- Malam 1 Suro 2026 jatuh pada Senin, 15 Juni 2026 malam dan dianggap sebagai momen sakral dalam tradisi Jawa.
- Momen ini sering dikaitkan dengan berbagai mitos, pantangan, dan kepercayaan yang masih hidup di masyarakat.
- Salah satu mitos yang beredar menyebut pemilik weton Tulang Wangi sebaiknya tidak keluar rumah pada malam 1 Suro, sehingga banyak orang mencari tahu daftar weton tersebut dan alasannya.
Suara.com - Malam 1 Suro merupakan salah satu momen yang dianggap sakral dalam tradisi masyarakat Jawa. Tahun ini, malam 1 Suro akan jatuh pada Senin, 15 Juni 2026 malam.
Sering kali malam 1 Suro dikaitkan dengan berbagai mitos, pantangan, dan kepercayaan yang masih dipercaya hingga sekarang.
Menjelang malam 1 Suro, beredar anggapan bahwa orang dengan weton Tulang Wangi sebaiknya tidak keluar rumah pada malam hari.
Lalu, weton tulang wangi apa saja yang sering disebut dalam primbon Jawa dan mengapa mereka dipercaya tidak boleh keluar pada malam 1 Suro?
Berikut penjelasan mengenai daftar weton tulang wangi serta mitos yang berkembang di masyarakat Jawa.
Apa Itu Weton Tulang Wangi? Ini Daftar Wetonnya

Weton Tulang Wangi merupakan istilah dalam kepercayaan masyarakat Jawa yang merujuk pada orang-orang yang lahir pada kombinasi hari dan pasaran tertentu.
Pemilik weton ini diyakini memiliki aura khusus, daya tarik alami, serta kepekaan yang lebih tinggi terhadap hal-hal spiritual dibandingkan kebanyakan orang.
Dalam tradisi Jawa, weton sendiri adalah gabungan antara hari kelahiran dalam kalender tujuh hari dan pasaran Jawa yang terdiri dari Legi, Pahing, Pon, Wage, serta Kliwon.
Kombinasi keduanya menghasilkan 35 weton yang digunakan masyarakat Jawa untuk membaca watak, karakter, hingga berbagai perhitungan tradisional.
Menurut penjelasan sejarawan sekaligus ahli metafisik, Hari A Kurniawan alias Om Hao, di kanal YouTube Mas Kur Channel, berikut adalah daftar weton Tulang Wangi:
- Senin Pon
- Senin Wage
- Senin Pahing
- Selasa Legi
- Rabu Kliwon
- Rabu Pahing
- Kamis Wage
- Sabtu Wage
- Sabtu Legi
- Minggu Pon
- Minggu Kliwon
Orang yang memiliki weton Tulang Wangi dipercaya mempunyai intuisi yang kuat dan lebih peka terhadap lingkungan di sekitarnya.
Selain itu, mereka juga sering digambarkan memiliki jiwa kepemimpinan, kreativitas tinggi, serta kemampuan beradaptasi yang baik dalam berbagai situasi.
Dalam kepercayaan Jawa, pemilik weton Tulang Wangi juga diyakini memiliki aura positif yang membuat mereka mudah disukai dan dihormati oleh orang lain.
Sebagian masyarakat bahkan percaya bahwa mereka memiliki keterkaitan yang lebih kuat dengan dunia spiritual atau hal-hal yang bersifat mistis.
Kenapa Weton Tulang Wangi Dilarang di Malam 1 Suro?
Menjelang malam 1 Suro, masyarakat Jawa sering membicarakan berbagai mitos dan pantangan yang berkaitan dengan weton tertentu.
Salah satu yang paling sering diperbincangkan adalah weton Tulang Wangi yang konon dianjurkan untuk tidak keluar rumah pada malam yang dianggap sakral tersebut.
Dalam kepercayaan Primbon Jawa, weton Tulang Wangi merujuk pada orang yang diyakini memiliki aura spiritual kuat dan kepekaan lebih tinggi terhadap hal-hal yang bersifat gaib.
Karena dianggap memiliki keterikatan batin yang lebih besar dengan dunia spiritual, pemilik weton ini dipercaya lebih mudah merasakan pengaruh energi yang muncul pada malam 1 Suro.
Malam 1 Suro sendiri merupakan awal tahun dalam penanggalan Jawa yang dipandang sebagai momen sakral.
Pada malam tersebut, sebagian masyarakat Jawa menjalankan tirakat, berdoa, dan melakukan refleksi diri karena diyakini memiliki nilai spiritual yang lebih kuat dibandingkan malam-malam biasa.
Alasan weton Tulang Wangi dilarang keluar rumah pada malam 1 Suro berasal dari kepercayaan turun-temurun yang menyebut bahwa energi spiritual sedang berada pada puncaknya.
Menurut penjelasan Om Hao, pemilik weton Tulang Wangi dipercaya lebih rentan mengalami gangguan atau merasakan fenomena yang tidak biasa apabila berada di luar rumah pada malam itu.
"Menjawab soal Tulang Wangi. Ini satu weton yang khusus secara spiritual atau metafisik. Di mana orang dengan weton ini, punya kepekaan tersendiri terhadap dimensi astral," tutur Om Hao.
"Mereka (weton Tulang Wangi) yang dicari oleh entitas-entitas itu untuk berinteraksi. Kenapa? Karena tubuhnya keluar aroma wangi yang menarik entitas itu untuk masuk," imbuhnya.
Karena itu, sebagian masyarakat Jawa menyarankan pemilik weton Tulang Wangi untuk menghabiskan malam 1 Suro di rumah dengan berdoa, berdzikir, atau melakukan introspeksi diri.
Anjuran ini dipandang sebagai bentuk kehati-hatian sekaligus penghormatan terhadap tradisi yang diwariskan oleh para leluhur.
Selain tidak keluar rumah, terdapat pula pantangan lain yang sering dikaitkan dengan malam 1 Suro, seperti menggelar hajatan besar, pindah rumah, atau mengucapkan kata-kata kasar.
Meski demikian, pantangan tersebut merupakan bagian dari kepercayaan budaya dan tidak memiliki dasar ilmiah yang dapat dibuktikan secara empiris.
Pada akhirnya, larangan bagi weton Tulang Wangi untuk keluar rumah saat malam 1 Suro lebih merupakan warisan tradisi dan kearifan lokal masyarakat Jawa.
Terlepas dari percaya atau tidak, tradisi tersebut menunjukkan bagaimana budaya Jawa masih menjaga nilai-nilai spiritual dan penghormatan terhadap warisan leluhur hingga saat ini.