Komunitas Muslim di Jepang Terus Bertambah: Mengapa Kebutuhan Masjid Kian Mendesak?

Bimo Aria Fundrika

Minggu, 05 Juli 2026 | 09:44 WIB
Komunitas Muslim di Jepang Terus Bertambah: Mengapa Kebutuhan Masjid Kian Mendesak?
Komunitas Muslim di Jepang Terus Bertambah: Mengapa Kebutuhan Masjid dan Islamic Center Kian Mendesak. (Dok. Tokyo Camii )
baca 10 detik
  • Populasi Muslim di Jepang kini mencapai 420 ribu jiwa, dengan warga Indonesia sebagai mayoritas penduduk Muslim tersebut.
  • Chiba Islamic Culture Center dan Dompet Dhuafa merencanakan pembangunan Masjid Al-Muttaqin di Matsudo sebagai pusat kegiatan Islam.
  • Pembangunan pusat komunitas ini bertujuan menyediakan sarana ibadah, pendidikan agama, dan pembinaan bagi Muslim di Jepang.

Suara.com - Komunitas Muslim di Jepang terus bertambah dalam beberapa tahun terakhir. Saat ini, diperkirakan ada sekitar 420 ribu Muslim yang menetap di Negeri Sakura. Menariknya, lebih dari separuh atau sekitar 50 persen di antaranya merupakan warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja maupun tinggal di Jepang.

Meningkatnya jumlah umat Muslim membuat kebutuhan akan sarana ibadah dan pusat kegiatan keislaman yang permanen juga semakin besar. Salah satu upaya yang tengah dilakukan adalah rencana pembangunan Masjid Al-Muttaqin yang akan difungsikan sebagai Islamic Center di kawasan Matsudo, Chiba.

Rencana tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuan antara perwakilan Chiba Islamic Culture Center dan Dompet Dhuafa di Jakarta, Kamis (25/6/2026). Pertemuan itu membahas penguatan kolaborasi untuk mendukung pembangunan pusat kegiatan bagi komunitas Muslim di Jepang.

Sensei Kyoichiro Sugimoto dari Chiba Islamic Culture Center mengatakan, keberadaan masjid memiliki peran penting bagi Muslim yang hidup sebagai kelompok minoritas di Jepang.

"Di Jepang, 99,9 persen penduduknya nonmuslim. Memiliki masjid atau Islamic Center tentu akan memiliki dampak yang sangat signifikan. Bukan hanya untuk salat, tetapi untuk dakwah, mendukung generasi muda Muslim dan para mualaf, karena mereka adalah pemimpin masa depan yang harus menjaga dan mengembangkan komunitas Muslim di Jepang untuk waktu yang lama," ujarnya.

Menurut Sugimoto, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pembinaan komunitas. Ia mengibaratkan konsep tersebut seperti pembangunan Kota Madinah pada masa Nabi Muhammad SAW, di mana masjid menjadi fondasi terbentuknya masyarakat Muslim.

"Saya menemukan ini seperti proyek percontohan pusat pertama kita. Pusat kota adalah masjid, kemudian menciptakan Kota Madinah. Itu adalah konsep dari Nabi Muhammad SAW. Untuk menciptakan komunitas, umat, maka masjid atau Islamic Center adalah pondasinya," katanya.

Ia mengakui, upaya mengembangkan komunitas Muslim di Jepang juga menghadapi tantangan, mulai dari munculnya sentimen Islamofobia hingga gerakan anti-Muslim di media sosial. Meski demikian, ia menilai tantangan tersebut dapat dihadapi melalui kerja sama berbagai pihak.

Selain tempat ibadah, komunitas Muslim di Jepang juga membutuhkan fasilitas pendidikan yang berkelanjutan. Purwati Kasmaja, istri Sugimoto, mengatakan banyak keluarga Muslim berharap anak-anak mereka dapat memperoleh pendidikan agama tanpa harus dikirim ke luar negeri.

baca juga

"Kami sangat membutuhkan tempat edukasi. Kalau tidak ada, terpaksa kami mengirimkan anak-anak ini ke negara-negara Muslim. Mengapa tidak kita hadirkan kompetensi ke Jepang? Harapan kami ke depannya, ada ustaz-ustaz yang dikirim ke sana untuk merintis model pendidikan yang permanen," ujarnya.

Ketua Dewan Pengurus Dompet Dhuafa Ahmad Juwaini mengatakan pembangunan Islamic Center membutuhkan kolaborasi berbagai pihak karena tidak hanya berfungsi sebagai sarana ibadah, tetapi juga mendukung pendidikan dan kegiatan sosial bagi komunitas Muslim.

"Kegiatan ini tentu merupakan suatu kegiatan yang sangat menantang, butuh kolaborasi, butuh sinergi banyak pihak, termasuk individu-individu yang peduli untuk mendukung penyediaan sarana pendidikan Islam, kegiatan keagamaan, sarana ibadah, termasuk mengkampanyekan budaya-budaya Islam kepada masyarakat di Jepang," katanya.

Menurut Ahmad, kerja sama tersebut diharapkan dapat memperkuat layanan bagi komunitas Muslim yang terus berkembang di Jepang, baik melalui penyediaan tempat ibadah maupun program pendidikan dan pembinaan masyarakat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sinopsis Ochitara Owari, Drama Terbaru Ugaki Misato dan Shinoda Mariko

Sinopsis Ochitara Owari, Drama Terbaru Ugaki Misato dan Shinoda Mariko

Your Say | Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:40 WIB

Tayang Juli, Chae Jong Hyeop Bintangi Drama Jepang The Rules of Vacation

Tayang Juli, Chae Jong Hyeop Bintangi Drama Jepang The Rules of Vacation

Your Say | Sabtu, 04 Juli 2026 | 17:50 WIB

Usung Genre Romance, Drama Jepang Baru Chae Jong Hyeop Tayang Akhir Juli

Usung Genre Romance, Drama Jepang Baru Chae Jong Hyeop Tayang Akhir Juli

Your Say | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:30 WIB

Terkini

Cari Bibit Unggul, Ratu Tisha Puji Festival Sepak Bola Rakyat di 5 Kota

Cari Bibit Unggul, Ratu Tisha Puji Festival Sepak Bola Rakyat di 5 Kota

Bola | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:16 WIB

Investor Asing Bawa Kabur Dana Rp488,49 Miliar, ISAT dan ANTM Banyak Dijual

Investor Asing Bawa Kabur Dana Rp488,49 Miliar, ISAT dan ANTM Banyak Dijual

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:14 WIB

Masa TNI Disuruh Masak?: Gatot Nurmantyo Kritik Masifnya Militer di Program MBG dan Kopdes

Masa TNI Disuruh Masak?: Gatot Nurmantyo Kritik Masifnya Militer di Program MBG dan Kopdes

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:12 WIB

Lahir di Tengah Cuaca Panas Ekstrem, Bayi Gajah Sumatera di Padang Sugihan Dapat Perawatan

Lahir di Tengah Cuaca Panas Ekstrem, Bayi Gajah Sumatera di Padang Sugihan Dapat Perawatan

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:12 WIB

Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan

Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan

Surakarta | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:06 WIB

Bukan Modifikasi Cuaca, BMKG Jelaskan Penyebab Hujan yang Guyur Jakarta Hari Ini

Bukan Modifikasi Cuaca, BMKG Jelaskan Penyebab Hujan yang Guyur Jakarta Hari Ini

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:00 WIB

Ulasan Novel Halaman Terakhir, Ketika Kekuasaan Dapat Membungkam Keadilan

Ulasan Novel Halaman Terakhir, Ketika Kekuasaan Dapat Membungkam Keadilan

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:00 WIB

Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan

Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan

Jogja | Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:58 WIB

GMFI Mulai Cari Cuan dari Pesawat Militer

GMFI Mulai Cari Cuan dari Pesawat Militer

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:53 WIB

9 Dosa Daycare Little Aresha Terungkap di Sidang Perdana, Anak Dikurung hingga Dibiarkan Kehausan

9 Dosa Daycare Little Aresha Terungkap di Sidang Perdana, Anak Dikurung hingga Dibiarkan Kehausan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:52 WIB

×