Bisakah Ganti Steak Sapi dengan Salmon Bantu Kurangi Emisi?

Bimo Aria Fundrika

Senin, 15 Juni 2026 | 13:36 WIB
Bisakah Ganti Steak Sapi dengan Salmon Bantu Kurangi Emisi?
Potret Hidangan Steak Ikan Salmon (Pexels/ Anil Sharma)
baca 10 detik
  • Penelitian di Inggris mengungkapkan sektor peternakan berkontribusi besar terhadap emisi gas rumah kaca dunia dari sistem pangan.
  • Mengganti satu porsi daging sapi dengan ikan salmon per minggu dapat mengurangi emisi karbon secara signifikan.
  • Ikan salmon dipilih sebagai alternatif karena mampu menjaga kebutuhan nutrisi sekaligus mendukung upaya keberlanjutan lingkungan hidup.

Suara.com - Steak sering diposisikan sebagai simbol makanan tinggi protein, mulai dari potongan daging sapi premium hingga berbagai variasi modern yang semakin mudah ditemukan.

Namun di tengah meningkatnya perhatian terhadap krisis iklim, pertanyaan yang mulai muncul bukan lagi hanya soal rasa atau kandungan gizi.

Seberapa besar jejak lingkungan dari sumber protein yang kita pilih? Data yang dikutip dari Phys.org menunjukkan sekitar 26 persen emisi gas rumah kaca dunia berasal dari sistem pangan, sementara sektor peternakan menyumbang sekitar 82,5 persen emisi dari industri pangan.

Dalam konteks itu, sejumlah peneliti mulai melihat apakah perubahan kecil dalam pola makan dapat membantu menurunkan tekanan terhadap lingkungan, tanpa harus mengubah pola konsumsi secara drastis.

Salah satu jawabannya datang dari hidangan yang mungkin tidak biasa dibayangkan sebagai pengganti steak: ikan salmon.

Ketika Sumber Protein Menjadi Bagian dari Solusi Iklim

Penelitian terbaru berjudul Adapting the Source of Protein in Diets to Reduce Carbon Emissions: A UK Case Study Exploring Aquaculture mengeksplorasi bagaimana perubahan sumber protein dapat memengaruhi emisi karbon.

Alih-alih fokus pada pengurangan konsumsi secara total, penelitian ini menguji pendekatan yang lebih sederhana: mengganti sebagian pilihan makanan.

Dalam simulasi yang dilakukan terhadap pola makan masyarakat Inggris, peneliti menemukan bahwa mengganti satu porsi steak sapi per minggu dengan steak ikan salmon berpotensi mengurangi emisi karbon sektor pangan hingga 7,30 kilogram CO2 per orang pada 2050 dibandingkan pola konsumsi saat ini.

baca juga

Jumlah itu disebut setara dengan emisi dari penerbangan London menuju Maroko.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa keputusan yang tampak kecil di meja makan dapat memiliki dampak yang terakumulasi dalam skala populasi.

Penulis utama penelitian sekaligus peneliti di Bristol’s School of Biological Sciences, Dr. Jenny Baverstock, mengatakan perubahan pola makan tidak selalu harus dimulai dari langkah besar.

“Dengan menerapkan perubahan sederhana dalam pola makan, kita dapat mengurangi emisi karbon secara signifikan, yang sangat penting untuk keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.

Tidak Hanya Soal Emisi, Tetapi Juga Kesehatan

Namun penelitian ini tidak hanya melihat aspek lingkungan. Para peneliti juga menilai bahwa alternatif protein yang dipilih perlu tetap memenuhi kebutuhan nutrisi.

Dalam studi tersebut, salmon dinilai memiliki kombinasi kandungan protein, asam lemak omega-3, dan vitamin D yang tetap mendukung kebutuhan kesehatan sekaligus menghasilkan jejak karbon yang lebih rendah dibanding konsumsi daging sapi.

Menurut Dr. Jenny, pendekatan seperti ini penting karena transisi menuju pola makan berkelanjutan sering kali dipersepsikan sebagai pilihan antara kesehatan atau lingkungan.

“Pertukaran sederhana yang kami usulkan menawarkan manfaat nutrisi dan kesehatan sekaligus manfaat lingkungan. Idealnya, keduanya harus berjalan beriringan dan tidak saling mengorbankan,” katanya.

Apakah Mengubah Menu Bisa Mengubah Sistem?

Meski demikian, penelitian ini tidak menyimpulkan bahwa semua orang harus berhenti mengonsumsi daging merah atau beralih sepenuhnya ke satu jenis pangan tertentu.

Yang ditawarkan adalah gagasan bahwa perubahan pola konsumsi dapat menjadi bagian dari strategi yang lebih luas untuk mengurangi emisi sistem pangan.

Profesor Guy Poppy, salah satu penulis penelitian sekaligus Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi University of Bristol, menilai pilihan makanan akan semakin dipengaruhi oleh meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan keberlanjutan.

Menurutnya, jika masyarakat semakin memahami hubungan antara makanan dan lingkungan, perubahan konsumsi berpotensi menjadi lebih mudah diterima.

Penulis: Natasha Suhendra

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dua Novel Baru Kyoto Animation Akan Terbit pada Juni 2026

Dua Novel Baru Kyoto Animation Akan Terbit pada Juni 2026

Your Say | Rabu, 27 Mei 2026 | 13:09 WIB

Resep Steak Andalan yang Bisa Beri Kamu Kesempatan Belajar Masak di Le Cordon Bleu

Resep Steak Andalan yang Bisa Beri Kamu Kesempatan Belajar Masak di Le Cordon Bleu

Lifestyle | Selasa, 05 Mei 2026 | 16:37 WIB

Serunya Menjelajah Dunia Satwa dalam Buku 169+ Fakta Asyik tentang Hewan

Serunya Menjelajah Dunia Satwa dalam Buku 169+ Fakta Asyik tentang Hewan

Your Say | Kamis, 23 April 2026 | 15:40 WIB

Terkini

Rencana Rusuh Demo di Balai Kota Malang Digagalkan, 12 Penyusup Bawa Molotov & Positif Narkoba

Rencana Rusuh Demo di Balai Kota Malang Digagalkan, 12 Penyusup Bawa Molotov & Positif Narkoba

Malang | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 07:30 WIB

Dompet Ayah Sepatu Ibu: Novel yang Membuat Saya Lebih Menghargai Perjuangan Orang Tua

Dompet Ayah Sepatu Ibu: Novel yang Membuat Saya Lebih Menghargai Perjuangan Orang Tua

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 07:30 WIB

20 Kode Redeem FF Hari Ini 30 Oktober 2026: Klaim Skin M1887 dan Diamond Gratis

20 Kode Redeem FF Hari Ini 30 Oktober 2026: Klaim Skin M1887 dan Diamond Gratis

Tekno | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 07:26 WIB

Niat Cari Madu, Petani Pesawaran Temukan Kerangka Manusia di Tebing 1.150 MDPL

Niat Cari Madu, Petani Pesawaran Temukan Kerangka Manusia di Tebing 1.150 MDPL

Lampung | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 07:22 WIB

3 Alasan Disney Adventure Bisa Jadi Pilihan Menarik untuk Liburan Keluarga

3 Alasan Disney Adventure Bisa Jadi Pilihan Menarik untuk Liburan Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Review Film Love of Your Life: Sajikan Kisah Cinta Modern yang Penuh Makna

Review Film Love of Your Life: Sajikan Kisah Cinta Modern yang Penuh Makna

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Dicecar Soal Dugaan Terima Mobil dan Apartemen, Legislator Bengkulu Vinna Ledy: No Comment, Sorry Ya

Dicecar Soal Dugaan Terima Mobil dan Apartemen, Legislator Bengkulu Vinna Ledy: No Comment, Sorry Ya

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 07:00 WIB

5 Shio Paling Hoki 30 Oktober 2026: Panen Rezeki di Hari Kerbau Api

5 Shio Paling Hoki 30 Oktober 2026: Panen Rezeki di Hari Kerbau Api

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 06:56 WIB

Digugat di PTUN, Kuasa Hukum Beberkan Rute Pendidikan Wapres Gibran dari O Level hingga S1

Digugat di PTUN, Kuasa Hukum Beberkan Rute Pendidikan Wapres Gibran dari O Level hingga S1

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 06:33 WIB

Dijemput Keluarga dan LBH, 34 Orang Pascademo Ricuh di Malioboro Resmi Dipulangkan

Dijemput Keluarga dan LBH, 34 Orang Pascademo Ricuh di Malioboro Resmi Dipulangkan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 06:04 WIB

×