- Hugo, Jefferson, dan Lionel meraih nilai sempurna pada Grand Final Indonesian Olympiad Battle 2026 di Jakarta Selatan.
- Ketiga siswa sekolah dasar tersebut unggul setelah menyisihkan lebih dari 4.500 peserta dalam seleksi berjenjang nasional.
- Penyelenggara memberikan penghargaan senilai Rp20 juta sebagai apresiasi atas ketekunan siswa dalam kompetisi matematika tingkat nasional tersebut.
Suara.com - Di tengah anggapan bahwa matematika adalah pelajaran yang sulit, tiga siswa sekolah dasar membuktikan bahwa ketekunan belajar mampu menghasilkan pencapaian luar biasa.
Hugo Roland Handyanto dari John Paul's School, Jefferson Aldrich Wijaya dari Sekolah Palembang Harapan (SPH), dan Lionel Anson Setiawan dari SD Kristen Petra 13 berhasil meraih Perfect Score atau nilai sempurna pada Grand Final Indonesian Olympiad Battle (IOB) Mathematics Season 1.
Prestasi tersebut diraih setelah mereka bersaing dengan lebih dari 4.500 peserta dari sekitar 3.000 sekolah di seluruh Indonesia. Dari ribuan peserta yang mengikuti seleksi berjenjang secara daring, hanya 160 finalis terbaik yang berhasil melaju ke babak puncak di Ciputra Artpreneur, Jakarta Selatan, pada 27 Juni 2026.
Pada babak final, seluruh peserta harus menyelesaikan soal-soal matematika yang dirancang untuk menguji kemampuan berpikir logis, penalaran analitis, pemecahan masalah, dan ketelitian dalam waktu 90 menit. Di antara para finalis terbaik itu, Hugo, Jefferson, dan Lionel menjadi satu-satunya peserta tingkat sekolah dasar yang mampu menjawab seluruh soal dengan benar.
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Gogot Suharwoto, menilai ajang seperti ini penting untuk memberi ruang bagi anak-anak mengembangkan potensinya.
"Para peserta ini tidak hanya sekadar menjadi juara, tetapi mereka adalah tumpuan masa depan bangsa Indonesia. Anak-anak yang luar biasa ini harus diberi ruang untuk mengekspresikan potensi, dedikasi, serta kesungguhan mereka," ujarnya.
Sebagai bentuk apresiasi atas pencapaian tersebut, penyelenggara memberikan Perfect Score Award senilai total Rp20 juta, di luar beasiswa yang diterima para juara.
Namun, bagi penyelenggara, nilai sempurna bukanlah tujuan akhir.
Head of Partnership Indonesian Olympiad Battle, Fauzi, mengatakan keberhasilan para finalis lahir dari proses belajar yang panjang, bukan semata-mata bakat.
"Hari ini bukan sekadar pembagian medali. Ini adalah perayaan atas keberanian, proses belajar, ketekunan, dan semangat berprestasi dari anak-anak Indonesia. Kami percaya prestasi lahir dari proses yang panjang, bukan dari hasil yang instan," katanya.
Pencapaian Hugo, Jefferson, dan Lionel menjadi pengingat bahwa kesempatan belajar, pembinaan yang tepat, dan konsistensi berlatih dapat membawa anak-anak Indonesia mencapai prestasi di tingkat nasional.
Melalui kompetisi seperti Indonesian Olympiad Battle, penyelenggara berharap semakin banyak pelajar berani mengembangkan kemampuan akademiknya dan menjadikan proses belajar sebagai ruang untuk terus bertumbuh, bukan sekadar mengejar gelar juara.