- Alexandra Askandar menjabat sebagai Wakil Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk sejak Maret 2025.
- Estimasi remunerasi eksekutif BUMN perbankan level direksi mencapai puluhan hingga ratusan miliar rupiah setiap tahunnya.
- Laporan LHKPN tahun 2025 mencatat total kekayaan Alexandra Askandar mencapai angka sebesar Rp201,16 miliar secara keseluruhan.
Kekayaan Alexandra Askandar yang Terakumulasi

Transparansi kekayaan Alexandra Askandar tercermin dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diawasi KPK.
Pada periode 2025, total kekayaannya dilaporkan mencapai Rp201,16 miliar, naik dari Rp177,3 miliar tahun sebelumnya dan sekitar Rp163 miliar pada periode sebelumnya.
Kekayaan ini mencakup tanah dan bangunan (Rp70,46 miliar), surat berharga, kendaraan, dan aset lainnya. Kenaikan kekayaan ini sejalan dengan karir panjang dan remunerasi tinggi di level top BUMN.
Prestasi dan Kontribusi Alexandra Askandar

Sosok Alexandra Askandar bukan hanya soal gaji tinggi. Ia dikenal sebagai pemimpin yang mendorong transformasi digital, pengembangan bisnis korporasi, dan keberagaman gender di BUMN.
Ia aktif di Srikandi BUMN, mendukung pemberdayaan perempuan, dan pernah meraih penghargaan seperti Top 100 Most Outstanding Women in Financial Sector. Kepemimpinannya membantu Bank Mandiri dan kini BNI tetap kompetitif di era digital banking.
Sebagai bankir perempuan di jajaran top BUMN, Alexandra Askandar menjadi inspirasi banyak profesional muda, khususnya perempuan, bahwa dedikasi, pendidikan, dan pengalaman bertahun-tahun dapat membawa ke posisi strategis dengan tanggung jawab besar dan kompensasi yang sepadan.
Di tengah tantangan industri perbankan yang semakin kompetitif, figur seperti ia membuktikan bahwa talenta Indonesia mampu bersaing di level global.
Meski gaji dan kekayaannya menjadi sorotan publik, kesuksesan Alexandra Askandar lebih dari sekadar angka. Ia mewakili generasi bankir profesional yang membangun karir dari bawah, dengan etos kerja tinggi dan komitmen terhadap pembangunan ekonomi nasional melalui BUMN.