Sensus Ekonomi 2026 untuk Apa? Ini Alasan Pemerintah Mendata Semua Jenis Usaha

Farah Nabilla

Senin, 22 Juni 2026 | 10:44 WIB
Sensus Ekonomi 2026 untuk Apa? Ini Alasan Pemerintah Mendata Semua Jenis Usaha
Ilustrasi Sensus Ekonomi 2026. (YouTube/ BPS Kabupaten Mojokerto)
baca 10 detik
  • Badan Pusat Statistik akan melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 di seluruh wilayah Indonesia pada tanggal 15 Juni hingga 31 Agustus.
  • Pendataan mencakup seluruh sektor usaha mulai dari skala mikro hingga besar untuk menyediakan data dasar ekonomi yang akurat.
  • Hasil sensus digunakan pemerintah pusat dan daerah sebagai acuan strategis dalam menyusun kebijakan pembangunan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Suara.com - Sensus Ekonomi 2026 untuk apa? Pertanyaan ini banyak muncul menjelang pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Kegiatan yang dilakukan setiap 10 tahun sekali ini memiliki peran besar dalam memotret kondisi perekonomian Indonesia secara menyeluruh.

Melalui Sensus Ekonomi, pemerintah memperoleh data dasar mengenai aktivitas usaha di berbagai sektor. Informasi tersebut kemudian menjadi acuan dalam menyusun kebijakan yang tepat sasaran demi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Apa Itu Sensus Ekonomi?

Dikutip dari laman resminya, Badan Pusat Statistik menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi merupakan program pemerintah untuk menyediakan data dasar seluruh kegiatan ekonomi di Indonesia. Pendataan ini mencakup berbagai jenis usaha dari skala mikro hingga perusahaan besar.

Sensus Ekonomi 2026 akan menjangkau 18 kategori kegiatan ekonomi, yaitu:

  • Pertanian, kehutanan, dan perikanan.
  • Pertambangan dan penggalian.
  • Industri.
  • Penyediaan listrik, gas, uap, dan udara dingin.
  • Pengadaan air, pengelolaan air limbah, serta remediasi.
  • Konstruksi.
  • Perdagangan besar dan eceran.
  • Transportasi dan penyimpanan.
  • Penyediaan akomodasi serta makan dan minum.
  • Penerbitan, penyiaran, produksi, dan distribusi konten.
  • Telekomunikasi, pemrograman, konsultasi, infrastruktur komputasi, dan jasa informasi lainnya.
  • Keuangan dan asuransi.
  • Real estat.
  • Aktivitas profesional, ilmiah, dan teknis.
  • Aktivitas administratif dan jasa penunjang usaha.
  • Pendidikan.
  • Kesehatan manusia dan aktivitas sosial.
  • Kesenian, olahraga, rekreasi, aktivitas jasa lainnya, serta aktivitas badan internasional dan badan ekstra internasional lainnya.

Dengan cakupan seluas itu, pemerintah dapat memperoleh gambaran utuh tentang kondisi ekonomi Indonesia dari berbagai sektor.

Sensus Ekonomi 2026 untuk Apa?

BPS menyebutkan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi memiliki sejumlah tujuan penting.

1. Mendukung Pengambilan Kebijakan Strategis
Data hasil sensus menjadi dasar pemerintah dalam merancang berbagai kebijakan ekonomi. Mulai dari program pemberdayaan UMKM, pengembangan industri, hingga penyusunan strategi investasi nasional.

baca juga

Kebijakan yang dibuat berdasarkan data yang akurat dinilai lebih efektif dalam menjawab kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha.

2. Memahami Tren dan Isu Terkini Perekonomian
Dunia usaha terus berubah, termasuk akibat perkembangan teknologi digital, perubahan pola konsumsi, hingga dinamika ekonomi global.

Melalui Sensus Ekonomi 2026, pemerintah dapat melihat tren terbaru, tantangan yang dihadapi pelaku usaha, serta peluang ekonomi yang perlu dikembangkan.

3. Mendukung Kebijakan Ekonomi Digital, Inklusif, dan Berkelanjutan
Indonesia tengah mendorong transformasi ekonomi berbasis digital. Karena itu, data terbaru sangat dibutuhkan untuk memastikan kebijakan yang dibuat mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang merata, inklusif, dan berkelanjutan.

Hasil sensus dapat membantu pemerintah menyusun langkah yang sesuai dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan kelompok usaha kecil.

Pentingnya Sensus Ekonomi 2026 juga mendapat perhatian dari Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian. Ia mendorong seluruh pemerintah daerah untuk berkolaborasi dengan Badan Pusat Statistik agar pelaksanaan sensus dapat berjalan optimal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terpopuler: Cushion Anti Luntur saat Berkeringat, Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026

Terpopuler: Cushion Anti Luntur saat Berkeringat, Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026

Lifestyle | Senin, 22 Juni 2026 | 06:35 WIB

Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha

Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha

Lifestyle | Minggu, 21 Juni 2026 | 16:11 WIB

DPRD DKI Dukung Sensus Ekonomi 2026, Data Akurat Kebijakan Pembangunan

DPRD DKI Dukung Sensus Ekonomi 2026, Data Akurat Kebijakan Pembangunan

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 13:41 WIB

Mendagri Teken SEB dengan Kepala BPS, Minta Pemda Dukung Sensus Ekonomi 2026

Mendagri Teken SEB dengan Kepala BPS, Minta Pemda Dukung Sensus Ekonomi 2026

News | Senin, 15 Juni 2026 | 14:34 WIB

Jakarta 499 Tahun: Kota yang Berlari, Kelas Menengah yang Kehabisan Napas

Jakarta 499 Tahun: Kota yang Berlari, Kelas Menengah yang Kehabisan Napas

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 10:54 WIB

BPS Ramal Produksi Padi dan Beras Nasional Turun 3 Bulan ke Depan

BPS Ramal Produksi Padi dan Beras Nasional Turun 3 Bulan ke Depan

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 12:56 WIB

Terkini

Bus Listrik Dinilai Bisa Tekan Biaya Transportasi, Bagaimana Bisa?

Bus Listrik Dinilai Bisa Tekan Biaya Transportasi, Bagaimana Bisa?

News | Jum'at, 06 November 2026 | 14:09 WIB

5 Rekomendasi Sneakers Lokal Tahan Air dan Anti Licin untuk Musim Hujan

5 Rekomendasi Sneakers Lokal Tahan Air dan Anti Licin untuk Musim Hujan

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 14:08 WIB

Eks Kabareskrim Susno Duadji Yakin Akan Ada Tersangka Penyadapan Prabowo di Luar Polri

Eks Kabareskrim Susno Duadji Yakin Akan Ada Tersangka Penyadapan Prabowo di Luar Polri

News | Jum'at, 06 November 2026 | 14:07 WIB

Jakarta Siaga Banjir! 200 RW Masih Rawan, BPBD Siapkan 403 Lokasi Pengungsian

Jakarta Siaga Banjir! 200 RW Masih Rawan, BPBD Siapkan 403 Lokasi Pengungsian

News | Jum'at, 06 November 2026 | 14:04 WIB

Soal Insentif Mobil Hybrid, Menperin: Ternyata Banyak Perspektif dari Sektor Lain

Soal Insentif Mobil Hybrid, Menperin: Ternyata Banyak Perspektif dari Sektor Lain

Otomotif | Jum'at, 06 November 2026 | 14:04 WIB

Cadangan Devisa Naik Tembus Rp2.657 Triliun di Akhir Oktober

Cadangan Devisa Naik Tembus Rp2.657 Triliun di Akhir Oktober

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 14:02 WIB

Novel Chronicles of Natha: Misi Balas Dendam dan Penyamaran Putri Ayana

Novel Chronicles of Natha: Misi Balas Dendam dan Penyamaran Putri Ayana

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 14:00 WIB

Harley-Davidson Terbaru Semurah Kawasaki 250cc? Intip Pesona Sprint 440 yang Bikin Geger

Harley-Davidson Terbaru Semurah Kawasaki 250cc? Intip Pesona Sprint 440 yang Bikin Geger

Otomotif | Jum'at, 06 November 2026 | 13:59 WIB

Sudahkah Ruang Hijau Kota Lindungi Kelompok Paling Rentan? Studi Ungkap Ini

Sudahkah Ruang Hijau Kota Lindungi Kelompok Paling Rentan? Studi Ungkap Ini

News | Jum'at, 06 November 2026 | 13:57 WIB

Kas Daerah DIY Seret, Pemda Bidik Parkir hingga Penunggak Pajak jadi Sumber Pajak Baru

Kas Daerah DIY Seret, Pemda Bidik Parkir hingga Penunggak Pajak jadi Sumber Pajak Baru

Jogja | Jum'at, 06 November 2026 | 13:55 WIB

×