- Sepuluh hari pertama Dzulhijjah adalah waktu istimewa yang memiliki keutamaan amal saleh melebihi hari-hari lainnya dalam Islam.
- Wanita yang sedang haid tetap dapat meraih pahala besar melalui berbagai amalan ibadah.
- Berbagai amalan seperti berdzikir, bersedekah, memberi makan orang berpuasa, hingga menuntut ilmu agama bisa dilakukan.
Suara.com - Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah merupakan waktu yang sangat istimewa dalam Islam. Rasulullah SAW menyebutkan bahwa amal saleh pada hari-hari ini lebih dicintai oleh Allah SWT dibandingkan hari-hari lainnya, bahkan melebihi pahala jihad.
Namun, bagi wanita yang sedang mengalami masa haid (menstruasi), kondisi ini seringkali menimbulkan rasa sedih karena tidak dapat melaksanakan ibadah wajib seperti salat atau ibadah sunnah seperti puasa Dzulhijjah dan Arafah.
Kabar baiknya, pintu pahala di bulan mulia ini tidak tertutup bagi wanita haid. Ada banyak amalan lain yang tetap bisa dikerjakan untuk meraih keberkahan maksimal.
Melansir dari berbagai sumber, berikut adalah daftar amalan 10 hari pertama Dzulhijjah bagi wanita haid:
1. Memperbanyak Dzikir (Tasbih, Tahmid, Tahlil, dan Takbir)
Salah satu amalan yang paling dianjurkan di awal Dzulhijjah adalah memperbanyak dzikir.
Wanita haid tetap boleh dan sangat dianjurkan melantunkan kalimat thayyibah ini kapan pun dan di mana pun.
"Bertasbih 100 kali maka ditulislah untuknya 1000 kebaikan atau dihapus darinya 1000 kesalahan." (HR Imam Muslim)
2. Istiqamah Beristighfar dan Bertaubat
Dzulhijjah adalah momentum terbaik untuk kembali kepada Allah. Wanita haid dapat memanfaatkan waktu luangnya untuk memohon ampunan atas dosa-dosa masa lalu.
Istighfar tidak memerlukan kesucian fisik dari hadas besar sehingga bisa diamalkan setiap saat.
3. Memperbanyak Doa (Khususnya di Hari Arafah)
Meskipun tidak berpuasa, wanita haid tetap bisa meraih keutamaan Hari Arafah (9 Dzulhijjah) dengan memanjatkan doa secara khusyuk.
Anda bisa memanjatkan doa-doa terbaik untuk kebaikan dunia maupun akhirat, terutama pada waktu-waktu mustajab.
4. Bersedekah
Pahala amal saleh dilipatgandakan di 10 hari pertama Dzulhijjah.
Mengeluarkan sedekah, baik berupa uang, makanan, atau bantuan tenaga, merupakan cara efektifuntuk memanen pahala tanpa terhalang kondisi haid.
5. Memberi Makan Orang yang Berbuka Puasa
Bagi wanita haid yang tidak bisa menjalankan puasa sunnah, ia bisa mendapatkan pahala serupa dengan orang yang berpuasa.
Caranya adalah dengan menyediakan hidangan berbuka bagi keluarga atau orang lain yang menjalankan puasa sunnah Dzulhijjah, Tarwiyah, atau Arafah.
6. Mendengarkan Lantunan Al-Qur'an
Meski dilarang menyentuh mushaf secara langsung menurut mayoritas ulama, wanita haid tetap dianjurkan untuk mendengarkan murattal Al-Qur'an.
Mendengarkan kalam Allah dapat memberikan ketenangan jiwa dan tetap menjaga kedekatan hati dengan Al-Qur'an.
7. Murajaah Hafalan atau Membaca Tafsir
Wanita yang memiliki hafalan Al-Qur'an tetap boleh mengulang hafalannya secara lisan (tanpa menyentuh mushaf).
Selain itu, membaca buku tafsir atau Al-Qur'an terjemahan juga diperbolehkan sebagai sarana belajar dan tadabbur ayat-ayat Allah.
8. Menuntut Ilmu Agama
Menghadiri majelis taklim, mendengarkan ceramah agama secara online, atau membaca buku-buku keislaman adalah amalan mulia.
9. Berbuat Baik kepada Sesama (Khidmat)
Membantu orang tua, melayani suami, atau menolong tetangga yang membutuhkan merupakan bentuk amal saleh.
Rasulullah SAW menekankan bahwa amal saleh mencakup segala bentuk kebaikan yang membawa manfaat bagi orang lain.
Haid bukanlah penghalang bagi seorang wanita untuk menjadi "juara" di 10 hari pertama Dzulhijjah. Allah SWT Maha Mengetahui niat hamba-Nya.
Selama hati tetap terpaut kepada-Nya dan lisan terus basah dengan dzikir, pahala yang besar insya Allah tetap mengalir.
Bagi Anda yang sedang haid, jangan berkecil hati. Mari maksimalkan hari-hari istimewa ini dengan 10 amalan di atas.