- Konflik geopolitik dan pelemahan nilai tukar rupiah memicu kenaikan biaya tiket pesawat serta fasilitas ibadah haji dan umrah.
- Marco Tour & Travel menyediakan paket perjalanan fleksibel untuk menjaga keterjangkauan biaya bagi seluruh jamaah saat ini.
- Perusahaan tetap berkomitmen menyelenggarakan ibadah sesuai sunnah dengan menyediakan fasilitas penunjang kenyamanan di tengah kondisi cuaca ekstrem.
Suara.com - Industri perjalanan umrah dan haji tengah menghadapi tekanan berat akibat memanasnya konflik geopolitik dunia, terutama ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.
Dampaknya langsung terasa pada kenaikan harga avtur yang memicu lonjakan biaya tiket pesawat untuk jamaah dalam beberapa bulan terakhir.
Tidak hanya tiket penerbangan, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat juga ikut mendorong kenaikan harga paket ibadah.
Biaya hotel hingga fasilitas penunjang lainnya di Tanah Suci ikut mengalami penyesuaian.
Di tengah kondisi tersebut, Marco Tour & Travel tetap berupaya menjaga kualitas pelayanan bagi jamaah.
Direktur Operasional Marco Travel, Syarif Thalib, mengatakan pihaknya terus melakukan berbagai strategi agar kenaikan biaya tidak terlalu membebani jamaah.
“Kita terus melakukan upaya agar kenaikan tidak terlalu memberatkan jamaah tanpa kita harus menurunkan kualitas pelayanan dan fasilitas kepada jamaah,” kata Syarif.
Menurutnya, Marco Travel kini menyediakan variasi paket perjalanan dengan pilihan durasi dan fasilitas yang lebih fleksibel.
Langkah tersebut dilakukan agar jamaah dapat menyesuaikan biaya perjalanan sesuai kemampuan masing-masing.
Selain itu, perusahaan juga memastikan komitmen keberangkatan jamaah tetap terjaga di tengah fluktuasi biaya perjalanan internasional yang terus berubah.
Berpengalaman lebih dari 22 tahun melayani jamaah haji dan umrah, Marco Travel mengaku tetap optimistis menghadapi situasi global saat ini.
Perusahaan fokus meningkatkan kualitas pelayanan, transparansi biaya, serta edukasi kepada jamaah terkait dinamika perjalanan internasional yang memengaruhi harga paket ibadah.
“Jamaah perlu mengetahui dengan jelas mengapa ada perubahan harga paket perjalanan,” ujar Syarif.
Pada musim haji tahun ini, Marco Travel juga kembali menegaskan komitmennya menghadirkan layanan ibadah yang tidak hanya nyaman, tetapi juga berupaya mengikuti sunnah Rasulullah SAW secara maksimal.
Salah satu yang tetap dipertahankan adalah pelaksanaan tarwiyah, yakni mengajak jamaah bergerak menuju Mina pada 8 Dzulhijjah untuk memperbanyak ibadah dan mempersiapkan diri menghadapi puncak haji di Arafah.
Di tengah berbagai keterbatasan layanan haji modern, Marco Travel tetap menjalankan sunnah tersebut demi memberikan pengalaman ibadah yang lebih khusyuk dan sesuai tuntunan.
Selain itu, jamaah juga tetap melaksanakan mabit atau bermalam di Muzdalifah.
Untuk menunjang kenyamanan jamaah di area terbuka, Marco Travel menyiapkan matras atau busa khusus sebagai alas istirahat.
Fasilitas tersebut disiapkan untuk menjaga kenyamanan dan kesehatan jamaah, terutama di tengah padatnya suasana musim haji.
Tidak hanya itu, Marco Travel juga menyediakan tenda ber-AC di Mina untuk menghadapi suhu panas Arab Saudi yang disebut mencapai 45 derajat Celsius.
Lokasi tenda juga berada sangat dekat dengan area Jamarat.
“Jarak tenda menuju lokasi lempar jumrah hanya sekitar 150 meter, sehingga memudahkan jamaah, khususnya lansia,” jelas Syarif.
Ia menegaskan pelayanan haji bukan hanya soal fasilitas mewah, melainkan bagaimana jamaah dapat menjalankan ibadah sesuai sunnah dengan aman, nyaman, dan tenang.
Dengan pengalaman panjang dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umrah, Marco Travel mengaku terus meningkatkan kualitas layanan demi memberikan pengalaman spiritual terbaik bagi jamaah di Tanah Suci.
“Komitmen tersebut membuat Marco Travel semakin dipercaya masyarakat sebagai biro perjalanan ibadah yang mengutamakan pelayanan, kenyamanan, serta nilai-nilai sunnah dalam pelaksanaan haji,” pungkasnya.