- Mimpi melahirkan sering membuat seseorang penasaran dan banyak dicari maknanya menurut Islam.
- Dalam Islam, mimpi memiliki berbagai sumber sehingga tidak semuanya dapat dijadikan pertanda atau petunjuk masa depan.
- Sejumlah ulama, termasuk Syekh Abu Bakar Al-Ihsa'i, pernah menjelaskan tafsir mimpi melahirkan dalam kitabnya.
Suara.com - Mimpi melahirkan menjadi salah satu pengalaman tidur yang cukup sering membuat seseorang penasaran.
Banyak orang kemudian mencari tahu arti mimpi melahirkan menurut Islam karena ingin memahami pesan atau makna yang mungkin terkandung di baliknya.
Dalam pandangan Islam, mimpi dapat memiliki beragam sumber dan tidak semuanya dapat dijadikan sebagai petunjuk atau pertanda.
Karena itu, penafsiran mimpi perlu dilakukan dengan bijak dan tidak langsung dipercaya sebagai gambaran pasti tentang masa depan.
Menyadur NU Online, sejumlah ulama pernah menyampaikan pendapat terkait arti mimpi melahirkan. Salah satunya adalah Syekh Abu Bakar Al-Ihsa'i.
Arti mimpi melahirkan dijelaskan oleh Syekh Abu Bakar Al-Ihsa'i dalam kitab "Jami'u Tafasiril Ahlam". Kira-kira, seperti apa penjabaran arti mimpi menurut Islam untuk mimpi melahirkan?
Arti Mimpi Melahirkan Menurut Islam

Syekh Abu Bakar Al-Ihsa'i dalam kitab "Jami'u Tafasiril Ahlam" menjelaskan bahwa mimpi melahirkan memiliki makna yang berbeda-beda tergantung kondisi orang yang mengalaminya.
Namun, tafsir mimpi dalam Islam tidak bisa dijadikan dasar kepastian nasib karena segala sesuatu tetap berada dalam kehendak Allah SWT.
Menurut Syekh Abu Bakar Al-Ihsa'i, jika seorang perempuan bermimpi hamil, hal itu mungkin menjadi pertanda bertambahnya harta atau datangnya rezeki.
Sementara bagi laki-laki, mimpi hamil bisa diartikan sebagai tanda kesedihan atau beban yang sedang dihadapi dalam kehidupan.
"Adapun mimpi hamil jika dialami oleh perempuan maka (kemungkinan) menjadi pertanda bertambahnya harta," arti penjelasan Syekh Abu Bakar Al-Ihsa'i dalam "Jami'u Tafasiril Ahlam" halaman 239, melansir NU Online pada Jumat, 5 Juni 2026.
"Bagi laki-laki, mimpi tersebut (kemungkinan) menjadi pertanda datangnya kesedihan," lanjutnya.
Meski demikian, sebagian ulama memiliki pandangan yang berbeda.
Mereka berpendapat bahwa mimpi hamil, baik dialami laki-laki maupun perempuan, dapat menjadi kabar baik yang menandakan datangnya nikmat, keberuntungan, atau peningkatan kesejahteraan.
Dalam Islam, mimpi memang diakui keberadaannya, tapi tidak semua mimpi memiliki makna khusus.
Rasulullah SAW menjelaskan bahwa mimpi terbagi menjadi tiga macam, yaitu mimpi baik yang berasal dari Allah, mimpi yang berasal dari bisikan diri sendiri, dan mimpi yang berasal dari setan.
Landasan ini berasal dari hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim.
Di mana, Rasulullah bersabda bahwa mimpi seorang mukmin merupakan bagian dari kenabian, namun beliau juga mengingatkan bahwa tidak semua mimpi harus ditafsirkan atau dijadikan pegangan dalam mengambil keputusan hidup.
Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan menjadikan tafsir mimpi sebatas sebagai pelajaran atau refleksi diri.
Jika memperoleh mimpi yang baik, hendaknya bersyukur kepada Allah. Sedangkan jika mendapat mimpi yang buruk, dianjurkan untuk memohon perlindungan kepada-Nya dan tidak terlalu larut memikirkannya. Wallahu a'lam bishawab.