Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?

Ruth Meliana

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:02 WIB
Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
Gunung Anak Krakatau dipantau dari udara pada Kamis (28/4/2022). [Antara]
baca 10 detik
  • Status Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda resmi meningkat menjadi Siaga (Level III) pada awal Juli 2026.
  • Peningkatan aktivitas vulkanik memicu risiko erupsi, hujan abu, hingga potensi tsunami akibat keruntuhan lereng gunung tersebut.
  • PVMBG menerapkan radius aman tiga kilometer dan mengimbau masyarakat pesisir waspada terhadap ancaman bencana gunung api aktif.

Ini merupakan ancaman utama. Gunung ini dibangun di lereng curam kaldera 1883 dengan material lepas. Seperti 2018, longsoran flank bisa memicu tsunami cepat.

Model menunjukkan gelombang bisa mencapai 15-30 meter di pulau-pulau terdekat dan 1-3 meter di pantai Jawa-Sumatra dalam waktu 30-60 menit. Pantai padat penduduk seperti Merak, Anyer, dan Bandar Lampung berisiko tinggi.

3. Aliran Piroklastik dan Lahar

Aliran awan panas (suhu ratusan derajat) bisa menyapu lereng dan mencapai laut. Hujan lebat pasca-erupsi bisa memicu lahar yang mengancam sungai-sungai di sekitar.

4. Dampak Lokal dan Regional

Gempa vulkanik, hujan abu tebal, dan kegelapan sementara. Wilayah Selat Sunda yang ramai dengan kapal dan wisatawan akan terganggu. Pulau-pulau kecil di sekitar (Rakata, Panjang, Sertung) bisa terdampak langsung.

5. Dampak Global (Jika Besar)

Letusan skala VEI 5+ bisa menyuntikkan aerosol ke stratosfer, menyebabkan pendinginan sementara dan perubahan cuaca, mirip 1883.

Namun, Anak Krakatau saat ini lebih kecil, sehingga kemungkinan letusan super besar rendah dalam waktu dekat.

baca juga

Mitigasi dan Kesiapsiagaan

Fakta-Fakta Erupsi Gunung Anak Krakatau
Gunung Anak Krakatau

 

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terus memantau dengan seismograf, webcam, dan satelit. Radius larangan mendekat saat ini 3 km dari kawah saat Level III.

Sistem peringatan dini tsunami telah ditingkatkan pasca-2018, meski tantangan tetap ada karena tsunami vulkanik bisa datang tanpa gempa tektonik besar.

Masyarakat di sekitar Selat Sunda diimbau memahami jalur evakuasi, mendengarkan peringatan BMKG/PVMBG, dan tidak mendekati kawasan bahaya.

Penelitian menunjukkan pertumbuhan cepat Anak Krakatau pasca-2018 membuatnya rentan runtuh lagi dalam beberapa dekade jika aktivitas berlanjut.

Pada intinya, letusan Anak Krakatau bisa menjadi ancaman berantai karena memicu longsor, tsunami, dan kerusakan pesisir. Meski erupsi rutin relatif terkendali, potensi bencana seperti 1883 atau 2018 mengingatkan kita pada kekuatan alam yang tak terduga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gunung Anak Krakatau di Lampung Meletus 10 Kali Pada Senin Pagi Hingga Malam

Gunung Anak Krakatau di Lampung Meletus 10 Kali Pada Senin Pagi Hingga Malam

News | Selasa, 28 November 2023 | 04:15 WIB

Gunung Anak Krakatau Meletus Setinggi 1.000 Meter

Gunung Anak Krakatau Meletus Setinggi 1.000 Meter

News | Senin, 27 November 2023 | 05:30 WIB

Gunung Anak Krakatau Luncurkan Abu Vulkanik Setinggi 2 Ribu Meter Sabtu Pagi Ini

Gunung Anak Krakatau Luncurkan Abu Vulkanik Setinggi 2 Ribu Meter Sabtu Pagi Ini

News | Sabtu, 13 Mei 2023 | 10:39 WIB

Terkini

Lanjutkan Aturan Purbaya, Suahasil Rombak 13 Pegawai Pajak Baru Kemenkeu

Lanjutkan Aturan Purbaya, Suahasil Rombak 13 Pegawai Pajak Baru Kemenkeu

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 16:05 WIB

Baku Hantam Antara WN Australia di Kelab Malam Bali, Sekuriti Kena Pukul

Baku Hantam Antara WN Australia di Kelab Malam Bali, Sekuriti Kena Pukul

Bali | Senin, 05 Oktober 2026 | 16:04 WIB

Rupiah Makin Ambruk, Dolar AS Dekati ke Level Rp17.917

Rupiah Makin Ambruk, Dolar AS Dekati ke Level Rp17.917

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 16:03 WIB

Percaya Diri John Herdman: Sudah Tahu Cara Main Anthony Hudson, Thailand Wajib Waspada di Final

Percaya Diri John Herdman: Sudah Tahu Cara Main Anthony Hudson, Thailand Wajib Waspada di Final

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 16:01 WIB

Urusan Energi Hijau dan Panasnya Bumi yang Bikin Cemas

Urusan Energi Hijau dan Panasnya Bumi yang Bikin Cemas

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 16:00 WIB

Pegawai Rutan Depok Sediakan Narkoba untuk Narapidana Berpesta, Lengkap dengan Alatnya

Pegawai Rutan Depok Sediakan Narkoba untuk Narapidana Berpesta, Lengkap dengan Alatnya

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 15:59 WIB

Didukung Kabinet Bayangan, Partai Hijau Indonesia Gugat Syarat Pendirian Parpol ke MK

Didukung Kabinet Bayangan, Partai Hijau Indonesia Gugat Syarat Pendirian Parpol ke MK

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 15:59 WIB

Pemuda Makassar Tewas Diduga Dikeroyok 20 Pelajar SMP

Pemuda Makassar Tewas Diduga Dikeroyok 20 Pelajar SMP

Sulsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 15:57 WIB

PM Anwar Ibrahim Cibir Timnas Indonesia Jelang Final FIFA ASEAN Cup 2026

PM Anwar Ibrahim Cibir Timnas Indonesia Jelang Final FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 15:55 WIB

Miras di Fasilitas Mewah Lapas Cibinong Milik Napi Koruptor Jimmy Masrin!

Miras di Fasilitas Mewah Lapas Cibinong Milik Napi Koruptor Jimmy Masrin!

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 15:54 WIB

×