- Skechers mengakui penggunaan kulit babi pada model sepatu tertentu.
- Produsen mencantumkan detail komposisi bahan secara spesifik pada deskripsi produk dan kotak sepatu.
- Konsumen Muslim disarankan memeriksa label produk atau memilih seri berbahan sintetis dan vegan untuk menghindari material tersebut.
Suara.com - Isu mengenai bahan baku produk fesyen seperti sepatu yang memakai kulit babi kembali menuai perhatian belakangan ini.
Dalam Islam, penggunaan kulit babi atau pig skin adalah haram sehingga penting bagi konsumen Muslim untuk lebih teliti sebelum membeli sepatu.
Sejumlah merek internasional diketahui memakai kulit babi. Lantas bagaimana dengan Skechers? Mengingat merek ini menjadi salah satu yang cukup populer dipakai masyarakat tanah air. Berikut ulasannya.
Pernyataan Resmi
Sebagai salah satu produsen alas kaki global terpopuler, merek ini memiliki variasi model yang sangat luas di pasaran global.
Berdasarkan informasi resmi dari laman Skechers, pihak produsen secara terbuka memberikan transparansi mengenai bahan baku yang mereka gunakan.
Skechers menegaskan bahwa mayoritas produk mereka menggunakan bahan sintetis, tekstil, dan kulit alami yang bersumber dari sapi.
Meski demikian, pihak Skechers tidak menampik bahwa terdapat beberapa model sepatu tertentu yang menggunakan bahan pigskin leather atau kulit babi.
"Kami hanya menggunakan kulit alami premium, terutama kulit sapi. Jika kulit babi digunakan, kami menentukannya dalam deskripsi produk," demikian pernyataan di laman Skechers.ca.
Jika menggunakan kulit babi, akan tertulis kata "pigskin" pada deskripsi produk.
Sepatu Skechers yang Memakai Kulit Babi

Untuk di Indonesia sendiri, Skechers diketahui sangat jarang menjual sepatu yang menggunakan bahan kulit babi atau pigskin.
Sebagai contoh konkret, material pigskin leather ini tercatat digunakan pada bagian upper untuk beberapa model fesyen khusus, salah satunya adalah seri Skechers Strand Star - Radiant Rebel.
Komponen tersebut biasanya dipilih untuk mengejar tekstur suede tertentu yang berpori khas dan lembut.
Oleh karena itu, bagi konsumen yang memiliki preferensi khusus terhadap material tertentu, pemeriksaan label produk menjadi langkah yang sangat krusial.