Mau Ajak Anak Nonton Penyembelihan Hewan Kurban? Ketahui Usia Ideal Menurut Dokter

Yasinta Rahmawati

Selasa, 26 Mei 2026 | 12:38 WIB
Mau Ajak Anak Nonton Penyembelihan Hewan Kurban? Ketahui Usia Ideal Menurut Dokter
Ilustrasi Kambing Kurban. (Unsplash)
baca 10 detik
    • Kesiapan mental anak sangat penting sebelum melihat proses penyembelihan kurban.
    • Anak di bawah usia 7 tahun rentan mengalami trauma dan ketakutan.
    • Edukasi makna kurban wajib diberikan orang tua sebelum mengajak anak.

Suara.com - Menjelang Hari Raya Idul Adha, mempersiapkan anak untuk memahami esensi ibadah kurban menjadi agenda penting bagi orang tua.

Salah satu momen yang paling sering memicu pertanyaan adalah keputusan untuk mengajak anak melihat proses penyembelihan kurban secara langsung.

Bagi sebagian keluarga, menyaksikan penyembelihan hewan kurban dianggap sebagai sarana edukasi religi sejak dini.

Namun, orang tua perlu mempertimbangkan kesiapan mental dan usia buah hati agar kegiatan ini tidak berdampak buruk pada psikologis mereka.

Dikutip dari penjelasan dokter spesialis anak dan konselor laktasi, dr. Aisya Fikritama A, Sp.A, menurut para psikolog anak faktor usia dan kesiapan mental memegang peranan yang sangat krusial.

Anak-anak yang berusia di bawah 7 tahun umumnya memiliki keterbatasan dalam mencerna makna di balik ritual keagamaan ini.

Pada fase perkembangan tersebut, fungsi kognitif mereka belum mampu membedakan ritual ibadah dengan tindakan agresif.

"Anak-anak di bawah usia 7 tahun biasanya belum bisa betul-betul memahami makna dari ritual idul adha atau proses penyembelihan kurban," jelas dr. Aisya, dikutip dari unggahan TikTok @draisya.fik, Selasa (26/5).

baca juga

Hal tersebut justru berisiko membuat mereka berpikir bahwa proses tersebut adalah sesuatu yang menyakiti hewan.

Dampaknya bisa cukup serius bagi perkembangan emosional anak usia dini. Mereka berpotensi melihat proses penyembelihan kurban sebagai tindakan kekerasan, yang kemudian memicu rasa takut mendalam atau bahkan trauma.

Kondisi yang berbeda terlihat pada anak-anak yang telah menginjak usia di atas 7 tahun. Pada usia ini, kemampuan berpikir mereka sudah lebih berkembang untuk memahami konsep-konsep abstrak.

Menurut dr. Aisya, anak-anak usia di atas 7 tahun proses kognitifnya sudah lebih berkembang. Hal ini membuat mereka bisa lebih memaknai nilai-nilai keagamaan dan juga konsep pengorbanan yang menjadi inti Idul Adha.

Meski demikian, orang tua tetap memiliki kewajiban untuk memberikan bekal informasi yang benar sebelum mengizinkan anak melihatnya. Edukasi awal ini berfungsi sebagai pelindung mental bagi anak.

Ilustrasi/ Petugas jagal bersiap melakukan penyembelihan hewan kurban sapi milik warga. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/tom.
Ilustrasi/ Petugas jagal bersiap melakukan penyembelihan hewan kurban sapi milik warga. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/tom.

"Tetapi tetap sebaiknya mom and dad memberikan penjelasan terlebih dahulu ya tentang makna dari proses penyembelihan kurban ini sendiri," tegas dr. Aisya. Penjelasan yang tenang dan logis akan membantu anak mencerna situasi di lapangan dengan lebih baik.

Jika buah hati menunjukkan rasa ketertarikan untuk melihat, orang tua bisa memfasilitasinya dengan cara yang bijak. Pengawasan ketat selama berada di lokasi penyembelihan kurban tetap menjadi hal yang utama.

Orang tua disarankan untuk mengajak mereka menonton dari jarak yang aman. Selain itu, pastikan juga bahwa anak merasa nyaman dengan lingkungan sekitar yang mungkin penuh sesak dan riuh.

Satu hal yang wajib dihindari oleh orang tua adalah memaksa anak yang memang belum siap secara mental. Pemaksaan hanya akan merusak kesejahteraan emosional anak dalam jangka panjang.

"Jangan pernah memaksakan anak untuk melihat proses penyembelihan kurban kalau mereka tampak takut ataupun enggan," kata dr. Aisya mengingatkan. Ketakutan yang dipaksakan bisa membekas lama di memori mereka.

Kesimpulannya, mengajak anak melihat penyembelihan hewan kurban boleh-boleh saja, asalkan orang tua mempertimbangkan usia dan kesiapan mental anak. Anak di bawah usia 7 tahun umumnya tidak disarankan melihat.

Ingat bahwa fokus utama orang tua bukanlah pada "tontonan" penyembelihannya, melainkan pada penanaman nilai kasih sayang dan berbagi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sudah Bertolak ke Prancis, Prabowo Akan Salat Idul Adha di Luar Negeri

Sudah Bertolak ke Prancis, Prabowo Akan Salat Idul Adha di Luar Negeri

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 11:52 WIB

25 Ucapan Idul Adha 2026 untuk Update Story WA yang Berkesan, Singkat tapi Bermakna

25 Ucapan Idul Adha 2026 untuk Update Story WA yang Berkesan, Singkat tapi Bermakna

Lifestyle | Selasa, 26 Mei 2026 | 11:38 WIB

Idul Adha Tahun 2026 Berapa Hijriah? Ini Makna dan Tradisinya

Idul Adha Tahun 2026 Berapa Hijriah? Ini Makna dan Tradisinya

Lifestyle | Selasa, 26 Mei 2026 | 12:10 WIB

Terkini

CL 2NE1 Dikabarkan dalam Pembicaraan Bergabung dengan THEBLACKLABEL

CL 2NE1 Dikabarkan dalam Pembicaraan Bergabung dengan THEBLACKLABEL

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 07:00 WIB

Polda Tetapkan 33 Tersangka Karhutla Kaltim, Dua di Antaranya Korporasi

Polda Tetapkan 33 Tersangka Karhutla Kaltim, Dua di Antaranya Korporasi

Kaltim | Minggu, 01 November 2026 | 06:51 WIB

Arwin AS Berpulang, Bupati Bengkalis Kenang Jasa Bapak Pembangunan Siak

Arwin AS Berpulang, Bupati Bengkalis Kenang Jasa Bapak Pembangunan Siak

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 06:38 WIB

Arwin AS Wafat, Bupati Afni Kenang Pesan Terakhir: Jaga Siak, Jangan Menyerah

Arwin AS Wafat, Bupati Afni Kenang Pesan Terakhir: Jaga Siak, Jangan Menyerah

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 06:17 WIB

Berapa Normal Asam Urat pada Wanita 40 Tahun ke Atas? Ini Batas dan Ciri-cirinya

Berapa Normal Asam Urat pada Wanita 40 Tahun ke Atas? Ini Batas dan Ciri-cirinya

Health | Minggu, 01 November 2026 | 06:10 WIB

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

×