- Fixing spray dan setting spray sama-sama digunakan setelah makeup selesai, tetapi memiliki fungsi yang berbeda.
- Memahami perbedaannya penting agar dapat memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan dan hasil riasan yang diinginkan.
- Penggunaan produk yang tepat membantu makeup lebih tahan lama, nyaman dipakai, dan tetap terlihat segar sepanjang hari.
Suara.com - Dalam dunia makeup, fixing spray dan setting spray sering dianggap sebagai produk yang sama karena sama-sama digunakan setelah proses merias wajah selesai.
Padahal, fixing spray dan setting spray memiliki fungsi yang berbeda meski sekilas terlihat serupa.
Memahami perbedaan fixing spray dan setting spray menjadi penting agar hasil makeup sesuai dengan kebutuhan.
Dengan memilih produk yang tepat, riasan dapat terlihat lebih tahan lama, nyaman dipakai, dan tetap terlihat fresh sepanjang hari.
Lalu, apa sebenarnya perbedaan fixing spray dan setting spray?
Berikut penjelasan lengkap mengenai fungsi masing-masing produk serta kapan waktu yang tepat untuk menggunakannya agar hasil makeup lebih maksimal.
Kata MUA soal Fixing Spray dan Setting Spray, Apa Bedanya?

Meski sama-sama digunakan setelah makeup, setting spray dan fixing spray ternyata memiliki fungsi yang berbeda.
Menurut Make Up Artist (MUA) sekaligus pendiri Teviant Beauty, Albert Kurniawan, banyak orang masih keliru menganggap keduanya sebagai produk yang sama.
Kurniawan menjelaskan bahwa setting spray berfungsi untuk membantu berbagai lapisan makeup menyatu dan melebur dengan kulit.
Produk ini membuat hasil riasan terlihat lebih natural, tidak terlalu berbedak, serta mengurangi tampilan cakey atau chalky pada wajah.
Menurutnya, formula setting spray umumnya lebih mirip face mist atau produk skincare dibandingkan produk pengunci makeup.
Banyak setting spray mengandung bahan humektan seperti hyaluronic acid, glycerin, atau pentylene glycol yang membantu menghidrasi kulit sekaligus membuat makeup tampak lebih menyatu.
"Biasanya, bahan-bahan dalam setting spray membantu melebur atau mengikat riasan," jelas Albert Kurniawan, melansir Allure Philippines pada Minggu, 14 Juni 2026.

Berbeda dengan setting spray, fixing spray berfungsi sebagai "pengunci" makeup yang sesungguhnya.
Kurniawan menyebut produk ini diaplikasikan pada tahap akhir makeup untuk membentuk lapisan tipis tak terlihat yang menjaga riasan tetap pada tempatnya lebih lama.
Fixing spray biasanya mengandung bahan pembentuk lapisan (film-forming agents) seperti copolymer atau acrylates copolymer.
Bahan tersebut bekerja menciptakan lapisan pelindung di atas kulit sehingga makeup lebih tahan terhadap keringat, minyak, dan cuaca panas.
Saat memilih fixing spray, Kurniawan menyarankan untuk memperhatikan daftar komposisi produk.
Jika kandungan copolymer berada di urutan atas daftar bahan, artinya konsentrasinya cukup tinggi dan berpotensi memberikan daya tahan makeup yang lebih baik.
Mana yang Lebih Baik, Fixing Spray atau Setting Spray?
Menurut Kurniawan, penggunaan setting spray dan fixing spray sebenarnya bisa saling melengkapi.
Setting spray membantu menciptakan hasil akhir yang menyatu dan menyerupai kulit asli, sedangkan fixing spray berperan mengunci seluruh lapisan makeup agar tetap awet sepanjang hari.
Kurniawan juga menjelaskan bahwa para MUA profesional umumnya tidak memilih antara setting spray atau fixing spray, melainkan menggunakan keduanya secara berurutan.
Setting spray biasanya diaplikasikan terlebih dahulu setelah makeup selesai untuk membantu alas bedak dan produk complexion menyatu lebih natural.
Sedangkan fixing spray digunakan sebagai langkah terakhir untuk mengunci seluruh riasan agar lebih tahan lama.
Berdasarkan fungsinya, perbedaan keduanya memang terlihat tipis karena sama-sama berbentuk semprotan dan sering dipasarkan dengan klaim serupa.
Namun, memahami cara kerja masing-masing produk akan membantu pengguna mendapatkan hasil makeup yang lebih flawless dan awet, alih-alih mengandalkan satu produk untuk menjalankan dua fungsi sekaligus.