Sudah Berusia 40 Tahun, Kapal Induk Italia Dinilai Tak Cocok Untuk Pertahanan RI

Bangun Santoso, Hiskia Andika Weadcaksana

Selasa, 21 Juli 2026 | 19:20 WIB
Sudah Berusia 40 Tahun, Kapal Induk Italia Dinilai Tak Cocok Untuk Pertahanan RI
Ilustrasi Kapal induk. [US Central Command]
baca 10 detik
  • Pengamat UGM Muhadi Sugiono menilai hibah kapal induk tua dari Italia kurang efektif memperkuat postur pertahanan tempur nasional.
  • Kapal tersebut lebih berpotensi mendukung operasi non-tempur seperti penanggulangan bencana alam dan bantuan kemanusiaan di wilayah Indonesia.
  • Pemerintah perlu mempertimbangkan biaya operasional serta aspek diplomatik dalam menerima kapal berusia empat puluh tahun tersebut dari Italia.

Suara.com - Rencana Indonesia menerima hibah kapal induk bekas Italia berusia sekitar 40 tahun dinilai tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan postur pertahanan nasional.

Pengamat Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada (UGM), Muhadi Sugiono menyebut kapal tersebut sudah tidak lagi memadai apabila diharapkan menjadi alat utama dalam menghadapi peperangan modern.

Menurut Muhadi, kemampuan kapal induk tersebut harus dilihat secara proporsional dengan mempertimbangkan usia dan teknologi yang dimilikinya.

Ia menilai kapal itu sulit diandalkan sebagai instrumen tempur utama dalam konflik berskala besar.

"Ya, saya kira kalau untuk kebutuhan perang yang canggih artinya modern, sebagai bagian dari armada yang diandalkan untuk sebuah pertempuran yang kita hadapi, saya kira ya ini sudah out of date ya. Tentu saja sudah tidak memadai lagi," kata Muhadi kepada Suara.com, Selasa (21/7/2026).

Muhadi menuturkan bahwa perdebatan mengenai kapal induk tersebut kerap terjebak pada asumsi bahwa kehadirannya otomatis memperkuat daya tangkal Indonesia.

Padahal, jika diukur dari aspek deterrence atau kemampuan menggentarkan lawan, manfaatnya dinilai sangat terbatas.

"Tapi sekali lagi untuk kebutuhan deterrence, saya kira kok tidak akan banyak membantu. Artinya bahwa kita punya kapal induk, tetapi dengan masa pakai yang sudah hampir kadaluarsa, itu tidak akan meningkatkan postur pertahanan kita sebenarnya," ungkapnya.

Kapal induk berusia empat dekade tersebut akan sulit dibandingkan dengan armada modern yang dimiliki negara-negara besar.

baca juga

Maka dari itu, jika tujuan utama pengadaannya adalah memperkuat kemampuan tempur Indonesia, efektivitasnya layak dipertanyakan.

"Kalau ini urusannya terkait dengan apakah ini akan meningkatkan postur pertahanan kita, saya tidak yakin," imbuhnya.

Namun demikian, Muhadi melihat kemungkinan bahwa pemerintah dan TNI AL memiliki pertimbangan lain di luar kebutuhan perang.

Kapal induk tersebut dapat difungsikan sebagai platform operasi non-tempur yang mendukung mobilitas helikopter, pesawat lepas landas vertikal, maupun wahana nirawak.

"Jadi, dia sebagai kapal induk yang dimaksudkan untuk operasional yang sehari-hari dilakukan untuk pendaratan helikopter, drones, ataupun pesawat-pesawat yang bisa naik turun langsung itu, dan tidak sepenuhnya untuk kepentingan perang," jelasnya.

Menurut dia, fungsi tersebut bisa menjadi relevan bagi Indonesia sebagai negara kepulauan yang kerap menghadapi bencana alam dan membutuhkan dukungan logistik di wilayah yang sulit dijangkau.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Di Balik Hibah Kapal Induk Italia, Ada Ambisi Kejar Tayang 5 Oktober yang Bisa Sedot Anggaran Jumbo

Di Balik Hibah Kapal Induk Italia, Ada Ambisi Kejar Tayang 5 Oktober yang Bisa Sedot Anggaran Jumbo

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 18:48 WIB

DPR Setuju Hibah Kapal Induk Italia Umur 40 Tahun: Biaya Rawat Rp101 Miliar, Perbaikan Rp16 Triliun

DPR Setuju Hibah Kapal Induk Italia Umur 40 Tahun: Biaya Rawat Rp101 Miliar, Perbaikan Rp16 Triliun

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:29 WIB

Komisi I DPR Setujui Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi dari Italia: Doktrin Operasional Penting

Komisi I DPR Setujui Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi dari Italia: Doktrin Operasional Penting

DPR | Selasa, 21 Juli 2026 | 13:44 WIB

DPR Restui Indonesia Terima Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi dari Italia

DPR Restui Indonesia Terima Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi dari Italia

News | Senin, 20 Juli 2026 | 16:48 WIB

Kapal Induk USS Nimitz Masuk Laut Karibia, AS Disebut Siapkan Langkah Tekan Kuba

Kapal Induk USS Nimitz Masuk Laut Karibia, AS Disebut Siapkan Langkah Tekan Kuba

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 14:40 WIB

DPR Ingatkan Risiko Hibah Kapal Induk Italia, Biaya Perawatan Tembus Rp 101 Miliar per Tahun

DPR Ingatkan Risiko Hibah Kapal Induk Italia, Biaya Perawatan Tembus Rp 101 Miliar per Tahun

News | Senin, 04 Mei 2026 | 15:47 WIB

Amerika Serikat Kirim Kapal Induk Ketiga ke Timur Tengah, Tekan Iran Percepat Negosiasi Damai

Amerika Serikat Kirim Kapal Induk Ketiga ke Timur Tengah, Tekan Iran Percepat Negosiasi Damai

News | Sabtu, 25 April 2026 | 07:06 WIB

Terkini

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi  Sebelum Terlambat

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi Sebelum Terlambat

News | Selasa, 15 September 2026 | 23:46 WIB

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 23:05 WIB

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:59 WIB

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:55 WIB

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 22:45 WIB

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:31 WIB

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 22:29 WIB

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 22:21 WIB

×