- Umat Islam menjalankan tradisi minum susu putih saat malam 1 Muharram 1448 H sebagai simbol harapan keberkahan.
- Tradisi ini dianjurkan oleh ulama Makkah Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki untuk memaknai tahun baru dengan kesucian.
- Masyarakat meminum susu dari waktu Maghrib hingga Subuh disertai doa agar tahun mendatang dipenuhi kebaikan Allah SWT.
Suara.com - Memasuki 1 Muharram 1448 H, sebagian umat Islam memiliki tradisi minum susu putih pada malam Tahun Baru Islam. Amalan ini biasanya dilakukan setelah Maghrib hingga sebelum Subuh sebagai bentuk doa dan harapan agar tahun yang baru dipenuhi keberkahan.
Tradisi minum susu putih ini dikaitkan dengan kebiasaan ulama Makkah, Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki. Beliau dikenal menganjurkan para santri dan muridnya untuk meminum susu putih saat memasuki awal tahun Hijriah sebagai simbol kebaikan dan kesucian.
Menurut penjelasan yang dinisbatkan kepada Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki, susu putih melambangkan permulaan tahun yang baru, bersih, dan penuh kebaikan. Warna putih pada susu menjadi simbol kesucian, kebersihan hati, serta harapan agar perjalanan hidup selama setahun ke depan dipenuhi keberkahan.
Dalam tradisi Islam, amalan ini dipahami sebagai bentuk tafa'ul, yakni mengharapkan dan memohon kebaikan kepada Allah SWT melalui simbol-simbol yang mengandung makna positif.
Karena itu, minum susu putih bukanlah kewajiban ataupun ibadah khusus yang memiliki dalil wajib, melainkan tradisi baik yang berisi doa dan harapan saat menyambut Tahun Baru Hijriah.
Doa Minum Susu 1 Muharram 1448 H
Sebelum meminum susu putih, dianjurkan membaca doa berikut:
اللّٰهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْهِ وَزِدْنَا مِنْهُ
Allahumma baarik lanaa fiihi wazidnaa minhu.
Artinya: "Ya Allah, berkahilah kami di dalam air susu ini dan tambahlah keberkahan kami darinya."
Setelah membaca doa tersebut, susu putih diminum dengan harapan memperoleh keberkahan dan kebaikan sepanjang tahun yang akan dijalani.
Kapan Waktu Minum Susu Putih 1 Muharram?
Tradisi ini umumnya dilakukan pada malam 1 Muharram, yaitu sejak waktu Maghrib hingga sebelum Subuh. Banyak keluarga, santri, dan masyarakat yang melakukannya secara bersama-sama sebagai bentuk syiar sekaligus doa menyambut tahun baru Islam.
Selain sebagai simbol kesucian, minum susu putih pada malam 1 Muharram juga menjadi momentum untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri. Pergantian tahun Hijriah dimaknai sebagai kesempatan membuka lembaran baru, meninggalkan keburukan di masa lalu, dan memperbanyak amal saleh di masa mendatang.
Dengan demikian, tradisi minum susu putih pada 1 Muharram 1448 H bukan sekadar kebiasaan turun-temurun, tetapi juga sarana berdoa dan menumbuhkan optimisme agar tahun baru Islam berjalan dengan lebih baik, penuh keberkahan, dan dipenuhi kebaikan dari Allah SWT.