- Ahmad Bahar adalah lulusan UGM dan penulis ratusan buku biografi tokoh politik di tingkat nasional.
- Rumah Ahmad Bahar didatangi GRIB Jaya untuk klarifikasi konten TikTok yang dianggap menyinggung nama Hercules.
- Konflik Ahmad Bahar dengan ormas GRIB Jaya berakhir damai melalui mediasi di Polres Metro Depok.
Suara.com - Sosok Ahmad Bahar mendadak menjadi sorotan publik dan perbincangan hangat di media sosial. Hal ini terjadi setelah kediamannya di kawasan Cimanggis, Depok, Jawa Barat, didatangi oleh sejumlah anggota organisasi masyarakat (ormas) yang mengaku GRIB Jaya pada Minggu (17/5/2026).
Banyak narasi yang beredar di jagat maya menyebutkan adanya pengepungan hingga anak perempuan Bahar yang sempat dibawa. Namun, siapa sebenarnya sosok Ahmad Bahar yang memicu reaksi keras dari ormas pimpinan Hercules Rosario Marshal tersebut?
Berbeda dengan citra kreator konten anonim pada umumnya, Ahmad Bahar ternyata memiliki rekam jejak yang cukup mentereng di dunia literasi dan politik nasional.
Berikut adalah profil lengkapnya.
Lulusan Kampus Biru dan Ratusan Karya Tulis
Ahmad Bahar bukanlah nama baru di dunia penulisan. Ia merupakan lulusan Fakultas Sastra dan Kebudayaan, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.
Keterampilannya merangkai kata semakin terasah ketika ia bergabung dengan Lembaga Pelatihan Pena Writing School (PWS).
Sebagai penulis profesional, Bahar dikenal sangat produktif. Ia tercatat telah menelurkan ratusan karya tulis, mulai dari biografi tokoh politik hingga petinggi kepolisian.
Beberapa karyanya yang mengulas kepemimpinan polisi antara lain “Timur Pradopo: Memberi Keteladanan Menuai Kearifan” dan “Oegroseno: Menjadi Polisi Untuk Mengabdi”, serta “Belajar Mentertawakan Diri Sendiri: Untung S Radjab”.
Penulis Buku Tokoh Bangsa hingga 'Gibran The Next President'
Kemampuan Bahar dalam membaca arah politik dan menuliskannya menjadi buku patut diperhitungkan. Ia pernah menulis biografi untuk tokoh-tokoh ring satu nasional, sebut saja "Biografi Kyai Politik Abdurrahman Wahid" dan "Biografi Politik Megawati Soekarnoputri".
Ia juga berada di balik buku fenomenal "Sembilan Alasan Memilih JOKOWI JEKA". Salah satu karyanya yang paling menyita perhatian adalah "Gibran The Next President".
Menariknya, insting politik Bahar sudah berjalan jauh sebelum Gibran Rakabuming Raka resmi berlaga di kontestasi Pilpres.
Buku tersebut ditulis ketika putra sulung Presiden Jokowi itu masih dalam proses pencalonan sebagai Wali Kota Solo pada 2024 lalu.
Selain itu, ia juga pernah menulis karya "Wawancara Imajiner Dengan Anies Baswedan Presiden 2024".
Tersandung Konten TikTok dan Mediasi dengan GRIB Jaya
![Penulis sekaligus TikToker Ahmad Bahar. [YouTube]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/19/82674-ahmad-bahar.jpg)
Reputasi elitenya sebagai penulis biografi tokoh nasional kini harus berbenturan dengan realitas keras di media sosial. Perseteruannya dengan GRIB Jaya bermula dari konten-konten di akun TikTok miliknya, @pecimiringg_.
Kabid Humas dan Publikasi DPP GRIB Jaya, Marcel Gual, menegaskan bahwa kedatangan anggota Satgas ke rumah Bahar bukanlah bentuk intimidasi atau pengepungan, melainkan upaya tabayun (klarifikasi) secara persuasif.
Pihak GRIB Jaya menilai video yang diunggah Bahar memuat tantangan, fitnah, dan narasi ofensif yang merendahkan martabat Ketua Umum mereka, Hercules Rosario Marshal.
GRIB Jaya juga membantah tegas adanya isu penyanderaan anak perempuan Bahar yang berusia 33 tahun, dengan mengklaim bahwa seluruh proses di lapangan dikawal oleh Ketua RW dan aparat kepolisian setempat.
Meski sempat menyayangkan absennya Ahmad Bahar saat kedatangan satgas, pihak GRIB Jaya mengaku telah mengantongi bukti digital terkait dugaan doxing dan intimidasi siber.
Berakhir Damai
Meski sempat memanas dan viral dengan berbagai narasi spekulatif, insiden ini akhirnya menemui titik terang. Kapolsek Cimanggis, Kompol Jupriono, mengonfirmasi bahwa persoalan antara Ahmad Bahar dan GRIB Jaya tidak berbuntut panjang.
Kedua belah pihak telah bertemu dan menyelesaikan kesalahpahaman ini secara kekeluargaan melalui mediasi yang difasilitasi di Polres Metro Depok.