Studi Ungkap 60 Persen Anak Muda Memilih Swadiagnosis Dibanding Langsung Pergi ke Dokter

Farah Nabilla | Suara.com

Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:41 WIB
Studi Ungkap 60 Persen Anak Muda Memilih Swadiagnosis Dibanding Langsung Pergi ke Dokter
Ilustrasi anak muda dan teknologi AI untuk cek kesehatan (Freepik/freepik)
  • Studi HCC dengan research associate Yoli Farradika ini menemukan, Google dan mesin pencari berbasis AI menjadi sumber utama swadiagnosis
  • Anak muda lebih banyak melakukan diagnosis sendiri lewat AI soal kesehatan ketimbang ke dokter
  • Hanya sekitar 40 persen dari swadiagnosis tersebut yang pergi ke dokter.

Suara.com - Berkembangnya teknologi artificial intelligence (AI) kerap membuat banyak orang, khususnya generasi muda melakukan swadiagnosis saat mengalami keluhan kesehatan. Hal ini juga terlihat dari hasil studi penelitian yang dilakukan Health Collaborative Center (HCC) terhadap anak muda urban.

Penelitian dilakukan pada Maret–Mei 2026 melalui pendekatan mixed-method yang melibatkan survei terhadap 448 responden urban dari berbagai kota besar di Indonesia, termasuk Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Semarang, dan Yogyakarta.

Studi HCC dengan research associate Yoli Farradika ini menemukan, Google dan mesin pencari berbasis AI menjadi sumber utama swadiagnosis, diikuti website kesehatan dan konten digital lainnya. Keluhan yang paling sering dicari berkaitan dengan gangguan pernafasan dan kardiovaskular, pencernaan, hingga masalah psikologis.

Ketua Peneliti dan Pendiri HCC, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH mengungkap,hampir 60 persen anak muda usia di bawah 40 tahun memilih melakukan swadiagnosis terlebih dahulu ketika mengalami keluhan kesehatan.

Ray Wagiu Basrowi, Ketua Peneliti dan Pendiri Health Collaborative Center (HCC) [Suara.com/Fajar R]
Ray Wagiu Basrowi, Ketua Peneliti dan Pendiri Health Collaborative Center (HCC) [Suara.com/Fajar R]

Artinya, sebanyak 6 dari 10 anak muda urban lebih memilih swadiagnosis dibanding langsung pergi ke dokter. Sementara berdasarkan penelitian, hanya sekitar 40 persen dari swadiagnosis tersebut yang pergi ke dokter. Sementara 36 persen memillih mengobati sendiri.

“Dari anak muda yang melakukan swadiagnosis, hanya 40 persen yang memutuskan pergi ke dokter. Sementara 36 persen memilih mengobati sendiri,” jelas Dr. Ray dalam media briefing di Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Menariknya, studi ini juga menemukan bahwa 57 persen hasil swadiagnosis ternyata dikonfirmasi benar oleh dokter. Sementara 27 persen mengabaikan resep dokter karena bertentangan dengan informasi internet.

“Ketika seseorang merasa hasil pencarian internetnya beberapa kali terbukti benar, maka kepercayaan terhadap proses swadiagnosis akan meningkat. Ini bisa membentuk ilusi kompetensi medis semu di masyarakat, karena sebenarnya yang dianggap cocok dengan dokter itu bisa jadi hanya hasil skrining risiko penyakit dan bukan diagnosis,” ujarnya.

Alasan Swadiagnosis

Terkait orang-orang yang memilih swadiagnosis ini rupanya juga memiliki berbagai alasan, di antaranya:

  • Pertama, mereka yang memilih swadiagnosis sebab lebih praktis dan hemat waktu. Hal ini membuat mereka tidak perlu keluar rumah untuk mengetahui kondisinya.
  • Kedua, hemat biaya juga menjadi alasan seseorang melakukan swadiagnosis. Pasalnya, swadiagnosis menggunakan AI tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membayar dokter.
  • Ketiga, swadiagnosis dilakukan tanpa antre. Beberapa orang malas ke dokter karena antre. Oleh sebab itu, mereka melakukan swadiagnosis.

“Sebagian masyarakat merasa datang ke fasilitas kesehatan membutuhkan waktu panjang, antre, biaya tambahan, dan energi emosional. Akhirnya internet dianggap lebih praktis, lebih cepat, lebih murah, dan terasa lebih personal,” kata Dr. Ray.

Risiko Swadiagnosis

Sebab swadiagnosis tidak menjamin keakuratan, hal ini dapat memberika beberapa risiko, antara lain:

  • Risiko overdiagnosis sangat tinggi, karena bergantung dengan prompt yang dituliskan. Hal itu bisa membuat kesalahan diagnosis serta salah metode pengobatan;
  • Delay treatment bisa sangat dominan, sebab tidak langsung memilih untuk mengecek ke dokter;
  • Generalisir hasil ke peer atau populasi yang lebih luas;
  • Health anxiety;
  • Manajemen medis tidak akurat;
  • Distrust terhadap sistem kesehatan.

Melihat permasalahan ini, HCC menilai, fenomena swadiagnosis menjadi sinyal penting bahwa sistem kesehatan modern tidak lagi hanya bersaing dengan penyakit, tetapi juga dengan banjir informasi digital.

“Ke depan, tantangannya bukan melarang masyarakat mencari informasi kesehatan di internet. Itu hampir mustahil. Tantangannya adalah bagaimana negara, tenaga kesehatan, platform digital, dan institusi pendidikan membangun literasi kesehatan digital yang sehat dan bertanggung jawab,” ucap Dr. Ray.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Eco-Friendly Mahal: Tantangan Anak Muda yang Ingin Peduli Lingkungan

Eco-Friendly Mahal: Tantangan Anak Muda yang Ingin Peduli Lingkungan

Your Say | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:34 WIB

Nadiem Makarim Operasi Apa? Ini Fakta Terkait Kondisi Kesehatannya

Nadiem Makarim Operasi Apa? Ini Fakta Terkait Kondisi Kesehatannya

Lifestyle | Kamis, 14 Mei 2026 | 16:51 WIB

Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan ke MK: Soroti Ancaman Denda Rp500 Juta dan Kontrol Global

Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan ke MK: Soroti Ancaman Denda Rp500 Juta dan Kontrol Global

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:31 WIB

Hantavirus Strain Andes Bisa Menular Antar Manusia, Tapi Harus Kontak Erat dan Lama

Hantavirus Strain Andes Bisa Menular Antar Manusia, Tapi Harus Kontak Erat dan Lama

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 11:40 WIB

Telkomsel Bongkar Strategi Digital Retail 2026, Solusi AI dan IoT Jadi Kunci Pertumbuhan Bisnis

Telkomsel Bongkar Strategi Digital Retail 2026, Solusi AI dan IoT Jadi Kunci Pertumbuhan Bisnis

Tekno | Kamis, 14 Mei 2026 | 10:49 WIB

Dokter Stephen Kornfeld Keluar Ruang Isolasi Biokontainer Meski Hasil Tes Hantavirus Meragukan

Dokter Stephen Kornfeld Keluar Ruang Isolasi Biokontainer Meski Hasil Tes Hantavirus Meragukan

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 10:33 WIB

Terkini

Apakah Viva Punya Facial Wash? Ini Macam-Macam Varian dan Harganya

Apakah Viva Punya Facial Wash? Ini Macam-Macam Varian dan Harganya

Lifestyle | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:35 WIB

Niat Miqat Haji Lengkap dengan Waktu dan Lokasi Jemaah Indonesia Biasa Melakukannya

Niat Miqat Haji Lengkap dengan Waktu dan Lokasi Jemaah Indonesia Biasa Melakukannya

Lifestyle | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:14 WIB

6 Sunscreen Wardah di Alfamart yang Anti Lengket dan Efektif Lindungi Kulit

6 Sunscreen Wardah di Alfamart yang Anti Lengket dan Efektif Lindungi Kulit

Lifestyle | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:12 WIB

Apakah Hari Ini Tanggal Merah? Banyak yang Libur Tapi Swasta Tetap Masuk

Apakah Hari Ini Tanggal Merah? Banyak yang Libur Tapi Swasta Tetap Masuk

Lifestyle | Jum'at, 15 Mei 2026 | 09:51 WIB

Cushion dan Skint Tint Lebih Ringan Mana? Ini 5 Rekomendasi Ternyaman Dipakai Seharian

Cushion dan Skint Tint Lebih Ringan Mana? Ini 5 Rekomendasi Ternyaman Dipakai Seharian

Lifestyle | Jum'at, 15 Mei 2026 | 08:18 WIB

Beda Nasib Nadiem Makarim dan Jurist Tan: Satu Dituntut 18 Tahun, Satu Kabur ke Australia

Beda Nasib Nadiem Makarim dan Jurist Tan: Satu Dituntut 18 Tahun, Satu Kabur ke Australia

Lifestyle | Jum'at, 15 Mei 2026 | 08:06 WIB

Jurist Tan Sekarang di Mana? Stafsus Nadiem Makarim Tersangka Kasus Chromebook Kini Buron

Jurist Tan Sekarang di Mana? Stafsus Nadiem Makarim Tersangka Kasus Chromebook Kini Buron

Lifestyle | Jum'at, 15 Mei 2026 | 07:48 WIB

2 Cushion Wardah Terbaik untuk Kondangan: Minim Oksidasi, Flawless Sepanjang Acara

2 Cushion Wardah Terbaik untuk Kondangan: Minim Oksidasi, Flawless Sepanjang Acara

Lifestyle | Jum'at, 15 Mei 2026 | 07:15 WIB

Terpopuler: Kondisi Kesehatan Nadiem Makarim, 6 Bedak Lokal untuk Kulit Kendur

Terpopuler: Kondisi Kesehatan Nadiem Makarim, 6 Bedak Lokal untuk Kulit Kendur

Lifestyle | Jum'at, 15 Mei 2026 | 06:45 WIB

3 Zodiak Beruntung Secara Finansial Minggu Depan 18-24 Mei 2026

3 Zodiak Beruntung Secara Finansial Minggu Depan 18-24 Mei 2026

Lifestyle | Kamis, 14 Mei 2026 | 21:30 WIB