- Masyarakat dapat mengatur suhu AC untuk menjaga kompresor bekerja lebih efisien serta stabil.
- Pengguna disarankan memanfaatkan fitur hemat energi dan memastikan ruangan tertutup rapat.
- Perawatan rutin berupa pembersihan filter dapat menurunkan penggunaan daya listrik hingga lima belas persen.
Suara.com - Cuaca panas yang ekstrem membuat penggunaan Air Conditioner (AC) di rumah meningkat drastis. Namun, sering kali kenyamanan ini dibayar mahal dengan tagihan listrik yang melonjak atau token yang cepat habis.
Banyak orang salah kaprah dengan mengatur suhu AC di angka paling rendah agar cepat dingin, padahal kebiasaan ini adalah pemicu utama pemborosan listrik. Lantas, bagaimana cara mengakalinya?
Melansir dari berbagai sumber ahli energi dan manufaktur pendingin ruangan, berikut adalah 7 cara mengatur suhu AC agar ruangan tetap sejuk namun dompet tetap aman.
1. Setel Suhu Ideal di Angka 24-25 Derajat Celcius
Banyak pengguna mengira suhu 16 derajat adalah cara terbaik mendinginkan ruangan.
Faktanya, suhu ideal untuk kenyamanan manusia di iklim tropis adalah antara 24 hingga 26 derajat Celcius.
Mengutip dari laman resmi Kementerian ESDM, setiap penurunan satu derajat Celcius pada pengaturan AC dapat meningkatkan konsumsi energi sebesar 6% hingga 10%.
Dengan menjaga suhu di angka 24-25 derajat, kompresor tidak perlu bekerja terlalu keras, sehingga konsumsi listrik lebih stabil.

2. Hindari Menurunkan Suhu Secara Drastis
Saat masuk ke ruangan yang panas, jangan langsung menyetel AC ke suhu terendah.
Hal ini memaksa kompresor bekerja dengan daya maksimal (peak power) secara mendadak.
Mulailah dari suhu 25 derajat. Biarkan ruangan mendingin secara bertahap.
Efek dingin yang dirasakan tubuh sebenarnya lebih dipengaruhi oleh sirkulasi udara, bukan sekadar angka rendah pada remote.
3. Maksimalkan Fitur "Sleep Mode" di Malam Hari
Saat kita tidur, suhu tubuh manusia secara alami akan menurun. Jika AC tetap berada di suhu rendah hingga pagi, Anda tidak hanya kedinginan, tapi juga membuang energi percuma.