Bukan Sekadar Tempat Wisata: Industri Pariwisata Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Lokal

Dinda Rachmawati

Senin, 22 Juni 2026 | 16:18 WIB
Bukan Sekadar Tempat Wisata: Industri Pariwisata Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Lokal
Transformasi Pariwisata: Saat Destinasi Harus Memberi Dampak, Bukan Hanya Kunjungan (AI Generated)
baca 10 detik
  • PIK Tourism Board menggelar Tourism Workshop Vol. 4 pada 10 Juni 2026 untuk membahas transformasi pengembangan pariwisata berkelanjutan.
  • Pengembangan pariwisata kini difokuskan pada pemberdayaan lingkungan, seni budaya, serta peningkatan ekonomi lokal melalui kolaborasi berbagai pihak.
  • Strategi ini bertujuan menciptakan destinasi wisata yang tidak hanya menarik pengunjung, tetapi juga memberikan kontribusi sosial jangka panjang.

Suara.com - Pariwisata kini tidak lagi sekadar soal destinasi yang indah atau tempat yang ramai dikunjungi. Dalam perkembangannya, sektor ini mulai dipahami sebagai ruang yang lebih luas, tempat di mana pengalaman wisata, keberlanjutan lingkungan, hingga dampak ekonomi dan sosial bertemu dalam satu ekosistem yang saling terhubung.

Gagasan inilah yang menjadi sorotan dalam Tourism Workshop Vol. 4 yang digelar PIK Tourism Board pada Rabu, 10 Juni 2026. Mengusung tema “Building Impact Together: From Destination to Contribution,” forum ini menekankan pentingnya perubahan cara pandang dalam mengembangkan pariwisata, dari sekadar destinasi menjadi ruang kontribusi yang memberi manfaat lebih luas.

Dalam konteks kawasan, pariwisata tidak lagi diposisikan hanya sebagai magnet kunjungan, tetapi juga sebagai penggerak nilai bagi lingkungan, budaya, komunitas, dan ekonomi lokal. 

Pendekatan ini menjadi semakin relevan di tengah meningkatnya tuntutan terhadap destinasi wisata yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga bertanggung jawab secara sosial dan berkelanjutan.

Head of Tourism Development Agung Sedayu Group, Fenny Maria, menegaskan bahwa arah pengembangan pariwisata saat ini perlu melampaui sekadar daya tarik fisik.

“Pariwisata hari ini tidak cukup hanya menghadirkan destinasi yang menarik. Pariwisata juga harus memberi kontribusi bagi lingkungan, budaya, komunitas, dan ekonomi lokal,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menyoroti pergeseran penting dalam industri ini, di mana keberhasilan sebuah destinasi tidak hanya diukur dari jumlah kunjungan, tetapi juga dari dampak yang dihasilkan bagi ekosistem di sekitarnya.

Lebih jauh, Fenny juga menekankan bahwa pengembangan destinasi membutuhkan kolaborasi lintas pihak. Tanpa kerja sama yang solid, sebuah kawasan wisata berisiko tumbuh secara tidak seimbang, ramai secara kunjungan, tetapi minim kontribusi jangka panjang bagi masyarakat sekitar.

“Kami ingin destinasi berkembang sebagai ruang bersama. Bukan hanya tempat untuk dikunjungi, tetapi juga tempat yang memberi nilai dan dampak bagi masyarakat di sekitarnya,” tambahnya.

baca juga

Dalam workshop tersebut, diskusi juga mengerucut pada tiga pilar utama pengembangan pariwisata, yaitu lingkungan berkelanjutan, seni dan budaya, serta UMKM dan ekonomi lokal. 

Ketiga aspek ini dipandang sebagai fondasi penting dalam menciptakan destinasi yang tidak hanya hidup secara visual, tetapi juga hidup secara sosial dan ekonomi.

Dari sisi perencanaan, Tourism Planning and Research Analyst, Raras Wening Pratiti, menekankan pentingnya pendekatan yang lebih terukur dalam membangun destinasi wisata.

“Pengembangan destinasi perlu melihat banyak aspek, mulai dari kebutuhan pengunjung, potensi kawasan, lingkungan, hingga keterlibatan masyarakat. Dari sana, pariwisata bisa memberi nilai yang lebih luas,” ungkapnya.

Pernyataan ini memperkuat pandangan bahwa pariwisata modern tidak bisa dibangun secara parsial. Dibutuhkan pemetaan yang menyeluruh agar setiap pengembangan tidak hanya menjawab kebutuhan wisatawan, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan kawasan dan kesejahteraan masyarakat lokal.

Melalui Tourism Workshop Vol. 4, PIK Tourism Board mendorong arah baru pariwisata yang lebih kolaboratif, berkelanjutan, dan berdampak. 

Sebuah pendekatan yang tidak hanya membangun destinasi, tetapi juga membangun kontribusi, bagi lingkungan, budaya, dan kehidupan masyarakat yang berada di dalamnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cerita Inspiratif: Desa Batuah Menyulam Harapan dari Hasil Alam

Cerita Inspiratif: Desa Batuah Menyulam Harapan dari Hasil Alam

Video | Senin, 22 Juni 2026 | 12:47 WIB

Menyambangi Gua Hira, Ruang Sunyi di Puncak Jabal Nur

Menyambangi Gua Hira, Ruang Sunyi di Puncak Jabal Nur

Foto | Senin, 22 Juni 2026 | 11:00 WIB

Wamenpar Wanti-wanti Pelaku Wisata Dieng: Utamakan Keselamatan di Tengah Lonjakan Turis!

Wamenpar Wanti-wanti Pelaku Wisata Dieng: Utamakan Keselamatan di Tengah Lonjakan Turis!

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 20:42 WIB

Terkini

Modus Minta Salaman Berujung Kecupan, Kasatpol PP Tangerang Dilaporkan ke Polisi

Modus Minta Salaman Berujung Kecupan, Kasatpol PP Tangerang Dilaporkan ke Polisi

News | Selasa, 22 September 2026 | 13:27 WIB

Jalur Sepeda di Jakarta Tetap Dipertahankan, Dishub DKI Bakal Evaluasi Sejumlah Ruas

Jalur Sepeda di Jakarta Tetap Dipertahankan, Dishub DKI Bakal Evaluasi Sejumlah Ruas

News | Selasa, 22 September 2026 | 13:27 WIB

Kipas Angin Gantung yang Bagus Merek Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Beserta Harganya

Kipas Angin Gantung yang Bagus Merek Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Beserta Harganya

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 13:25 WIB

Weton Ketemu 31 Artinya Apa dalam Perjodohan? Ini Maknanya

Weton Ketemu 31 Artinya Apa dalam Perjodohan? Ini Maknanya

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 13:25 WIB

Spontan Tapi Tak Bermutu, Sentilan Pedas Ryaas Rasyid untuk Pidato Prabowo

Spontan Tapi Tak Bermutu, Sentilan Pedas Ryaas Rasyid untuk Pidato Prabowo

News | Selasa, 22 September 2026 | 13:23 WIB

Puncak HUT Ke-81 TNI Batal Digelar di Monas, Upacara Dialihkan ke Cilangkap

Puncak HUT Ke-81 TNI Batal Digelar di Monas, Upacara Dialihkan ke Cilangkap

News | Selasa, 22 September 2026 | 13:20 WIB

Paradoks Prestasi Akademik: Ketika Nilai Bagus Justru Jadi Bahan Ejekan

Paradoks Prestasi Akademik: Ketika Nilai Bagus Justru Jadi Bahan Ejekan

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 13:20 WIB

Mitos atau Fakta: Mencabut Colokan Listrik Kulkas dan TV Bisa Hemat Tagihan Bulanan?

Mitos atau Fakta: Mencabut Colokan Listrik Kulkas dan TV Bisa Hemat Tagihan Bulanan?

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 13:18 WIB

Menkeu Suahasil Merapat ke Istana, Sinyal Pematangan Rencana Sekolah dan Kuliah Negeri Gratis?

Menkeu Suahasil Merapat ke Istana, Sinyal Pematangan Rencana Sekolah dan Kuliah Negeri Gratis?

News | Selasa, 22 September 2026 | 13:15 WIB

BMKG Ungkap 2 Fenomena yang Bikin Musim Hujan Datang Terlambat

BMKG Ungkap 2 Fenomena yang Bikin Musim Hujan Datang Terlambat

News | Selasa, 22 September 2026 | 13:15 WIB

×