Mengapa Junk Journal Bisa Menjadi Cara Sederhana Mengurangi Sampah Kertas?

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 02 Juli 2026 | 16:15 WIB
Mengapa Junk Journal Bisa Menjadi Cara Sederhana Mengurangi Sampah Kertas?
Ilustrasi sampah bubble wrap kemasan dari belanja online (Freepik)

Suara.com - Setiap hari kita membuang struk belanja, tiket transportasi, kemasan makanan, hingga potongan kardus tanpa berpikir panjang. Padahal, sebagian besar benda tersebut masih memiliki nilai guna dan tidak harus langsung berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).

Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menunjukkan bahwa pada 2025, sampah kertas dan karton menyumbang sekitar 11,25 persen dari total timbulan sampah nasional. Artinya, limbah berbahan kertas masih menjadi salah satu jenis sampah terbesar di Indonesia.

Salah satu cara sederhana untuk mengurangi timbulan sampah tersebut adalah menerapkan prinsip reuse atau menggunakan kembali barang sebelum dibuang. Menurut United States Environmental Protection Agency (EPA), penggunaan kembali merupakan salah satu strategi pengelolaan sampah yang paling ramah lingkungan karena dapat memperpanjang umur pakai suatu barang sekaligus mengurangi kebutuhan akan bahan baku baru.

Salah satu praktik reuse yang belakangan semakin populer adalah junk journal. Aktivitas ini menggabungkan kebiasaan menulis jurnal dengan pemanfaatan berbagai barang bekas yang masih layak pakai. Selain menjadi media berekspresi, junk journal juga menunjukkan bahwa sampah tidak selalu harus berakhir di tempat pembuangan.

Apa Itu Junk Journal?

Sekilas, junk journal tidak jauh berbeda dengan buku harian atau jurnal pada umumnya. Penggunanya tetap menulis pengalaman sehari-hari, mencatat perjalanan, atau menyimpan kenangan. Bedanya, halaman-halamannya dihias menggunakan berbagai material bekas yang biasanya langsung dibuang.

Misalnya, struk belanja, tiket kereta atau konser, potongan majalah, amplop, label pakaian, kemasan makanan, kertas kado, hingga potongan kain. Berbagai benda tersebut kemudian disusun menjadi kolase yang unik sehingga setiap halaman memiliki cerita dan karakter yang berbeda.

Melalui cara ini, barang yang semula dianggap sampah memperoleh fungsi baru tanpa harus melalui proses daur ulang yang membutuhkan energi maupun bahan tambahan.

Mengapa Reuse Lebih Ramah Lingkungan?

baca juga

Dalam hierarki pengelolaan sampah, reuse berada di atas daur ulang (recycling). Alasannya, penggunaan kembali tidak memerlukan proses pengolahan yang mengonsumsi energi, air, maupun bahan baku tambahan.

Artinya, semakin lama suatu barang digunakan, semakin kecil pula kebutuhan untuk memproduksi barang baru. Dampaknya bukan hanya mengurangi volume sampah yang berakhir di TPA, tetapi juga membantu menghemat sumber daya alam dan menekan emisi yang dihasilkan dari proses produksi.

Meski terlihat sederhana, kebiasaan menyimpan dan memanfaatkan kembali kertas atau kemasan bekas dapat menjadi bagian dari penerapan ekonomi sirkular, yakni sistem yang berupaya menjaga material tetap digunakan selama mungkin sebelum akhirnya menjadi limbah.

Langkah Kecil yang Bisa Dilakukan Siapa Saja

Selain bermanfaat bagi lingkungan, membuat junk journal juga memiliki nilai personal. Banyak orang menggunakannya untuk mendokumentasikan perjalanan, mengenang momen spesial, merancang proyek kreatif, hingga menjadi aktivitas relaksasi setelah beraktivitas.

Aktivitas ini juga melatih kreativitas karena setiap halaman dibuat dari kombinasi material yang berbeda. Tidak ada aturan baku mengenai bentuk maupun isi junk journal, sehingga siapa pun dapat membuatnya menggunakan barang-barang yang tersedia di rumah.

Penulis: Natasha Suhendra

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menekraf Teuku Riefky Harsya Dukung Jatim Media Summit 2026: Bangun Ekosistem Bersama

Menekraf Teuku Riefky Harsya Dukung Jatim Media Summit 2026: Bangun Ekosistem Bersama

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB

Tarif KOL Capai Rp 150 Juta, Startup Ini Pilih Bayar Konsumen Biasa

Tarif KOL Capai Rp 150 Juta, Startup Ini Pilih Bayar Konsumen Biasa

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:58 WIB

Buka Pasar Murah dan Pameran UMKM di Papua, Wamendagri Ribka Dorong Penguatan Ekonomi Kreatif

Buka Pasar Murah dan Pameran UMKM di Papua, Wamendagri Ribka Dorong Penguatan Ekonomi Kreatif

News | Senin, 22 Juni 2026 | 13:24 WIB

Terkini

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:03 WIB

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Bogor | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Jakarta | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:36 WIB

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Bali | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:09 WIB

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:59 WIB

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:40 WIB

×