Orang Indonesia Kini Hidup Lebih Lama, Tapi Belum Banyak yang Siap Secara Finansial

Vania Rossa

Kamis, 09 Juli 2026 | 14:40 WIB
Orang Indonesia Kini Hidup Lebih Lama, Tapi Belum Banyak yang Siap Secara Finansial
Ilustrasi usia harapan hidup orang Indonesia. (dok. Magnific)
baca 10 detik
  • BPS mencatat angka harapan hidup masyarakat Indonesia pada tahun 2025 meningkat hingga mencapai usia 74,47 tahun.
  • Data Swiss Re menunjukkan adanya kesenjangan perlindungan finansial yang besar terkait risiko kesehatan dan kematian di Asia.
  • AXA Financial Indonesia meluncurkan produk asuransi jiwa dengan masa perlindungan hingga usia 100 tahun bagi para nasabah.

Suara.com - Masyarakat Indonesia kini hidup lebih lama dibandingkan beberapa tahun lalu. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka harapan hidup pada 2025 mencapai 74,47 tahun dan terus menunjukkan tren meningkat sejak 2020.

Kabar ini tentu patut disyukuri. Namun, usia yang lebih panjang juga membawa konsekuensi yang tidak selalu disadari: kebutuhan finansial yang ikut memanjang.

Jika dulu banyak orang hanya berfokus menyiapkan dana hingga masa pensiun, kini perencanaan keuangan perlu mempertimbangkan kemungkinan hidup hingga usia 80, 90, bahkan 100 tahun. Artinya, biaya hidup, kebutuhan kesehatan, hingga perlindungan bagi keluarga harus dirancang untuk jangka waktu yang jauh lebih panjang.

Tantangan ini semakin terasa bagi kelompok yang dikenal sebagai generasi sandwich—mereka yang harus menopang kebutuhan anak sekaligus merawat orang tua. Di tengah kenaikan biaya hidup dan ketidakpastian ekonomi, memiliki perlindungan finansial jangka panjang bukan lagi sekadar pilihan, melainkan bagian dari strategi menjaga kualitas hidup.

Kondisi tersebut juga tercermin dalam temuan Swiss Re Institute Asia Life & Health Consumer Survey 2025. Laporan tersebut menunjukkan bahwa kesenjangan perlindungan (protection gap) di Asia masih sangat besar.

Nilai health protection gap diperkirakan mencapai sekitar Rp4.200 triliun, sementara mortality protection gap mencapai sekitar Rp2.150 triliun pada 2024. Angka ini menggambarkan masih banyak masyarakat yang belum memiliki perlindungan finansial memadai ketika menghadapi risiko kesehatan maupun kehilangan pencari nafkah.

Melihat perubahan kebutuhan tersebut, perusahaan asuransi mulai menghadirkan produk yang tidak hanya berfungsi sebagai perlindungan ketika risiko terjadi, tetapi juga memberikan rasa aman untuk jangka panjang.

Salah satunya dilakukan PT AXA Financial Indonesia (AFI) yang meluncurkan Lifetime Protection Powered by AXA Long Term Life Protector, produk asuransi jiwa tradisional dengan masa perlindungan hingga usia 100 tahun.

Menurut Presiden Direktur AXA Financial Indonesia, Niharika Yadav, cara masyarakat memandang keamanan finansial perlu ikut berkembang seiring meningkatnya harapan hidup.

baca juga

"Kami percaya bahwa masa depan perlindungan tidak hanya sekadar tentang mengatasi risiko, tetapi juga tentang memberdayakan masyarakat agar dapat hidup lebih lama, lebih sehat, dan lebih bermakna dengan penuh rasa percaya diri. Seiring dengan kemajuan Indonesia, cara kita memandang keamanan finansial juga perlu terus berkembang menuju solusi yang mampu memberikan kepastian lintas generasi," ujarnya.

Ia menambahkan, tingginya angka harapan hidup, masih lebarnya kesenjangan perlindungan, serta meningkatnya beban finansial keluarga menjadi alasan mengapa masyarakat membutuhkan pendekatan baru dalam merencanakan masa depan.

Produk tersebut menawarkan perlindungan hingga usia 100 tahun bagi nasabah berusia mulai 18 tahun. Selain perlindungan jiwa, tersedia pula manfaat lifetime reward di akhir masa pertanggungan sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.

Menariknya, produk ini juga dirancang agar lebih mudah dijangkau. Nasabah dapat memilih masa pembayaran premi selama lima atau 10 tahun, dengan premi mulai dari sekitar Rp500 ribu per bulan. Skema tersebut memungkinkan masyarakat memperoleh perlindungan jangka panjang tanpa harus membayar premi hingga usia lanjut.

Direktur AXA Financial Indonesia, Yudhistira Dharmawata, mengatakan kebutuhan masyarakat kini tidak hanya mencari perlindungan, tetapi juga produk yang sederhana dan sesuai kemampuan finansial.

Menurutnya, kombinasi perlindungan jangka panjang, manfaat di akhir masa pertanggungan, serta fleksibilitas pembayaran premi diharapkan dapat membantu masyarakat mempersiapkan masa depan sejak dini.

Di tengah meningkatnya usia harapan hidup, perencanaan keuangan pun tak lagi hanya soal menabung atau berinvestasi. Memastikan adanya perlindungan yang mampu menopang kebutuhan finansial hingga usia lanjut kini menjadi bagian penting dari gaya hidup yang lebih siap menghadapi masa depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siklus Finansial Gen Z: Gaji Belum Masuk, Tagihan Sudah Antre Paling Depan

Siklus Finansial Gen Z: Gaji Belum Masuk, Tagihan Sudah Antre Paling Depan

Your Say | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:32 WIB

Biaya Hajatan Membengkak? Bukan Salah Tamu, tapi Kebocoran di Dapur Rewang

Biaya Hajatan Membengkak? Bukan Salah Tamu, tapi Kebocoran di Dapur Rewang

Your Say | Senin, 06 Juli 2026 | 14:15 WIB

Nelung Dino hingga Nyewu Dino: Beban Finansial yang Tabu Untuk Dibicarakan

Nelung Dino hingga Nyewu Dino: Beban Finansial yang Tabu Untuk Dibicarakan

Your Say | Sabtu, 04 Juli 2026 | 16:00 WIB

Terkini

BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR

BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar

Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang

Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel

Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:22 WIB

Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu

Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat

Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:19 WIB

Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini

Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini

Health | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:08 WIB

Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding

Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding

Sport | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:05 WIB

Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah

Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah

Video | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:05 WIB

PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana

PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×