- Olahraga rutin yang disertai pola makan sehat dapat membantu menurunkan berat badan secara efektif.
- Banyak orang bertanya apakah olahraga pagi atau sore lebih efektif untuk membakar kalori dan menurunkan berat badan.
- Simak perbandingan manfaat olahraga pagi dan sore serta jenis latihan yang mendukung penurunan berat badan.
Suara.com - Olahraga menjadi salah satu cara yang efektif untuk membantu menurunkan berat badan jika dilakukan secara rutin dan diimbangi dengan pola makan yang sehat.
Namun, masih banyak orang yang bertanya-tanya apakah waktu berolahraga juga berpengaruh terhadap hasil yang diperoleh.
Kira-kira, mana yang lebih efektif untuk menurunkan berat badan, olahraga pagi atau sore? Simak penjelasan dan jenis olahraga yang dapat membantu mencapai target berat badan secara lebih optimal.
Kapan Waktu Olahraga Terbaik untuk Menurunkan Berat Badan?

Banyak orang yang sedang menjalani program diet bertanya-tanya apakah olahraga pagi atau sore lebih efektif untuk menurunkan berat badan.
Hingga kini, para ahli menyebut tidak ada satu waktu yang mutlak terbaik karena efektivitas olahraga dipengaruhi oleh tujuan, kondisi tubuh, dan konsistensi dalam melakukannya.
Meski demikian, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa olahraga pada pagi hari memiliki keunggulan untuk membantu mengontrol berat badan.
Studi yang dirangkum Harvard Health menemukan bahwa orang yang rutin berolahraga antara pukul 07.00 hingga 09.00 pagi cenderung memiliki indeks massa tubuh (BMI) dan lingkar pinggang yang lebih rendah dibandingkan mereka yang berolahraga pada siang atau malam hari.
Olahraga pagi juga dinilai lebih mudah menjadi kebiasaan karena belum banyak gangguan dari aktivitas sehari-hari.
Selain itu, aktivitas fisik di pagi hari dapat membantu meningkatkan suasana hati, mengurangi nafsu makan pada sebagian orang, dan mendorong seseorang lebih aktif sepanjang hari.
Di sisi lain, olahraga sore atau malam memiliki kelebihan tersendiri, terutama dari sisi performa fisik. Pada waktu tersebut suhu tubuh cenderung lebih tinggi sehingga otot dan sendi lebih siap bekerja, yang membuat kekuatan, daya tahan, dan performa latihan dapat meningkat.
Melansir Health, bagi sebagian orang, olahraga sore juga menjadi cara efektif untuk mengurangi stres setelah beraktivitas seharian.
Namun, latihan dengan intensitas tinggi sebaiknya tidak dilakukan terlalu dekat dengan waktu tidur karena dapat mengganggu kualitas tidur pada sebagian individu.
Jika tujuan utama adalah menurunkan berat badan, waktu olahraga hanyalah salah satu faktor pendukung.
Menurut penjelasan ahli di laman Mayo Clinic, penurunan berat badan tetap bergantung pada keseimbangan antara asupan kalori dan kalori yang dibakar, disertai pola makan sehat serta aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin.
Orang dewasa juga dianjurkan melakukan setidaknya 150 menit aktivitas aerobik intensitas sedang atau 75 menit aktivitas intensitas tinggi setiap minggu.
Jadi, olahraga pagi atau sore, mana yang lebih efektif untuk menurunkan berat badan? Jika melihat hasil sejumlah penelitian, olahraga pagi memiliki sedikit keunggulan untuk pengelolaan berat badan.
Namun, para ahli sepakat bahwa waktu terbaik untuk berolahraga adalah waktu yang paling mudah Anda lakukan secara konsisten, karena rutinitas jangka panjang memberikan manfaat yang jauh lebih besar dibandingkan sekadar memilih jam tertentu.
Jenis Olahraga yang Efektif untuk Menurunkan Berat Badan

Dari banyaknya jenis olahraga, kira-kira apa saja pilihan yang dinilai efektif untuk menurunkan berat badan menurut ahli?
Merangkum laman Mayo Clinic dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), berikut beberapa jenis olahraga yang bisa dicoba untuk menurunkan berat badan:
1. Jalan Kaki Cepat (Brisk Walking)
Jalan kaki cepat termasuk olahraga intensitas sedang yang mudah dilakukan oleh hampir semua orang. Menurut CDC, aktivitas ini membantu membakar kalori, meningkatkan kesehatan jantung, dan dapat menjadi pilihan yang baik bagi pemula yang ingin menurunkan berat badan.
2. Jogging atau Lari
Jogging dan lari merupakan olahraga kardio yang mampu membakar kalori lebih banyak dalam waktu yang relatif singkat. CDC memasukkan lari sebagai aktivitas aerobik intensitas tinggi yang efektif untuk meningkatkan kebugaran sekaligus membantu proses penurunan berat badan.
3. Bersepeda
Bersepeda, baik di luar ruangan maupun menggunakan sepeda statis, dapat membantu meningkatkan pembakaran energi dan melatih otot tubuh bagian bawah. Intensitas latihan dapat disesuaikan dengan kemampuan sehingga cocok dilakukan oleh pemula maupun orang yang sudah terbiasa berolahraga.
4. Berenang
Berenang melibatkan hampir seluruh otot tubuh sehingga efektif membakar kalori tanpa memberikan tekanan berlebih pada persendian. Olahraga ini juga cocok bagi orang dengan berat badan berlebih atau yang memiliki keluhan pada lutut dan pergelangan kaki.
5. Latihan Kekuatan (Strength Training)
Selain kardio, latihan kekuatan seperti angkat beban atau latihan menggunakan berat badan sendiri juga dianjurkan. Mayo Clinic menjelaskan bahwa membangun massa otot membantu meningkatkan metabolisme tubuh sehingga pembakaran kalori tetap berlangsung, bahkan saat sedang beristirahat.
6. HIIT (High-Intensity Interval Training)
HIIT adalah metode latihan yang menggabungkan aktivitas intensitas tinggi dengan periode istirahat singkat. Jenis olahraga ini dapat membakar banyak kalori dalam waktu lebih singkat, tapi sebaiknya dilakukan sesuai kemampuan dan setelah tubuh terbiasa berolahraga agar risiko cedera dapat diminimalkan.
7. Naik-Turun Tangga
Naik-turun tangga termasuk aktivitas aerobik yang mudah dilakukan di rumah maupun kantor tanpa memerlukan peralatan khusus. Jika dilakukan secara rutin, olahraga sederhana ini dapat membantu meningkatkan detak jantung, membakar kalori, dan mendukung penurunan berat badan.
Sementara itu, para ahli juga menekankan bahwa hasil terbaik diperoleh jika olahraga dilakukan secara rutin dan diimbangi dengan pola makan sehat serta menjaga defisit kalori.