdamaian dan persahabatan antarbangsa.