Apa Saja yang Dilakukan saat Hari Raya Waisak? Mengenal Hari Tri Suci Umat Buddha

Ruth Meliana

Kamis, 28 Mei 2026 | 11:25 WIB
Apa Saja yang Dilakukan saat Hari Raya Waisak? Mengenal Hari Tri Suci Umat Buddha
ilustrasi Hari Raya Waisak (Pexels/Pixabay)
baca 10 detik
  • Hari Raya Waisak memperingati tiga peristiwa penting kehidupan Sang Buddha yang dirayakan pada 31 Mei 2026 mendatang.
  • Umat Buddha di Indonesia merayakan Waisak melalui rangkaian ibadah dan bakti sosial, terutama di kawasan Candi Borobudur.
  • Perayaan ini menjadi momentum introspeksi diri untuk meningkatkan kesadaran, kasih sayang, serta menjaga kerukunan umat beragama di Indonesia.

Suara.com - Hari Waisak merupakan salah satu hari suci terpenting bagi umat Buddha. Hari ini juga dikenal sebagai Hari Tri Suci Waisak karena memperingati tiga peristiwa besar dalam kehidupan Siddhartha Gautama, yaitu kelahiran, pencerahan, dan wafatnya Sang Buddha.

Perayaan Waisak biasanya jatuh pada bulan Mei, tepatnya saat bulan purnama di bulan Vesakha menurut penanggalan lunar. Tahun ini, Hari Raya Waisak jatuh pada tanggal 31 Mei 2026.

Di Indonesia, Hari Waisak diresmikan sebagai hari libur nasional sejak tahun 1983. Perayaan paling megah biasanya berlangsung di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Ribuan umat Buddha dari berbagai daerah bahkan luar negeri berkumpul untuk mengikuti rangkaian acara yang sarat makna spiritual dan budaya.

Kegiatan Utama saat Hari Waisak

ilustrasi Hari Raya Waisak (Pexels/Keri Liwi)
ilustrasi Hari Raya Waisak (Pexels/Keri Liwi)

 

1. Upacara Pelepasan Lampion

Salah satu tradisi paling ikonik adalah pelepasan lampion atau lentera. Lampion yang dinyalakan melambangkan cahaya kebijaksanaan Buddha yang menerangi kegelapan batin. Umat melepaskan lampion ke langit sambil mengucapkan doa harapan agar dunia dipenuhi kedamaian.

2. Meditasi Massal

Meditasi menjadi inti dari perayaan Waisak. Umat melakukan meditasi bersama di pagi hari atau malam purnama untuk membersihkan pikiran dan meningkatkan kesadaran. Di Borobudur, ribuan orang duduk bersila mengelilingi stupa utama sambil mendengarkan lantunan paritta.

3. Prosesi Kirab

Prosesi kirab dilakukan dengan membawa patung Buddha, bunga, dan air suci. Di Indonesia, kirab dimulai dari Mendut menuju Pawon, lalu ke Borobudur. Peserta mengenakan pakaian tradisional Buddha sambil membawa bendera Dharmachakra (roda Dharma) yang melambangkan ajaran Buddha.

baca juga

4. Pemberian Dana dan Bakti Sosial

Umat Buddha melakukan dana atau pemberian amal. Mereka membagikan makanan, pakaian, dan kebutuhan dasar kepada para biksu, anggota vihara, serta masyarakat sekitar.

Banyak juga yang mengadakan bakti sosial seperti donor darah, penanaman pohon, dan aksi lingkungan sebagai wujud cinta kasih (metta) dan welas asih (karuna).

5. Puja dan Persembahan

Di vihara-vihara, umat melakukan puja bakti dengan menyanyikan paritta, membaca sutra, dan mempersembahkan bunga, dupa, serta lilin. Air suci juga disiramkan sebagai simbol pembersihan diri dari noda kehidupan.

6. Pelepasan Burung atau Hewan

Di beberapa tempat, umat melepaskan burung atau ikan ke alam bebas sebagai simbol pembebasan makhluk hidup dari penderitaan, sesuai ajaran Buddha tentang ahimsa (tidak membunuh).

Makna Mendalam Hari Waisak

ilustrasi Hari Raya Waisak (Pexels/Vichea Sam)
ilustrasi Hari Raya Waisak (Pexels/Vichea Sam)

 

Hari Waisak bukan sekadar ritual seremonial, melainkan momentum introspeksi diri. Umat diajak merenungkan ajaran Empat Kebenaran Mulia dan Jalan Tengah yang diajarkan Buddha. Di tengah kehidupan modern yang penuh tekanan, Waisak mengingatkan pentingnya mengembangkan kesadaran, belas kasih, dan kedamaian batin.

Di Indonesia, perayaan Waisak juga menjadi wujud kerukunan beragama. Pemerintah, tokoh agama dari berbagai keyakinan, serta masyarakat turut hadir mendukung acara ini. Hal ini memperkuat semangat Pancasila dalam menjaga keberagaman.

Bagi umat Buddha, Waisak adalah saat yang tepat untuk memperbarui tekad menjalani kehidupan yang lebih baik. Banyak yang berjanji untuk lebih giat berlatih sila (moralitas), samadhi (konsentrasi), dan pañña (kebijaksanaan).

Dengan segala kegiatan yang dilakukan, Hari Waisak mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati tidak datang dari harta benda, melainkan dari kedamaian hati dan kontribusi positif bagi sesama makhluk hidup.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ribuan Umat Larut dalam Doa Bersama Waisak, Pesan Tekad Awal Menggema

Ribuan Umat Larut dalam Doa Bersama Waisak, Pesan Tekad Awal Menggema

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 05:15 WIB

Ribuan Warga Padati Peresmian Kelenteng Tian Fu Gong Megah dan Penuh Nuansa Spiritual

Ribuan Warga Padati Peresmian Kelenteng Tian Fu Gong Megah dan Penuh Nuansa Spiritual

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 05:30 WIB

Gema Waisak 2026 di Kemayoran, Ribuan Umat Buddha Ikuti Prosesi Pindapata Nasional

Gema Waisak 2026 di Kemayoran, Ribuan Umat Buddha Ikuti Prosesi Pindapata Nasional

News | Senin, 11 Mei 2026 | 06:00 WIB

Terkini

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 02:22 WIB

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Bola | Senin, 14 September 2026 | 00:29 WIB

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 23:10 WIB

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 21:00 WIB

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 20:41 WIB

×