- Mesin cuci memudahkan proses mencuci, tetapi pemilihan deterjen yang tepat juga memengaruhi hasil dan keawetan mesin.
- Deterjen bubuk dan cair memiliki kelebihan serta kekurangan masing-masing sesuai kebutuhan mencuci.
- Simak perbedaan keduanya agar dapat memilih deterjen yang paling efektif untuk mesin cuci di rumah.
Suara.com - Mencuci pakaian dengan mesin cuci memang lebih praktis dan menghemat waktu dibandingkan mencuci secara manual.
Namun, masih banyak orang yang bingung memilih jenis deterjen yang paling cocok digunakan agar hasil cucian bersih sekaligus mesin tetap awet.
Di pasaran, deterjen bubuk dan deterjen cair sama-sama tersedia dengan berbagai merek dan klaim keunggulan.
Kira-kira, mesin cuci sebaiknya memakai deterjen bubuk atau cair?
Simak perbedaan, kelebihan, dan kekurangan masing-masing agar kamu bisa menentukan pilihan yang paling efektif sesuai kebutuhan mencuci di rumah.
Mesin Cuci Sebaiknya Pakai Deterjen Bubuk atau Cair?

Mencuci pakaian menggunakan mesin cuci sebenarnya bisa memakai deterjen bubuk ataupun deterjen cair.
Namun, masing-masing jenis deterjen memiliki kelebihan dan kekurangan sehingga pemilihannya sebaiknya disesuaikan dengan jenis mesin cuci, kondisi pakaian, serta kebutuhan mencuci sehari-hari.
Menurut penjelasan di laman polytron.co.id yang dikenal sebagai salah satu merek mesin cuci andalan, deterjen bubuk dikenal lebih efektif untuk mengangkat noda membandel, seperti minyak, lumpur, dan sisa makanan.
Hal ini karena deterjen bubuk memiliki konsentrasi bahan aktif yang tinggi sehingga cocok digunakan untuk mencuci pakaian yang sangat kotor, termasuk handuk, seprai, atau pakaian berbahan tebal.
Di sisi lain, deterjen bubuk memiliki kelemahan karena membutuhkan waktu lebih lama untuk larut, terutama jika menggunakan air dingin.
Apabila tidak larut sempurna, sisa deterjen dapat menempel pada pakaian maupun menumpuk di dalam mesin cuci sehingga berpotensi menurunkan performa mesin dalam jangka panjang.

Sementara itu, deterjen cair lebih mudah larut dalam air, baik air dingin maupun hangat, sehingga tidak meninggalkan residu di pakaian.
Karena itu, deterjen cair dinilai lebih ramah terhadap mesin cuci dan cocok digunakan untuk pakaian sehari-hari maupun kain berbahan halus yang memerlukan perawatan lebih lembut.
Selain itu, jenis mesin cuci memengaruhi pilihan deterjen yang digunakan.
Untuk mesin cuci bukaan atas (top load), deterjen bubuk maupun cair sama-sama dapat digunakan, sedangkan mesin cuci bukaan depan (front load) lebih disarankan memakai deterjen cair atau deterjen khusus low suds karena menghasilkan busa lebih sedikit sehingga kinerja mesin tetap optimal.
Keterangan yang sama juga dituliskan di laman Samsung. Disarankan untuk menggunakan deterjen dengan konsentrat dan busa rendah agar tidak meninggalkan kerak pada tabung mesin cuci front load.
Jadi, mesin cuci sebaiknya memakai deterjen bubuk atau cair? Jawabannya bergantung pada kebutuhan.
Jika sering mencuci pakaian dengan noda berat, deterjen bubuk bisa menjadi pilihan yang lebih efektif.
Sedangkan jika mengutamakan kepraktisan, mudah larut, dan ingin menjaga mesin cuci tetap bersih dari residu, deterjen cair merupakan pilihan yang lebih direkomendasikan.
Keduanya dapat digunakan untuk mesin cuci, tapi memiliki karakteristik yang berbeda sehingga efektivitasnya bergantung pada jenis noda, suhu air, dan tipe mesin cuci yang digunakan.
Selain memilih jenis deterjen, pengguna juga perlu memperhatikan takaran pemakaian sesuai petunjuk pada kemasan.
Penggunaan deterjen yang berlebihan justru dapat meninggalkan sisa busa, membuat pakaian kurang bersih, bahkan berpotensi memengaruhi kinerja mesin cuci dalam jangka panjang.