Limbah Filter Rokok Picu Polusi Mikroplastik Global, Lebih Berbahaya?

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:34 WIB
Limbah Filter Rokok Picu Polusi Mikroplastik Global, Lebih Berbahaya?
Puntung rokok (Pexels/Basil MK)

Suara.com - Filter rokok menjadi salah satu jenis sampah plastik yang paling banyak mencemari lingkungan di dunia. Limbah ini tidak hanya menumpuk di jalanan, sungai, dan pesisir, tetapi juga berpotensi melepaskan mikroplastik serta zat beracun ke dalam ekosistem.

Menjelang Hari Tanpa Tembakau Sedunia pada 31 Mei lalu, American Thoracic Society bersama mitra Forum of International Respiratory Societies (FIRS) kembali mendesak negara-negara untuk menindaklanjuti keputusan yang dihasilkan dalam Konferensi Para Pihak ke-11 (COP11) Konvensi Kerangka Kerja WHO tentang Pengendalian Tembakau.

Dikutip dari laporan Phys.org, salah satu rekomendasi penting dalam COP11 adalah mendorong negara-negara mempertimbangkan regulasi yang lebih ketat terhadap komponen produk tembakau dan nikotin yang berkontribusi terhadap kerusakan lingkungan.

Mikroplastik dan Zat Beracun dari Filter Rokok

Dalam pernyataan pasca-COP11, European Respiratory Society (ERS) menegaskan bahwa filter rokok merupakan sumber pencemaran lingkungan yang signifikan. Selain menambah volume limbah, filter juga berkontribusi terhadap polusi dan emisi.

Sebagian besar filter rokok terbuat dari selulosa asetat, sejenis plastik yang membutuhkan waktu lama untuk terurai. Ketika terfragmentasi di lingkungan, material tersebut berubah menjadi partikel mikroplastik yang dapat mencemari tanah, sungai, dan laut.

ERS menyebut mikroplastik dari filter rokok berisiko tertelan oleh berbagai organisme, termasuk biota laut. Selain itu, limbah tersebut juga dapat melepaskan zat beracun seperti nikotin dan senyawa kimia lain ke lingkungan sekitarnya.

Hingga saat ini, belum terdapat bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa limbah filter rokok dapat didaur ulang secara aman dan efektif dalam skala besar.

Tidak Membuat Rokok Lebih Aman

baca juga

Di sisi kesehatan, ERS menilai keberadaan filter selama ini menimbulkan persepsi keliru bahwa rokok menjadi lebih aman untuk dikonsumsi.

Padahal, berbagai penelitian menunjukkan filter tidak menghilangkan risiko kesehatan akibat merokok. Bahkan, desain filter diduga dapat mendorong perokok menghirup asap lebih dalam hingga mencapai bagian tepi paru-paru, yang berpotensi meningkatkan risiko adenokarsinoma paru-paru.

Selain itu, filter juga dinilai membuat rokok terasa lebih ringan sehingga dapat meningkatkan daya tarik produk, termasuk di kalangan perokok muda.

Larangan Dinilai Jadi Solusi

Laporan tersebut turut mengkritik berbagai program pembersihan dan daur ulang filter rokok yang diklaim sebagai solusi lingkungan. Menurut FIRS dan ERS, pendekatan tersebut berisiko menjadi bentuk greenwashing karena dapat mengalihkan perhatian dari tanggung jawab industri tembakau terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan.

Associate Professor of Public Health di Imperial College London sekaligus Ketua Komite Pengendalian Tembakau ERS, Filippos Filippidis, menegaskan bahwa produk tembakau dan nikotin tidak hanya membahayakan kesehatan manusia, tetapi juga memperburuk pencemaran lingkungan.

Menurutnya, langkah paling efektif untuk mengurangi dampak tersebut adalah dengan menghapus dan melarang produk-produk yang menghasilkan limbah sekali pakai.

"Menghapuskan dan melarang filter rokok, serta sistem pengiriman nikotin elektronik sekali pakai, adalah satu-satunya jalan ke depan untuk mengurangi, dan pada akhirnya menghilangkan, beban lingkungan yang sangat besar yang ditimbulkan oleh produk-produk ini," ujarnya.

Penulis: Vicka Rumanti

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bersih-bersih Pulau Sampah yang Muncul di Laut Jakarta

Bersih-bersih Pulau Sampah yang Muncul di Laut Jakarta

Foto | Rabu, 03 Juni 2026 | 20:07 WIB

Hadir di Dealer, Motor Listrik Yamaha Bisa Tempuh Jarak 169 Km, Harga Mirip Aerox

Hadir di Dealer, Motor Listrik Yamaha Bisa Tempuh Jarak 169 Km, Harga Mirip Aerox

Otomotif | Rabu, 03 Juni 2026 | 15:18 WIB

Hidup Minim Sampah di Tengah Tren Belanja Online yang Tidak Ada Habisnya

Hidup Minim Sampah di Tengah Tren Belanja Online yang Tidak Ada Habisnya

Your Say | Rabu, 03 Juni 2026 | 12:30 WIB

Terkini

Hadapi Lonjakan Kebutuhan AI, NeutraDC Ungkap Strategi di Sovereign Tech Summit 2026

Hadapi Lonjakan Kebutuhan AI, NeutraDC Ungkap Strategi di Sovereign Tech Summit 2026

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:51 WIB

Dukung LKPP, Telkom Perkuat Transparansi Ekosistem Pengadaan Digital Nasional Melalui SPSE V5

Dukung LKPP, Telkom Perkuat Transparansi Ekosistem Pengadaan Digital Nasional Melalui SPSE V5

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:46 WIB

Salah Kaprah Budaya Nrimo dan Hilangnya Kesadaran atas Hak Hidup Layak

Salah Kaprah Budaya Nrimo dan Hilangnya Kesadaran atas Hak Hidup Layak

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:45 WIB

Hair Removal Device vs Alat Cukur Elektrik: Mana yang Lebih Worth To Buy untuk Self Treatment?

Hair Removal Device vs Alat Cukur Elektrik: Mana yang Lebih Worth To Buy untuk Self Treatment?

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:43 WIB

Pansel KPU-Bawaslu Belum Dibentuk, DPR Ungkap Dua Skenario Rekrutmen

Pansel KPU-Bawaslu Belum Dibentuk, DPR Ungkap Dua Skenario Rekrutmen

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:38 WIB

Kabar Duka, Anggota DPR RI Gandung Pardiman Meninggal Dunia

Kabar Duka, Anggota DPR RI Gandung Pardiman Meninggal Dunia

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:35 WIB

4 Kabar Baik untuk Warga Indonesia di Era 'In This Economy', Ada untuk Traveler

4 Kabar Baik untuk Warga Indonesia di Era 'In This Economy', Ada untuk Traveler

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:35 WIB

1.100 Korban PHK PT PWI 6 Rangkasbitung Diprioritaskan Masuk Perusahaan Baru

1.100 Korban PHK PT PWI 6 Rangkasbitung Diprioritaskan Masuk Perusahaan Baru

Banten | Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:35 WIB

Gus Ipul Targetkan 48 Juta Keluarga Terdaftar Perlinsos Digital Akhir 2026

Gus Ipul Targetkan 48 Juta Keluarga Terdaftar Perlinsos Digital Akhir 2026

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:34 WIB

Resmi! Ini Susunan Upacara Hari Sumpah Pemuda 2026 Sesuai Aturan Pemerintah

Resmi! Ini Susunan Upacara Hari Sumpah Pemuda 2026 Sesuai Aturan Pemerintah

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:34 WIB

×