Mengapa Fashion Berkelanjutan Masih Sulit Diakses Sebagian Konsumen?

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 03 Juli 2026 | 13:30 WIB
Mengapa Fashion Berkelanjutan Masih Sulit Diakses Sebagian Konsumen?
Potret Pakaian di Toko (Pexels/Mathias Reding)

Suara.com - Kesadaran masyarakat terhadap dampak lingkungan dari industri fashion terus meningkat. Semakin banyak konsumen yang memilih merek dengan klaim ramah lingkungan atau berupaya memperpanjang usia pakaian melalui berbagai cara, seperti memperbaiki pakaian, menjualnya kembali, hingga mendaur ulang pakaian yang sudah tidak digunakan.

Dilansir dari charisma.co.id (29/6/2026), survei global pada 2018 menunjukkan bahwa sebanyak 66 persen generasi milenial bersedia membeli lebih banyak produk dari merek yang menerapkan konsep keberlanjutan (sustainability). Tidak hanya milenial, Generasi Z juga memiliki tingkat kepedulian yang tinggi terhadap isu tersebut.

Berdasarkan laporan berjudul "The State of Consumer Spending: Gen Z Shoppers Demand Sustainable Retail", sebanyak 62 persen Gen Z lebih memilih membeli produk dari merek yang menjalankan praktik berkelanjutan. Bahkan, 73 persen di antaranya bersedia membayar lebih untuk produk yang dinilai ramah lingkungan.

Layanan Daur Ulang Masih Terbatas Secara Geografis

Meski minat konsumen terhadap fashion berkelanjutan terus meningkat, sebuah penelitian mengungkapkan bahwa berbagai inisiatif tersebut belum tentu dapat diakses oleh semua orang karena terkendala faktor geografis.

Penelitian yang dilakukan oleh tim dari University of Birmingham, University of Bristol, University of Georgia, dan Buffalo State University menganalisis 17 perusahaan pakaian olahraga yang mengklaim menerapkan prinsip ekonomi sirkular. Para peneliti mengkaji berbagai program pascapembelian, seperti layanan perbaikan pakaian, penukaran pakaian bekas, hingga daur ulang tekstil.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap perusahaan memiliki sistem pengelolaan limbah yang berbeda. Namun, sebagian besar program tersebut hanya dapat dimanfaatkan oleh konsumen yang tinggal di wilayah tertentu.

Ketua Bidang Kewirausahaan dan Geografi Ekonomi di Birmingham Business School, Profesor John Bryson, mengatakan bahwa seluruh perusahaan yang diteliti memang telah mengambil langkah positif untuk mengurangi limbah dan dampak lingkungan.

“Semua perusahaan pakaian olahraga yang kami teliti telah mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan dampak lingkungan dan mengurangi limbah, dan itu patut dipuji. Namun, kami menemukan bahwa Waste Reduction Network yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan ini sangat terbatas secara geografis,” ujarnya.

baca juga

Ia menambahkan bahwa meskipun banyak perusahaan menjual produknya secara internasional, jaringan pengurangan limbah (Waste Reduction Network) yang mereka miliki umumnya hanya beroperasi di tingkat lokal, regional, atau paling luas nasional.

Akibatnya, pelanggan dari negara lain harus mengirimkan pakaian bekas mereka ke lokasi yang sangat jauh. Selain membutuhkan biaya tinggi, pengiriman jarak jauh juga menghasilkan emisi karbon tambahan sehingga mengurangi manfaat lingkungan yang ingin dicapai.

Kolaborasi Jadi Solusi Memperluas Akses

Sebagai solusi, penelitian ini menyarankan agar perusahaan bekerja sama dengan platform penjualan pakaian bekas maupun komunitas lokal sehingga layanan penggunaan kembali dan daur ulang pakaian dapat diakses lebih luas.

“Salah satu cara untuk membantu menjembatani kesenjangan ini adalah dengan bekerja sama dengan perantara seperti eBay, Vinted, atau Depop yang telah menikmati popularitas besar di kalangan konsumen yang sadar lingkungan,” jelas John.

Selain itu, intervensi pemerintah dalam sistem pengelolaan limbah tekstil dinilai penting agar lebih banyak pakaian yang dapat didaur ulang daripada berakhir menjadi limbah di TPA.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Industri Fashion Terus Memproduksi Sampah, Bisakah Upcycling Jadi Jalan Keluar?

Industri Fashion Terus Memproduksi Sampah, Bisakah Upcycling Jadi Jalan Keluar?

Lifestyle | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:34 WIB

Daya Saing Perusahaan Kini Ditentukan Praktik Bisnis Berkelanjutan

Daya Saing Perusahaan Kini Ditentukan Praktik Bisnis Berkelanjutan

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:29 WIB

Label Ramah Lingkungan Bisa Picu Konsumsi Berlebih, Bagaimana Bisa?

Label Ramah Lingkungan Bisa Picu Konsumsi Berlebih, Bagaimana Bisa?

Lifestyle | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:15 WIB

Terkini

Apakah Pakai Sunscreen Harus 2 Ruas Jari? Ini 3 Rekomendasi Tabir Surya SPF 50 Terbaik

Apakah Pakai Sunscreen Harus 2 Ruas Jari? Ini 3 Rekomendasi Tabir Surya SPF 50 Terbaik

Lifestyle | Jum'at, 03 Juli 2026 | 14:11 WIB

Penjual Shopee Bakal Kena Potongan Pajak 0,5% Per Agustus 2026, Ini Cara Biar Tetap Bebas Pajak!

Penjual Shopee Bakal Kena Potongan Pajak 0,5% Per Agustus 2026, Ini Cara Biar Tetap Bebas Pajak!

Lifestyle | Jum'at, 03 Juli 2026 | 14:06 WIB

Sepeda Lipat Ukuran 20 Inch untuk Usia Berapa? Ini 4 Pilihan Terbaik Sesuai Tinggi Badan

Sepeda Lipat Ukuran 20 Inch untuk Usia Berapa? Ini 4 Pilihan Terbaik Sesuai Tinggi Badan

Lifestyle | Jum'at, 03 Juli 2026 | 13:37 WIB

Jejak Karier dan Harta Kekayaan Syah Afandin Bupati Langkat yang Kena OTT KPK

Jejak Karier dan Harta Kekayaan Syah Afandin Bupati Langkat yang Kena OTT KPK

Lifestyle | Jum'at, 03 Juli 2026 | 13:28 WIB

3 Kacamata Anti UV Stylish dengan Review Bintang Lima, Harga Murah Frame Bisa Dilipat

3 Kacamata Anti UV Stylish dengan Review Bintang Lima, Harga Murah Frame Bisa Dilipat

Lifestyle | Jum'at, 03 Juli 2026 | 13:12 WIB

5 Parfum di Alfamart yang Tahan Lama Menurut Review Pembeli, Mulai Rp30 Ribuan

5 Parfum di Alfamart yang Tahan Lama Menurut Review Pembeli, Mulai Rp30 Ribuan

Lifestyle | Jum'at, 03 Juli 2026 | 13:05 WIB

4 Sepatu Lari SPECS Terlaris di Shopee, Ini Plus dan Minusnya Menurut Pembeli

4 Sepatu Lari SPECS Terlaris di Shopee, Ini Plus dan Minusnya Menurut Pembeli

Lifestyle | Jum'at, 03 Juli 2026 | 12:54 WIB

Reboisasi Tak Selalu Menambah Pasokan Air, Mengapa Iklim Jadi Faktor Penentu?

Reboisasi Tak Selalu Menambah Pasokan Air, Mengapa Iklim Jadi Faktor Penentu?

Lifestyle | Jum'at, 03 Juli 2026 | 12:50 WIB

Mengenal Pendekatan Baru untuk Mendapatkan Tidur yang Lebih Nyenyak

Mengenal Pendekatan Baru untuk Mendapatkan Tidur yang Lebih Nyenyak

Lifestyle | Jum'at, 03 Juli 2026 | 12:48 WIB

Inspiratif! Bagaimana Tiga Pelajar SD Ini Raih Nilai Sempurna di Olimpiade Matematika Nasional?

Inspiratif! Bagaimana Tiga Pelajar SD Ini Raih Nilai Sempurna di Olimpiade Matematika Nasional?

Lifestyle | Jum'at, 03 Juli 2026 | 12:39 WIB

×