Apakah Gunung Anak Krakatau Boleh Dikunjungi?

Ruth Meliana

Senin, 06 Juli 2026 | 07:20 WIB
Apakah Gunung Anak Krakatau Boleh Dikunjungi?
Gunung Anak Krakatau (shuttertsock)
baca 10 detik
  • Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda merupakan gunung api aktif yang lahir dari reruntuhan letusan tahun 1883.
  • PVMBG menetapkan status Siaga per Juli 2026 sehingga melarang aktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat erupsi.
  • Kawasan ini berstatus cagar alam yang hanya mengizinkan kegiatan penelitian dan konservasi resmi, bukan untuk wisata umum.

Suara.com - Gunung Anak Krakatau, yang terletak di Selat Sunda antara Pulau Jawa dan Sumatra, merupakan salah satu fenomena alam paling menarik sekaligus berbahaya di Indonesia. Lahir dari reruntuhan letusan dahsyat Krakatau pada 1883, gunung ini terus tumbuh dan aktif hingga kini.

Pertanyaan yang sering muncul di kalangan wisatawan adalah: Apakah Gunung Anak Krakatau boleh dikunjungi?

Jawabannya tidak sederhana dan sangat bergantung pada kondisi aktivitas vulkanik serta regulasi pemerintah.

Sejarah Singkat Gunung Anak Krakatau

Ilustrasi - Letusan Gunung Krakatau tahun 1883. [Berbeel; 1887]
Ilustrasi - Letusan Gunung Krakatau tahun 1883. [Berbeel; 1887]

 

Pada 26-27 Agustus 1883, Gunung Krakatau meletus dengan kekuatan luar biasa. Letusan ini termasuk salah satu yang terdahsyat dalam sejarah manusia, menewaskan lebih dari 36.000 orang akibat tsunami raksasa dan hujan abu yang mencapai ketinggian ribuan meter.

Suaranya terdengar hingga ribuan kilometer jauhnya, dan abu vulkaniknya memengaruhi cuaca global selama bertahun-tahun.

Setelah kehancuran tersebut, pada 1927 muncul gunung api baru dari dasar laut di kaldera lama. Itulah Anak Krakatau. Gunung ini tumbuh secara bertahap, dengan kecepatan rata-rata beberapa sentimeter hingga puluhan sentimeter per bulan.

Kini tingginya mencapai ratusan meter di atas permukaan laut. Anak Krakatau sering mengalami erupsi kecil hingga sedang, menjadikannya laboratorium alam bagi para ilmuwan yang mempelajari pembentukan pulau vulkanik.

Status Terkini dan Larangan Kunjungan per Juli 2026

Erupsi Gunung Anak Krakatau. [IST]
Erupsi Gunung Anak Krakatau. [IST]

 

 

Per Juli 2026, situasi Gunung Anak Krakatau sedang tidak kondusif untuk kunjungan.

Pada 2 Juli 2026, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan statusnya dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga). Peningkatan ini dipicu oleh aktivitas vulkanik yang meningkat, termasuk erupsi yang memuntahkan kolom abu setinggi ratusan meter.

baca juga

Rekomendasi resmi PVMBG menyatakan bahwa masyarakat, wisatawan, dan nelayan tidak diperbolehkan mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau dalam radius 3 kilometer dari pusat erupsi.

Ancaman yang mungkin terjadi meliputi awan panas, lontaran batu pijar, lava, dan hujan abu lebat. Pelanggaran terhadap radius ini dapat membahayakan nyawa.

Selain aspek vulkanik, Gugus Pulau Anak Krakatau merupakan kawasan cagar alam yang dikelola Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). BKSDA secara tegas menyatakan bahwa pulau ini bukan destinasi wisata umum.

Kegiatan yang diizinkan hanya terbatas pada penelitian, pendidikan, pengembangan ilmu pengetahuan, dan konservasi, serta harus memperoleh izin resmi terlebih dahulu. Wisata umum atau mendaki bebas tidak diperbolehkan, meskipun gunung terlihat tenang.

Mengapa Gunung Anak Krakatau Sulit Dikunjungi?

Status Gunung Anak Krakatau menjadi waspada. [ANTARA]
Status Gunung Anak Krakatau menjadi waspada. [ANTARA]

 

1. Aktivitas Vulkanik yang Tidak Terprediksi

Anak Krakatau sering mengalami erupsi mendadak. Pada masa lalu, erupsi 2018 menyebabkan longsor dan tsunami yang menewaskan ratusan orang di pesisir Banten dan Lampung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Tertipu! Video Erupsi Anak Krakatau Itu Hoaks, Ini Radius Bahaya yang Sebenarnya

Jangan Tertipu! Video Erupsi Anak Krakatau Itu Hoaks, Ini Radius Bahaya yang Sebenarnya

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 17:45 WIB

Kenapa Anak Krakatau Bisa Muncul? Ini Sejarah dari Letusan Gunung Krakatau

Kenapa Anak Krakatau Bisa Muncul? Ini Sejarah dari Letusan Gunung Krakatau

Lifestyle | Minggu, 05 Juli 2026 | 12:25 WIB

Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?

Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?

Lifestyle | Minggu, 05 Juli 2026 | 07:02 WIB

Terkini

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:03 WIB

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Bogor | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Jakarta | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:36 WIB

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Bali | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:09 WIB

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:59 WIB

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:40 WIB

×