Membaca, Menjelajah Kota, dan Bertemu Orang Baru Bersama LiteraTOUR

Bimo Aria Fundrika

Minggu, 21 Juni 2026 | 09:59 WIB
Membaca, Menjelajah Kota, dan Bertemu Orang Baru Bersama LiteraTOUR
Potret Peserta Jelajah Buku dan Kota bersama LiteraTOUR dan Stories On Foot (Dok.pribadi/LiteraTOUR)

Konsep tersebut mungkin terdengar sederhana, tetapi memiliki makna yang lebih luas. LiteraTOUR tidak sekadar mengajak orang membuka buku di dalam bus atau kereta. Mereka berusaha menghadirkan ruang publik sebagai tempat yang ramah bagi aktivitas membaca, sekaligus menunjukkan bahwa literasi dapat tumbuh di tengah hiruk pikuk perkotaan.

Ia juga bercerita bahwa masih ada beberapa anggapan bahwa membaca di ruang publik merupakan sesuatu yang tidak lazim. Banyak orang merasa aktivitas tersebut aneh atau bahkan canggung dilakukan di tengah keramaian. Oleh karena itu, LiteraTOUR ingin menghadirkan pemandangan baru yang perlahan dapat mengubah cara pandang masyarakat.

"Dengan sering orang melihat dan melakukan membaca di ruang publik, di transportasi umum, itu jadi hal yang normal. Kami juga mengajak orang-orang yang mungkin bingung di transportasi umum itu ngapain, salah satunya bisa jadi membaca," katanya. 

Sejak berdiri, kegiatan utama LiteraTOUR memang berpusat pada membaca bersama di transportasi umum. Namun, seiring waktu, bentuk aktivitasnya semakin berkembang. Bersama program Stories on Foot, Wahyu ikut bergabung dan mereka mulai menghubungkan buku dengan pengalaman menjelajahi kota melalui berbagai kegiatan kreatif yang tidak hanya berfokus pada aktivitas membaca.

Wahyu menjelaskan bahwa sebuah cerita tidak hanya dapat dinikmati melalui halaman buku, tetapi juga melalui ruang tempat cerita itu hidup. Saat ini, mereka tengah mengembangkan berbagai konsep seperti tur berdasarkan latar sebuah buku, diskusi mengenai kota melalui karya sastra, hingga aktivitas mendengarkan audiobook sambil berjalan kaki.

"Buku itu bisa dinikmati dari beragam cara. Tidak cuma dibaca saja, tapi juga bisa merespons kota, bisa merespons ruang, dan bisa dilakukan secara bersama-sama dengan cara yang lebih seru-seru," jelas Wahyu.

Membaca Bukan Sekadar Belajar

Potret Sesi Sharing Setelah Melakukan Kegiatan Jelajah Kota dan Buku oleh LiteraTOUR dan Stories On Foot (Dok.pribadi/Natasha Suhendra)
Potret Sesi Sharing Setelah Melakukan Kegiatan Jelajah Kota dan Buku oleh LiteraTOUR dan Stories On Foot (Dok.pribadi/Natasha Suhendra)

Berbagai eksperimen tersebut lahir dari keinginan membuat membaca terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Selama ini, banyak orang menganggap membaca sebagai aktivitas yang berat dan harus menghasilkan pengetahuan baru. Padahal, menurut Wahyu, membaca juga dapat dilakukan semata-mata untuk menikmati cerita.

Ia menyebut konsep reading for pleasure sebagai sesuatu yang masih jarang dibicarakan di Indonesia. Membaca bukan selalu soal belajar, melainkan juga hiburan yang mampu memberi ruang bagi seseorang untuk melambat di tengah kehidupan yang serba cepat.

"Mungkin kita merasa membaca itu adalah belajar, harus mendapatkan sesuatu dari membaca. Padahal, membaca itu ada macamnya, bisa membaca untuk kegembiraan, for pleasure, dan membaca pun bisa dilakukan bersama-sama. Buku pun bisa dibahas, nggak cuma buat dibaca," ungkapnya. 

baca juga

Di tengah dominasi media sosial dan konten berdurasi singkat, LiteraTOUR justru memilih pendekatan yang berbeda. Mereka tidak memosisikan teknologi sebagai musuh, melainkan sebagai ruang untuk menyebarkan semangat literasi dan memperkenalkan berbagai aktivitas membaca kepada masyarakat yang lebih luas.

Wahyu mengatakan, generasi muda saat ini justru memiliki ketertarikan besar terhadap pengalaman yang bersifat langsung dan melibatkan interaksi sosial. Setelah terbiasa beraktivitas secara daring, banyak orang kini mencari ruang untuk bertemu, berdiskusi, dan membangun relasi secara tatap muka.

"Ternyata kita butuh terhubung dengan orang lain. Butuh ketemu langsung dan ngobrol langsung. Itu kebutuhan manusiawi banget," katanya.

Bagi LiteraTOUR, buku akhirnya menjadi medium untuk mempertemukan banyak hal sekaligus, yaitu perjalanan, ruang kota, percakapan, hingga pertemanan baru. Membaca bukan lagi aktivitas yang dilakukan sendirian, melainkan pengalaman kolektif yang membuka ruang diskusi sekaligus cara baru untuk menikmati sebuah kota.

Dengan semangat tersebut, LiteraTOUR terus menghadirkan berbagai aktivasi yang memadukan literasi dengan ruang publik. Sebuah upaya sederhana untuk menunjukkan bahwa membaca tidak harus dilakukan di tempat yang sunyi, tetapi juga bisa tumbuh di tengah riuhnya kota dan perjalanan sehari-hari.

Penulis: Natasha Suhendra

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lari dari Adiksi Gawai dan Stres Domestik: Para Ibu di Klabu Temukan Kewarasan Lewat Literasi

Lari dari Adiksi Gawai dan Stres Domestik: Para Ibu di Klabu Temukan Kewarasan Lewat Literasi

Your Say | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:50 WIB

Metromini dan Kopaja Sudah Pergi, tapi Jakarta Belum Selesai Merindukannya

Metromini dan Kopaja Sudah Pergi, tapi Jakarta Belum Selesai Merindukannya

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:15 WIB

Halo Tante dan Om! Cara Komunitas Ini Mengubah Pola Asuh Kaku Menjadi Lebih Inklusif

Halo Tante dan Om! Cara Komunitas Ini Mengubah Pola Asuh Kaku Menjadi Lebih Inklusif

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:17 WIB

Terkini

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:40 WIB

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:39 WIB

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

Sumsel | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:29 WIB

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus

Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:36 WIB

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Bogor | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:17 WIB

×