Membawa Kehidupan ke Tengah Kota: Cara Sendalu Permaculture Merawat Ekosistem dari Sebidang Kebun

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:55 WIB
Membawa Kehidupan ke Tengah Kota: Cara Sendalu Permaculture Merawat Ekosistem dari Sebidang Kebun
Katydid, Belalang Daun yang sembunyi di Pohon Jambu dan memakan hama-hama kecil di kebun (Instagram/sendalu.permaculture)

Suara.com - Di tengah kepadatan kota yang terus bertambah, ruang hijau sering kali dinilai dari seberapa banyak tanaman yang berhasil tumbuh. Namun bagi Sendalu Permaculture di Sukmajaya, Depok, ukuran keberhasilan sebuah kebun justru tidak berhenti pada panen sayuran atau rimbunnya tanaman.

Keberhasilan itu terlihat ketika makhluk-makhluk kecil mulai kembali datang.

Suatu hari, Gibran Tragari, inisiator Sendalu Permaculture, menemukan kehadiran katydid atau belalang daun di area kebunnya.

Di waktu lain, berbagai jenis lebah liar mulai terlihat singgah. Bahkan sejumlah satwa yang sebelumnya jarang dijumpai di lingkungan perkotaan juga mulai muncul.

Bagi Gibran, kedatangan mereka bukan sekadar pemandangan menarik. Kehadiran berbagai spesies tersebut menjadi tanda bahwa ekosistem di kebunnya mulai bekerja sebagaimana mestinya.

“Mungkin kalau orang berkebun di kota, paling banyak melihat keberagaman tanaman. Tapi bagi kami, salah satu indikator keberhasilan justru ketika semakin banyak jenis serangga yang datang,” ujarnya.

Keanekaragaman hayati sering kali menjadi aspek yang luput dari perhatian masyarakat perkotaan. Padahal, keberadaan serangga penyerbuk, predator alami, hingga satwa kecil lainnya berperan penting menjaga keseimbangan rantai makanan.

Ketika mereka kembali hadir, itu menandakan lingkungan mulai menyediakan habitat yang cukup aman untuk mendukung kehidupan.

Ekosistem Kota yang Mudah Berubah

baca juga

Meski demikian, membangun ekosistem di tengah kota bukan pekerjaan yang mudah.

Berbeda dengan kawasan pedesaan atau hutan yang relatif stabil, lanskap perkotaan dapat berubah dalam waktu singkat. Pohon besar yang selama bertahun-tahun menjadi tempat hidup berbagai satwa bisa ditebang dalam hitungan hari. Lahan kosong yang sebelumnya menjadi area resapan air dapat berubah menjadi bangunan baru.

“Tantangan terbesar tentu lingkungannya. Di kota itu semuanya bisa berubah sangat cepat,” kata Gibran.

Ia mencontohkan bagaimana pohon-pohon besar di sekitar kebun dapat hilang sewaktu-waktu karena keputusan pemilik lahan. Perubahan tersebut secara langsung memengaruhi suhu, kelembapan, hingga keberadaan satwa yang bergantung pada vegetasi tersebut.

Kondisi itu membuat pengelola kebun perkotaan harus terus beradaptasi. Mereka tidak hanya menanam tanaman, tetapi juga merancang sistem yang mampu bertahan di tengah perubahan lingkungan yang tidak selalu dapat dikendalikan.

Menanam Kehidupan, Bukan Sekadar Kebun

Alih-alih melihat tantangan tersebut sebagai hambatan, Sendalu memilih menjadikannya sebagai alasan untuk memperluas dampak.

Selain mengembangkan kebun, Gibran dan timnya mulai menelusuri kembali berbagai pengetahuan lokal yang berkaitan dengan pengelolaan alam di wilayah Depok. Mereka ingin praktik permakultur yang dijalankan tidak sekadar mengadopsi konsep dari luar negeri, tetapi juga berakar pada kearifan lokal.

Semangat itu juga tercermin dalam logo Sendalu yang bergambar kura-kura dengan daun di atas cangkangnya.

Bagi Gibran, simbol tersebut menggambarkan gagasan sederhana: ke mana pun manusia pergi, ia bisa membawa kehidupan bersamanya.

Karena itu, Sendalu tidak hanya menjual bibit dan mengoleksi benih. Mereka berupaya mendorong lahirnya lebih banyak kebun kecil di tengah kota, baik di halaman rumah, sekolah, maupun ruang-ruang komunitas.

“Yang ingin kami lakukan adalah membawa kehidupan. Membawa kebun baru di tempat-tempat lain di kota,” ujarnya.

Penulis: Vicka Rumanti

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Limbah Filter Rokok Picu Polusi Mikroplastik Global, Lebih Berbahaya?

Limbah Filter Rokok Picu Polusi Mikroplastik Global, Lebih Berbahaya?

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 11:34 WIB

Bersih-bersih Pulau Sampah yang Muncul di Laut Jakarta

Bersih-bersih Pulau Sampah yang Muncul di Laut Jakarta

Foto | Rabu, 03 Juni 2026 | 20:07 WIB

Hadir di Dealer, Motor Listrik Yamaha Bisa Tempuh Jarak 169 Km, Harga Mirip Aerox

Hadir di Dealer, Motor Listrik Yamaha Bisa Tempuh Jarak 169 Km, Harga Mirip Aerox

Otomotif | Rabu, 03 Juni 2026 | 15:18 WIB

Terkini

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:11 WIB

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:09 WIB

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:45 WIB

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:42 WIB

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 23:37 WIB

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:29 WIB

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:44 WIB

Truk Molen Tabrak 12 Orang di Halte Bekasi, Enam Tewas dan Kelayakan Kendaraan Disorot

Truk Molen Tabrak 12 Orang di Halte Bekasi, Enam Tewas dan Kelayakan Kendaraan Disorot

Jakarta | Minggu, 01 November 2026 | 22:31 WIB

×