Apakah Gunung Anak Krakatau Boleh Dikunjungi?

Ruth Meliana

Senin, 06 Juli 2026 | 07:20 WIB
Apakah Gunung Anak Krakatau Boleh Dikunjungi?
Gunung Anak Krakatau (shuttertsock)
baca 10 detik
  • Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda merupakan gunung api aktif yang lahir dari reruntuhan letusan tahun 1883.
  • PVMBG menetapkan status Siaga per Juli 2026 sehingga melarang aktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat erupsi.
  • Kawasan ini berstatus cagar alam yang hanya mengizinkan kegiatan penelitian dan konservasi resmi, bukan untuk wisata umum.

2. Status Konservasi

Sebagai cagar alam, prioritas utama adalah perlindungan ekosistem dan pemantauan ilmiah, bukan pariwisata massal.

3. Akses dan Keselamatan

Akses hanya melalui perahu dari Carita (Banten) atau pesisir Lampung. Bahkan saat status rendah, pendakian biasanya hanya diizinkan hingga ketinggian tertentu, sekitar 200 meter, dengan pendampingan petugas, bukan hingga puncak.

Banyak operator tur atau open trip yang menawarkan paket wisata Krakatau sering kali hanya mendekatkan wisatawan ke sekitar pulau untuk melihat dari laut atau mendarat di pulau-pulau terdekat seperti Pulau Sebesi atau Rakata, bukan langsung ke Anak Krakatau sendiri.

Potensi dan Alternatif Wisata di Sekitar Gunung Anak Krakatau

Pantai Carita. (suara.com/Dinda Rachmawati)
Pantai Carita. (suara.com/Dinda Rachmawati)

 

Meski Anak Krakatau sendiri sulit dikunjungi, kawasan Selat Sunda menawarkan keindahan alam lain yang menarik.

Wisatawan bisa menikmati pantai-pantai di Carita, Anyer, atau Lampung Selatan sambil melihat siluet gunung dari kejauhan. Aktivitas seperti snorkeling, diving, atau birdwatching di pulau-pulau sekitar bisa menjadi alternatif yang lebih aman.

Bagi yang ingin belajar lebih dalam, ikuti ekspedisi ilmiah atau kunjungan edukasi yang diatur lembaga resmi. Ini cara terbaik untuk mendekati fenomena vulkanik tanpa melanggar aturan.

Intinya, Gunung Anak Krakatau sedang tidak boleh dikunjungi secara umum karena status Siaga dan status cagar alamnya. Meskipun demikian, kondisi bisa berubah seiring pemantauan PVMBG. Selalu cek update resmi dari situs MAGMA Indonesia, PVMBG, atau BKSDA sebelum merencanakan perjalanan.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Tertipu! Video Erupsi Anak Krakatau Itu Hoaks, Ini Radius Bahaya yang Sebenarnya

Jangan Tertipu! Video Erupsi Anak Krakatau Itu Hoaks, Ini Radius Bahaya yang Sebenarnya

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 17:45 WIB

Kenapa Anak Krakatau Bisa Muncul? Ini Sejarah dari Letusan Gunung Krakatau

Kenapa Anak Krakatau Bisa Muncul? Ini Sejarah dari Letusan Gunung Krakatau

Lifestyle | Minggu, 05 Juli 2026 | 12:25 WIB

Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?

Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?

Lifestyle | Minggu, 05 Juli 2026 | 07:02 WIB

Terkini

Kejar Program B50, Bantuan Peremajaan Sawit Naik Jadi Rp60 Juta/Hektare

Kejar Program B50, Bantuan Peremajaan Sawit Naik Jadi Rp60 Juta/Hektare

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:25 WIB

Misteri Hilangnya Fitra di Samudera Hindia: Lenyap dari Kamar Kapal

Misteri Hilangnya Fitra di Samudera Hindia: Lenyap dari Kamar Kapal

Jatim | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:25 WIB

BRI Dukung Arahan Presiden Optimalkan Potensi Emas Indonesia

BRI Dukung Arahan Presiden Optimalkan Potensi Emas Indonesia

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:23 WIB

Paus Leo XIV Dorong Pimpinan Gereja Sedunia Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Paus Leo XIV Dorong Pimpinan Gereja Sedunia Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:20 WIB

IHSG Masih Nyaman di Level 6.500 Pagi Ini, COIN dan PACK Meroket

IHSG Masih Nyaman di Level 6.500 Pagi Ini, COIN dan PACK Meroket

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:13 WIB

Penangguhan Tahanan Nyumarno Cs Ditolak Hakim, Kuasa Hukum Korban Soroti Alasan Permohonan

Penangguhan Tahanan Nyumarno Cs Ditolak Hakim, Kuasa Hukum Korban Soroti Alasan Permohonan

Jabar | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:12 WIB

Surut Saat Kemarau, Waduk Gajah Mungkur Disulap Jadi Ladang Padi

Surut Saat Kemarau, Waduk Gajah Mungkur Disulap Jadi Ladang Padi

Foto | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:00 WIB

KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru

KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 08:45 WIB

Rumus Volume dan Luas Permukaan Balok: Panduan Lengkap dengan Sifat dan Contoh Soal

Rumus Volume dan Luas Permukaan Balok: Panduan Lengkap dengan Sifat dan Contoh Soal

Tekno | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 08:34 WIB

Rokok dan Miras Ilegal Senilai Rp20,18 M Disita, Negara Terancam Rugi Rp11,81 M

Rokok dan Miras Ilegal Senilai Rp20,18 M Disita, Negara Terancam Rugi Rp11,81 M

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 08:25 WIB

×