Jangan Tertipu! Video Erupsi Anak Krakatau Itu Hoaks, Ini Radius Bahaya yang Sebenarnya

Muhamad Yasir, Lilis Varwati

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:45 WIB
Jangan Tertipu! Video Erupsi Anak Krakatau Itu Hoaks, Ini Radius Bahaya yang Sebenarnya
Gunung Anak Krakatau. [ANTARA]
baca 10 detik
  • Badan Geologi menegaskan video erupsi Gunung Anak Krakatau yang beredar di media sosial hoaks.
  • Rekomendasi resmi menetapkan larangan aktivitas bagi masyarakat, wisatawan, dan nelayan hanya dalam radius tiga kilometer dari pusat erupsi.
  • Gunung Anak Krakatau saat ini berada dalam fase jeda erupsi setelah rangkaian aktivitas rendah berakhir pada Desember 2023 lalu.

Suara.com - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membantah dua informasi yang viral terkait Gunung Anak Krakatau.

Video yang diklaim merekam erupsi terbaru dari atas kapal dipastikan hoaks, sementara kabar yang menyebut radius bahaya mencapai 5 kilometer juga ditegaskan tidak sesuai dengan rekomendasi resmi.

Plt. Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan hasil verifikasi menunjukkan video yang beredar di media sosial bukan merupakan rekaman aktivitas Gunung Anak Krakatau saat ini.

"Video tersebut bukan merupakan rekaman erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi saat ini, sehingga informasi tersebut merupakan hoaks (tidak benar)," kata Lana dalam keterangan tertulis, Minggu (5/7/2026).

Tangkapan layar video hoaks erupsi Gunung Anak Krakatau. [Sura.com]
Tangkapan layar video hoaks erupsi Gunung Anak Krakatau. [Sura.com]

Selain itu, Badan Geologi juga meluruskan informasi mengenai radius bahaya yang disebut mencapai 5 kilometer.

Menurut Lana, hingga kini rekomendasi resmi masih melarang masyarakat, wisatawan, dan nelayan beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat erupsi.

"Rekomendasi resmi yang berlaku saat ini adalah masyarakat, wisatawan, dan nelayan tidak diperbolehkan beraktivitas dalam radius 3 km dari pusat erupsi Gunung Anak Krakatau," tegasnya.

Lana menjelaskan, Gunung Anak Krakatau merupakan gunung api aktif tipe A di Selat Sunda yang aktivitasnya dipantau melalui Pos Pengamatan Gunung Api Kalianda di Lampung Selatan dan Pasauran di Kabupaten Serang, Banten.

Ia mengungkapkan, setelah erupsi berskala rendah yang berlangsung hingga 16 Desember 2023, Gunung Anak Krakatau kini masih berada dalam fase jeda erupsi meski aktivitas magmatik berenergi rendah tetap terpantau.

baca juga

"Setelah peristiwa itu, seri erupsi berskala rendah terus berlangsung sebagai fase konstruksi pertumbuhan kembali Gunungapi Anak Krakatau hingga 16 Desember 2023. Jeda erupsi masih berlangsung hingga saat ini," ujarnya.

Berdasarkan data Badan Geologi, sepanjang awal Juli 2026 hanya tercatat dua kali erupsi, yakni pada 2 Juli pukul 14.05 WIB dan 3 Juli pukul 11.50 WIB.

Karena itu, masyarakat diminta tidak mudah mempercayai ataupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi.

"Seluruh informasi resmi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau hanya disampaikan melalui kanal resmi Badan Geologi/PVMBG dan MAGMA Indonesia," tegas Lana.

Ia mengimbau masyarakat untuk selalu mengacu pada informasi resmi dari Badan Geologi atau PVMBG dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang sumbernya tidak jelas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BGN Tegaskan Tuduhan Pembagian Dana MBG kepada Presiden adalah Hoaks

BGN Tegaskan Tuduhan Pembagian Dana MBG kepada Presiden adalah Hoaks

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:58 WIB

Tiga Pendaki Tewas di Erupsi Dukono, Polisi Tetapkan Penyelenggara Open Trip Jadi Tersangka!

Tiga Pendaki Tewas di Erupsi Dukono, Polisi Tetapkan Penyelenggara Open Trip Jadi Tersangka!

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 16:07 WIB

9 Fakta Maut Erupsi Gunung Dukono: Pendakian Terlarang Berujung Tragedi

9 Fakta Maut Erupsi Gunung Dukono: Pendakian Terlarang Berujung Tragedi

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:50 WIB

Terkini

Sistem Kelistrikan Flores Diklaim Pulih Total Usai Gempa M7,7

Sistem Kelistrikan Flores Diklaim Pulih Total Usai Gempa M7,7

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:22 WIB

Tak Banyak yang Tahu, Pramono Anung Ternyata Punya Peran Khusus di Antara Megawati dan SBY

Tak Banyak yang Tahu, Pramono Anung Ternyata Punya Peran Khusus di Antara Megawati dan SBY

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:18 WIB

Pertamina NRE dan CRecTech akan Bangun Pabrik Percontohan Bio-Metanol di Sumut

Pertamina NRE dan CRecTech akan Bangun Pabrik Percontohan Bio-Metanol di Sumut

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:15 WIB

BPK Apresiasi Transformasi Kementerian Hukum, Tata Kelola Terus Didorong Menguat

BPK Apresiasi Transformasi Kementerian Hukum, Tata Kelola Terus Didorong Menguat

Jabar | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:14 WIB

IHSG Meluncur Turun di Awal Sesi ke Level 6.300, Emiten Haji Isam Ambruk

IHSG Meluncur Turun di Awal Sesi ke Level 6.300, Emiten Haji Isam Ambruk

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:13 WIB

Kado Kemerdekaan, Gubernur Sultra Turunkan Pajak Kendaraan Lama hingga 23 Persen

Kado Kemerdekaan, Gubernur Sultra Turunkan Pajak Kendaraan Lama hingga 23 Persen

Sulsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:09 WIB

Harga Pupuk Turun 20 Persen, Petani Padi Sumedang Terbantu Tekan Biaya Produksi

Harga Pupuk Turun 20 Persen, Petani Padi Sumedang Terbantu Tekan Biaya Produksi

Jabar | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:05 WIB

253 Ton Logistik Telah Dikirim ke NTT, Kapal Rumah Sakit Segera Berlabuh

253 Ton Logistik Telah Dikirim ke NTT, Kapal Rumah Sakit Segera Berlabuh

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:04 WIB

Dorong Pencegahan Penyakit, Waketum PSI Sebut Program Cek Kesehatan Gratis Perlu Diperkuat

Dorong Pencegahan Penyakit, Waketum PSI Sebut Program Cek Kesehatan Gratis Perlu Diperkuat

Jabar | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:00 WIB

Simpang Siur Isu Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Naik 4 Hari Beruntun

Simpang Siur Isu Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Naik 4 Hari Beruntun

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:59 WIB

×