- Bus wisata double decker resmi beroperasi setiap akhir pekan sejak 13 Juni 2026 untuk mengelilingi destinasi populer Jakarta.
- Layanan shuttle harian telah tersedia untuk menghubungkan kawasan Pasadena dengan shelter utama guna mempermudah mobilitas rutin warga setempat.
- Kehadiran dua layanan transportasi terintegrasi ini bertujuan mengurangi ketergantungan kendaraan pribadi serta meningkatkan efisiensi perjalanan bagi warga dan pengunjung.
Suara.com - Pengunjung kawasan pesisir utara Jakarta kini memiliki alternatif transportasi baru untuk berkeliling.
Bus wisata double decker dan layanan shuttle resmi beroperasi sejak 13 Juni 2026.
Bus wisata W1 hadir khusus untuk akhir pekan dengan konsep perjalanan santai mengelilingi destinasi populer kawasan PIK2.
Layanan ini berangkat dari Halte Shibuya setiap Sabtu dan Minggu dengan enam jadwal, mulai pukul 11.30 WIB hingga 19.30 WIB.
Rute perjalanan mencakup sejumlah titik favorit, seperti kawasan hiburan, pusat kuliner, hingga area pantai.
Beberapa di antaranya meliputi Aloha, Pantai Pasir Putih, Central Market, hingga Sunset Pier yang dikenal sebagai lokasi menikmati suasana senja.
Selain menawarkan mobilitas, bus tingkat ini juga memberikan pengalaman wisata tersendiri.
Penumpang dapat menikmati pemandangan kawasan dari dek atas sambil berpindah dari satu destinasi ke destinasi lain.
Salah satu pengunjung, Nina Kurnia, menilai kehadiran bus tersebut membuat agenda akhir pekan lebih fleksibel.
“Kalau membawa anak, biasanya kami pilih satu tempat karena takut capek mencari parkir. Dengan bus ini, kami bisa turun di beberapa titik dan menikmati perjalanan juga,” ujarnya.
Di sisi lain, layanan Shuttle Bus Rute 05 dihadirkan untuk mendukung mobilitas harian warga.
Rute ini menghubungkan kawasan Pasadena dengan Shelter utama yang menjadi titik transit penting.
Dari Pasadena, shuttle beroperasi mulai pukul 06.00 WIB hingga 20.20 WIB. Sementara dari Shelter PIK2, layanan tersedia sejak pukul 06.35 WIB hingga 20.55 WIB.
Rute shuttle melewati sejumlah kawasan permukiman, sekolah, hingga area komersial.
Di antaranya Tzu Chi School, Bizpark, Pasir Putih Residence, hingga Tokyo Riverside Selatan.
Warga Pasadena, Muhammad Reza, menyebut layanan ini membantu aktivitas sehari-hari.
“Shelter itu penting karena dari sana akses ke kawasan lain lebih terbuka. Jadi warga tidak selalu harus naik kendaraan pribadi,” katanya.
Kehadiran dua layanan ini menunjukkan upaya pengelola kawasan dalam menghadirkan sistem transportasi yang lebih terintegrasi.
Bus wisata ditujukan untuk pengalaman rekreasi, sementara shuttle mendukung kebutuhan mobilitas rutin.
Dengan pilihan transportasi yang semakin beragam, pengunjung dan warga kini dapat menjelajahi kawasan dengan lebih mudah.
Selain mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi, layanan ini juga memberi alternatif perjalanan yang lebih praktis dan efisien.