Belajar dari Nuanu: Bagaimana Kawasan Wisata Kurangi Sampah Sebelum Menumpuk di TPA?

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 07 Juli 2026 | 17:58 WIB
Belajar dari Nuanu: Bagaimana Kawasan Wisata Kurangi Sampah Sebelum Menumpuk di TPA?
Belajar dari Nuanu: Cara Kawasan Wisata Mengurangi Sampah Sebelum Menumpuk di TPA. (Dok. Nuanu Creative City)
baca 10 detik
  • I Gede Nyoman Agastya Yatra menerapkan sistem pengelolaan sampah terintegrasi di kawasan Nuanu, Bali, sejak dari sumbernya.
  • Upaya ini dilakukan melalui pemilahan sampah ketat, pengolahan limbah organik, serta daur ulang material bernilai ekonomi.
  • Strategi tersebut bertujuan mengurangi beban TPA dan membangun kesadaran kolektif seluruh tenant akan tanggung jawab lingkungan.

Suara.com - Di hadapannya, gunungan sampah menjulang di tengah hamparan hijau Bali. Sebuah ekskavator terus meratakan tumpukan limbah, sementara truk-truk pengangkut datang silih berganti membuang muatan baru.

Bau menyengat memenuhi udara. Namun, bukan pemandangan itu yang paling membekas dalam ingatan I Gede Nyoman Agastya Yatra.

Perhatiannya justru tertuju pada beberapa ternak yang mencari makan di sekitar tempat pembuangan akhir (TPA). Rumput yang mereka makan bercampur dengan plastik dan berbagai jenis sampah lainnya.

"Saya pernah melihat ternak memakan rumput yang bercampur dengan sampah, bahkan mungkin memakan sampah itu sendiri," kenang Agastya.

Belajar dari Nuanu: Cara Kawasan Wisata Mengurangi Sampah Sebelum Menumpuk di TPA. (Dok. Nuanu Creative City)
Belajar dari Nuanu: Cara Kawasan Wisata Mengurangi Sampah Sebelum Menumpuk di TPA. (Dok. Nuanu Creative City)

Selama lebih dari satu dekade berkecimpung di bidang pengelolaan sampah, pengalaman itu membuatnya semakin yakin bahwa persoalan sampah tidak bisa diselesaikan hanya dengan memperluas TPA atau mengangkut lebih banyak limbah setiap hari.

Sampah harus diminimalisir sebelum sampai ke tempat pembuangan akhir.

Keyakinan itulah yang kemudian ia bawa ketika bergabung dengan Nuanu Creative City, kawasan kota kreatif terpadu seluas 44 hektare di pesisir Pantai Nyanyi, Tabanan, Bali.

Sejak awal, kawasan yang memadukan seni, alam, edukasi, teknologi, dan kesehatan tersebut memilih membangun sistem pengelolaan sampah dari sumbernya, bukan sekadar mengandalkan pengangkutan ke TPA.

Pendekatan ini semakin relevan di tengah persoalan sampah Bali yang terus membesar. Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) menunjukkan timbulan sampah di Bali mencapai sekitar 3.440 ton per hari pada 2024.

baca juga

Sebagian besar masih berakhir di TPA, sementara aktivitas pariwisata terus menghasilkan sampah dari hotel, restoran, pusat hiburan, hingga berbagai destinasi wisata.

Pemerintah Provinsi Bali pun menargetkan praktik open dumping dihentikan mulai 1 Agustus 2026. Namun, menghentikan open dumping hanyalah langkah awal. Tantangan berikutnya adalah bagaimana kawasan wisata mampu mengurangi sampah yang dikirim ke TPA.

Nuanu mencoba menjawab tantangan itu dengan membangun sistem yang memastikan sebagian besar sampah tidak pernah menjadi beban TPA.

Mengelola sampah sejak dari sumbernya

Setiap hari, Nuanu menghasilkan sekitar empat ton sampah. Seiring berkembangnya kawasan, jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat. Alih-alih mengirim seluruh sampah ke TPA, kawasan ini membangun sistem yang mengelola sampah sejak pertama kali dihasilkan.

Sekitar 30 orang menjadi bagian dari tim pengelolaan sampah. Mereka menangani seluruh proses, mulai dari pengumpulan, pemilahan, pengolahan, pengomposan, hingga memastikan setiap jenis sampah masuk ke jalur pengolahan yang sesuai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Romantisasi Thrifting: Tren Hijau atau Eksploitasi Sampah?

Romantisasi Thrifting: Tren Hijau atau Eksploitasi Sampah?

Your Say | Selasa, 07 Juli 2026 | 14:50 WIB

Sering Dianggap Beban, Mengapa Pengelolaan Sampah Perlu Dianggap Sebagai Investasi?

Sering Dianggap Beban, Mengapa Pengelolaan Sampah Perlu Dianggap Sebagai Investasi?

Lifestyle | Selasa, 07 Juli 2026 | 13:35 WIB

4 Kali Dilaporkan Warga, Tujuh Bangunan di Tanah Abang Segera Ditertibkan

4 Kali Dilaporkan Warga, Tujuh Bangunan di Tanah Abang Segera Ditertibkan

News | Senin, 06 Juli 2026 | 13:11 WIB

Terkini

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:58 WIB

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:05 WIB

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×