Membaca, Menjelajah Kota, dan Bertemu Orang Baru Bersama LiteraTOUR

Bimo Aria Fundrika

Minggu, 21 Juni 2026 | 09:59 WIB
Membaca, Menjelajah Kota, dan Bertemu Orang Baru Bersama LiteraTOUR
Potret Peserta Jelajah Buku dan Kota bersama LiteraTOUR dan Stories On Foot (Dok.pribadi/LiteraTOUR)

Suara.com - Jenuh. Itulah perasaan yang akhir-akhir ini sering kurasakan. Pulang pergi setiap hari. Menjalani rutinitas yang sama. Tiada henti. Sampai di suatu hari, saat sedang scroll media sosial, aku menemukan hal unik yang membuatku sempat terdiam. Membaca buku sambil naik transportasi umum

Bagaimana bisa? Apakah kita akan tetap fokus? Ribet nggak, sih?

Dipenuhi rasa penasaran sekaligus ingin mencoba pengalaman baru, akhirnya aku memutuskan untuk mendaftar dan mengikuti kegiatan tersebut. Kebetulan, pada 14 Juni 2026 mereka mengadakan kegiatan baca bersama di TransJakarta hasil kolaborasi dengan Patjar Merah, dengan rute dari Halte Blok M menuju Tosari. 

Perasaan menggebu-gebu menghampiriku selama perjalanan menuju lokasi. Sesampainya di sana, aku langsung menghampiri titik temu yang sudah dibagikan. Senyuman ramah menyambutku. Selama menunggu teman-teman lainnya datang, kami duduk melingkar sambil bercengkerama dan saling berkenalan. Seru rasanya bisa bertemu teman-teman baru dengan ketertarikan yang sama terhadap buku. 

Sekitar pukul 11.00 WIB acara dimulai. Sebelum memulai perjalanan, Nabila Putri dan Wahyu Novianto selaku penyelenggara membuka acara dengan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan. Selain itu, kami juga diminta memperkenalkan diri satu per satu sekaligus menyebutkan buku apa yang sedang dibaca. 

Membaca di Tengah Ramainya Bus

Setelah kegiatan selesai, kami berjalan menuju Halte Blok M Hub. Kawasan Blok M saat itu tampak padat seperti biasa. Perjalanan menuju Halte Tosari juga ramai karena bertepatan dengan agenda maraton di sekitar lokasi.

Di dalam bus yang penuh dan ruang gerak terbatas, aku tetap mencoba fokus membaca buku yang kubawa. Awalnya sedikit terganggu oleh keramaian, namun perlahan aku kembali larut dalam bacaan hingga tidak terlalu memperhatikan kondisi sekitar.

Tak terasa, kami tiba di Halte Tosari. Di sana, kami kembali berkumpul untuk saling berbagi pengalaman membaca selama perjalanan sambil menikmati kudapan yang telah disiapkan. Acara dilanjutkan dengan sesi foto bersama, lalu ditutup dengan rekomendasi buku dari Nabila dan Wahyu kepada para peserta.

Setelah acara berakhir, aku berkesempatan mewawancarai Wahyu Novianto, salah satu pengurus LiteraTOUR sekaligus content creator buku di akun @awaywithbooks.

baca juga

LiteraTOUR, Berawal dari Sebuah Keresahan Akan Akses Transportasi Umum

Potret Kegiatan Membaca di Transportasi Umum (Dok.pribadi/LiteraTOUR)
Potret Kegiatan Membaca di Transportasi Umum (Dok.pribadi/LiteraTOUR)

Di balik kegiatan membaca di dalam bus atau kereta, LiteraTOUR berangkat dari keresahan terhadap kehidupan perkotaan. Bagi Wahyu Novianto, transportasi umum tidak hanya soal mobilitas, tetapi juga ruang yang bisa dimanfaatkan untuk menumbuhkan budaya literasi dan mempererat kedekatan warga dengan kotanya.

Ia menjelaskan, gagasan ini pertama kali datang dari Nabila Putri, inisiator LiteraTOUR, yang menyoroti kondisi transportasi umum—khususnya di Surabaya—yang dinilai belum terhubung optimal dan belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. Dari situ, muncul ide untuk menghadirkan pengalaman berbeda dalam menggunakan transportasi umum, yakni sambil membaca buku.

“Awalnya LiteraTOUR datang dari keresahan bahwa transportasi umum, terutama di Surabaya, itu kurang terhubung dengan baik. Jadi pengennya membuat teman-teman sadar bagaimana transportasi umum dan seperti apa yang diharapkan,” ujar Wahyu.

Dari keresahan tersebut, lahir gerakan sederhana yang menggabungkan literasi dengan pengalaman menjelajahi kota. Menurut Wahyu, perjalanan tidak harus diisi dengan gawai semata. Sebaliknya, ruang tersebut bisa dimanfaatkan untuk membaca, menikmati cerita, sekaligus merasakan dinamika kota lewat buku yang dibaca.

Membaca Tidak Hanya Bisa Dilakukan di Perpustakaan

Potret Kegiatan Membaca di Transportasi Umum (Dok.pribadi/Natasha Suhendra)
Potret Kegiatan Membaca di Transportasi Umum (Dok.pribadi/Natasha Suhendra)

Menurut Wahyu, membaca tidak harus selalu identik dengan suasana sunyi di perpustakaan atau duduk berjam-jam di meja belajar. Justru, membaca dapat menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari, termasuk ketika seseorang sedang bepergian menggunakan transportasi umum. Melalui konsep tersebut, LiteraTOUR ingin menghadirkan pengalaman baru yang memadukan literasi dengan ruang publik.

"LiteraTOUR itu konsepnya sebenarnya membaca buku bersama di public transportation, karena ingin mengampanyekan membaca dan menggunakan transportasi umum. Mengalami kota pakai transportasi umum seperti apa sambil membaca. Biasanya dari titik baca satu ke titik baca yang lain," tutur Wahyu. 

Konsep tersebut mungkin terdengar sederhana, tetapi memiliki makna yang lebih luas. LiteraTOUR tidak sekadar mengajak orang membuka buku di dalam bus atau kereta. Mereka berusaha menghadirkan ruang publik sebagai tempat yang ramah bagi aktivitas membaca, sekaligus menunjukkan bahwa literasi dapat tumbuh di tengah hiruk pikuk perkotaan.

Ia juga bercerita bahwa masih ada beberapa anggapan bahwa membaca di ruang publik merupakan sesuatu yang tidak lazim. Banyak orang merasa aktivitas tersebut aneh atau bahkan canggung dilakukan di tengah keramaian. Oleh karena itu, LiteraTOUR ingin menghadirkan pemandangan baru yang perlahan dapat mengubah cara pandang masyarakat.

"Dengan sering orang melihat dan melakukan membaca di ruang publik, di transportasi umum, itu jadi hal yang normal. Kami juga mengajak orang-orang yang mungkin bingung di transportasi umum itu ngapain, salah satunya bisa jadi membaca," katanya. 

Sejak berdiri, kegiatan utama LiteraTOUR memang berpusat pada membaca bersama di transportasi umum. Namun, seiring waktu, bentuk aktivitasnya semakin berkembang. Bersama program Stories on Foot, Wahyu ikut bergabung dan mereka mulai menghubungkan buku dengan pengalaman menjelajahi kota melalui berbagai kegiatan kreatif yang tidak hanya berfokus pada aktivitas membaca.

Wahyu menjelaskan bahwa sebuah cerita tidak hanya dapat dinikmati melalui halaman buku, tetapi juga melalui ruang tempat cerita itu hidup. Saat ini, mereka tengah mengembangkan berbagai konsep seperti tur berdasarkan latar sebuah buku, diskusi mengenai kota melalui karya sastra, hingga aktivitas mendengarkan audiobook sambil berjalan kaki.

"Buku itu bisa dinikmati dari beragam cara. Tidak cuma dibaca saja, tapi juga bisa merespons kota, bisa merespons ruang, dan bisa dilakukan secara bersama-sama dengan cara yang lebih seru-seru," jelas Wahyu.

Membaca Bukan Sekadar Belajar

Potret Sesi Sharing Setelah Melakukan Kegiatan Jelajah Kota dan Buku oleh LiteraTOUR dan Stories On Foot (Dok.pribadi/Natasha Suhendra)
Potret Sesi Sharing Setelah Melakukan Kegiatan Jelajah Kota dan Buku oleh LiteraTOUR dan Stories On Foot (Dok.pribadi/Natasha Suhendra)

Berbagai eksperimen tersebut lahir dari keinginan membuat membaca terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Selama ini, banyak orang menganggap membaca sebagai aktivitas yang berat dan harus menghasilkan pengetahuan baru. Padahal, menurut Wahyu, membaca juga dapat dilakukan semata-mata untuk menikmati cerita.

Ia menyebut konsep reading for pleasure sebagai sesuatu yang masih jarang dibicarakan di Indonesia. Membaca bukan selalu soal belajar, melainkan juga hiburan yang mampu memberi ruang bagi seseorang untuk melambat di tengah kehidupan yang serba cepat.

"Mungkin kita merasa membaca itu adalah belajar, harus mendapatkan sesuatu dari membaca. Padahal, membaca itu ada macamnya, bisa membaca untuk kegembiraan, for pleasure, dan membaca pun bisa dilakukan bersama-sama. Buku pun bisa dibahas, nggak cuma buat dibaca," ungkapnya. 

Di tengah dominasi media sosial dan konten berdurasi singkat, LiteraTOUR justru memilih pendekatan yang berbeda. Mereka tidak memosisikan teknologi sebagai musuh, melainkan sebagai ruang untuk menyebarkan semangat literasi dan memperkenalkan berbagai aktivitas membaca kepada masyarakat yang lebih luas.

Wahyu mengatakan, generasi muda saat ini justru memiliki ketertarikan besar terhadap pengalaman yang bersifat langsung dan melibatkan interaksi sosial. Setelah terbiasa beraktivitas secara daring, banyak orang kini mencari ruang untuk bertemu, berdiskusi, dan membangun relasi secara tatap muka.

"Ternyata kita butuh terhubung dengan orang lain. Butuh ketemu langsung dan ngobrol langsung. Itu kebutuhan manusiawi banget," katanya.

Bagi LiteraTOUR, buku akhirnya menjadi medium untuk mempertemukan banyak hal sekaligus, yaitu perjalanan, ruang kota, percakapan, hingga pertemanan baru. Membaca bukan lagi aktivitas yang dilakukan sendirian, melainkan pengalaman kolektif yang membuka ruang diskusi sekaligus cara baru untuk menikmati sebuah kota.

Dengan semangat tersebut, LiteraTOUR terus menghadirkan berbagai aktivasi yang memadukan literasi dengan ruang publik. Sebuah upaya sederhana untuk menunjukkan bahwa membaca tidak harus dilakukan di tempat yang sunyi, tetapi juga bisa tumbuh di tengah riuhnya kota dan perjalanan sehari-hari.

Penulis: Natasha Suhendra

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lari dari Adiksi Gawai dan Stres Domestik: Para Ibu di Klabu Temukan Kewarasan Lewat Literasi

Lari dari Adiksi Gawai dan Stres Domestik: Para Ibu di Klabu Temukan Kewarasan Lewat Literasi

Your Say | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:50 WIB

Metromini dan Kopaja Sudah Pergi, tapi Jakarta Belum Selesai Merindukannya

Metromini dan Kopaja Sudah Pergi, tapi Jakarta Belum Selesai Merindukannya

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:15 WIB

Halo Tante dan Om! Cara Komunitas Ini Mengubah Pola Asuh Kaku Menjadi Lebih Inklusif

Halo Tante dan Om! Cara Komunitas Ini Mengubah Pola Asuh Kaku Menjadi Lebih Inklusif

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:17 WIB

Terkini

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:23 WIB

×