- Kelenteng Tian Fu Gong merayakan Hari Kebesaran Maha Dewa Thay Shang Lao Jun melalui pertunjukan seni Bian Lian Sichuan.
- Umat dari berbagai tempat ibadah di Jabodetabek membagikan Lontong Wu Fu sebagai simbol harapan serta lima kebahagiaan bersama.
- Para relawan bergotong royong menyiapkan hidangan dan menyelenggarakan acara untuk mempererat kerukunan antarumat melalui kegiatan sosial yang penuh ketulusan.
Suara.com - Suara musik tradisional mengiringi langkah penari bertopeng di halaman Kelenteng Tian Fu Gong.
Dalam sekejap, wajah sang penari berubah dari merah ke biru, lalu kuning, menciptakan decak kagum dari para pengunjung.
Pertunjukan Bian Lian Show khas Sichuan menjadi salah satu daya tarik utama dalam perayaan Hari Kebesaran Maha Dewa Thay Shang Lao Jun.
Anak-anak tampak mendekat ke panggung, sementara orang tua sibuk mengabadikan momen langka tersebut.
Tak hanya pertunjukan budaya, suasana hangat juga terasa di area lain kelenteng.
Antrean umat terlihat rapi menunggu pembagian Lontong Wu Fu, sajian khas yang sarat makna dalam tradisi Tao.
Lontong Wu Fu dikenal sebagai simbol lima kebahagiaan. Hidangan ini menjadi doa bersama agar umat mendapatkan keberkahan dalam kehidupan.
Ketua Umum Yayasan Sanggar Sinar Suci, Soegandi, mengatakan tradisi tersebut mempertemukan umat dari berbagai tempat ibadah Tao di wilayah Jabodetabek.
“Lontong Wu Fu adalah simbol lontong lima bahagia yang merupakan harapan dan doa dari seluruh umat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, seluruh sajian disiapkan secara gotong royong oleh berbagai komunitas.
“Lontong Wu Fu ini dibuat oleh seluruh tempat ibadah di Jabodetabek,” kata Soegandi.
Di balik kemeriahan acara, peran relawan menjadi kunci utama.
Erna dari Vihara Amurva Bhumi Jatinegara mengaku sudah berangkat sejak dini hari untuk membawa ratusan porsi makanan.
“Aku dari jam setengah empat pagi bawa 300 porsi,” kata Erna.
Semangat para relawan terlihat sejak pagi hingga acara berlangsung.