- Wamenpar Ni Luh Puspa mengimbau pelaku wisata Dieng menjaga kualitas layanan dan keselamatan saat libur sekolah Juni-Juli 2026.
- Pemerintah menargetkan 34.020 kunjungan wisatawan di Dieng dengan memperkuat mitigasi risiko serta penerapan standar operasional prosedur yang ketat.
- Kementerian Pariwisata berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas demi meningkatkan dampak ekonomi positif bagi masyarakat lokal.
Suara.com - Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa mengingatkan seluruh pelaku wisata di kawasan Dieng, Jawa Tengah, agar tidak hanya berfokus pada lonjakan jumlah wisatawan saat libur sekolah, tetapi juga memastikan aspek keselamatan dan kualitas layanan tetap terjaga.
Peringatan itu disampaikan menyusul proyeksi meningkatnya kunjungan wisatawan ke kawasan Dieng selama periode libur sekolah Juni-Juli 2026.
"Kami terus mengimbau pengelola destinasi, pengelola homestay, dan seluruh pelaku wisata agar mempersiapkan diri secara optimal serta memberikan layanan prima kepada wisatawan," kata Ni Luh dalam keterangannya, Minggu (21/6/2026).
Menurut Ni Luh, lonjakan mobilitas wisatawan harus diantisipasi dengan kesiapan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pengelola destinasi, pengelola penginapan, hingga pelaku usaha wisata lainnya.
Pemerintah daerah memproyeksikan jumlah perjalanan wisatawan selama masa libur sekolah mencapai sekitar 34.020 perjalanan.
Karena itu, Kementerian Pariwisata bersama pemerintah daerah berupaya memastikan seluruh destinasi siap menghadirkan pengalaman wisata yang aman, nyaman, dan berkualitas.
"Pariwisata berkualitas harus menjadi tujuan bersama. Bukan hanya menghadirkan daya tarik wisata, tetapi juga memastikan pengelolaan destinasi dilakukan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan," ujar Ni Luh.

Dalam kunjungannya ke Desa Wisata Dieng Kulon, Ni Luh meninjau sejumlah destinasi unggulan seperti Kawah Sikidang, Telaga Warna, dan Kompleks Candi Arjuna.
Ia juga meminta pengelola destinasi kembali memastikan penerapan standar operasional prosedur (SOP), memperkuat mitigasi risiko, serta menerapkan prinsip pariwisata berkelanjutan.
Kawasan Dieng yang berada di perbatasan Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara selama ini menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan saat musim libur sekolah.
Selain panorama pegunungan dan udara sejuk, kawasan tersebut juga dikenal dengan fenomena embun es atau Bun Upas yang biasanya muncul pada akhir Mei hingga Juni.
Kepada wisatawan, Ni Luh mengingatkan agar mempersiapkan diri menghadapi suhu dingin khas Dieng serta memastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum melakukan perjalanan.
Selain itu, Kementerian Pariwisata juga mendorong pemerintah daerah dan pengelola destinasi memperkuat koordinasi dengan kepolisian guna mengantisipasi kepadatan wisatawan selama masa liburan.
Polres Wonosobo juga telah menyiagakan personel untuk melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas di sejumlah titik strategis menuju kawasan wisata Dieng, termasuk jalur tanjakan, persimpangan, dan lokasi yang berpotensi mengalami kemacetan.
Ni Luh berharap lonjakan kunjungan wisatawan selama libur sekolah dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat sekitar.
"Meningkatnya kunjungan wisatawan selama periode libur sekolah ini diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi yang semakin besar bagi masyarakat sekitar destinasi," pungkasnya.