Pameran Hewan Kini Punya Wajah Baru, Edukasi dan Komunitas Jadi Daya Tarik Utama

Dinda Rachmawati

Senin, 13 Juli 2026 | 20:04 WIB
Pameran Hewan Kini Punya Wajah Baru, Edukasi dan Komunitas Jadi Daya Tarik Utama
Pameran Hewan Kini Punya Wajah Baru, Edukasi dan Komunitas Jadi Daya Tarik Utama (Dok. Istimewa)
baca 10 detik
  • Jakarta International Pet Show 2026 diselenggarakan di NICE PIK 2 pada 3–5 Juli sebagai ajang edukasi dan hiburan.
  • Pameran menghadirkan beragam aktivitas interaktif seperti kompetisi, talkshow, serta area edukasi satwa bagi keluarga dan komunitas pecinta hewan.
  • Acara ini berhasil mengubah tren pameran hewan menjadi ruang berbagi pengalaman, konsultasi kesehatan, serta pengembangan wawasan kesejahteraan hewan.

Suara.com - Jakarta International Pet Show (JIPS) 2026 tidak hanya menjadi ajang berkumpulnya pecinta hewan peliharaan, tetapi juga memperlihatkan perubahan cara masyarakat menikmati sebuah pameran. 

Jika dulu pet expo identik dengan tempat berburu makanan, aksesori, atau kebutuhan anabul, kini pengunjung datang dengan tujuan yang lebih beragam, mulai dari mencari pengetahuan, mengikuti komunitas, hingga menikmati hiburan bersama keluarga.

Perubahan tersebut terlihat sepanjang penyelenggaraan JIPS 2026 di NICE PIK 2 pada 3–5 Juli lalu. Berbagai aktivitas seperti talkshow, kompetisi agility, zona edukasi satwa, mini zoo, hingga sesi interaksi dengan hewan menjadi daya tarik yang membuat pengunjung betah menghabiskan waktu berjam-jam di dalam area pameran.

Jonathan, salah satu pengunjung, mengaku awalnya datang karena menyukai anjing. Namun, setelah berkeliling, ia justru menemukan banyak pengalaman lain yang membuat kunjungannya terasa lebih lengkap.

"JIPS 2026 seru banget, terus aku juga kebetulan suka anjing dan ada tenant ikan. Aku suka banget, itu kasih warna juga sih," ujarnya.

Menurut Jonathan, konsep acara yang dikemas lebih interaktif membuat suasana pameran terasa hidup. Kehadiran panggung talkshow yang terbuka serta area kompetisi agility menjadi salah satu aktivitas yang paling menarik perhatian pengunjung.

"Jadi hasilnya seru, kayak tadi talk show-nya panggungnya bagus ya, dia melingkar gitu. Dan agility-nya kayaknya banyak banget yang datang," katanya.

Kompetisi Ninja Dog Warrior menjadi salah satu contoh bagaimana edukasi dapat dikemas dalam bentuk hiburan. Pengunjung tidak hanya menyaksikan anjing melewati berbagai rintangan, tetapi juga melihat secara langsung hasil latihan, komunikasi, dan kekompakan antara hewan peliharaan dengan pemiliknya.

Di sisi lain, JIPS juga memberikan ruang bagi komunitas yang selama ini belum banyak dikenal masyarakat luas. Melalui Morphvolution, misalnya, pengunjung dapat mengenal berbagai jenis gecko dengan warna dan pola yang unik, sekaligus memahami lebih jauh tentang dunia reptil dari para pehobi dan komunitas.

baca juga

Tidak hanya menyasar pet parent, pameran ini juga menarik minat keluarga yang membawa anak-anak. Kehadiran Animalium, Jagat Satwa Nusantara, dan Mini Zoo by deHakims memberi kesempatan bagi pengunjung untuk mengenal beragam satwa dari jarak dekat sambil mempelajari habitat, karakter, serta cara memperlakukan hewan dengan baik.

Pengunjung asal Tangerang, Melati Safira, mengaku semula hanya menemani adiknya melihat kucing ras. Namun, ia justru menghabiskan hampir seharian menikmati berbagai aktivitas yang tersedia.

"Saya enggak nyangka acaranya sebesar ini. Biasanya kalau pameran hewan, kita cuma lihat booth. Di JIPS ini banyak yang bisa ditonton. Ada kompetisi, talkshow, satwa eksotis, dan area interaksi. Jadi enggak terasa sudah beberapa jam di dalam," katanya.

Pengalaman serupa dirasakan Ardiansyah Putra yang datang bersama istri dan anaknya. Menurutnya, kombinasi antara hiburan dan edukasi menjadi nilai tambah yang membuat seluruh anggota keluarga dapat menikmati acara.

"Anak saya senang karena bisa lihat banyak hewan. Saya dan istri juga senang karena ada edukasinya. Jadi bukan cuma foto-foto, tetapi ada informasi soal habitat, perawatan, dan cara memperlakukan hewan," ujarnya.

Perubahan tren pet parent juga terlihat dari cara pengunjung memanfaatkan area pameran. Booth makanan, vitamin, grooming, aksesori, hingga layanan konsultasi kesehatan dipenuhi pengunjung yang tidak hanya berbelanja, tetapi juga aktif bertanya kepada tenaga profesional mengenai kebutuhan hewan peliharaan mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa Itu Soft Saving? Tren Keuangan yang Bisa Bikin Kamu Lebih Waras

Apa Itu Soft Saving? Tren Keuangan yang Bisa Bikin Kamu Lebih Waras

Your Say | Senin, 13 Juli 2026 | 14:57 WIB

Nggak Perlu Lagi Maraton Film Berjam-jam, Inilah Tren Drama Pendek yang Bikin Nagih

Nggak Perlu Lagi Maraton Film Berjam-jam, Inilah Tren Drama Pendek yang Bikin Nagih

Entertainment | Minggu, 12 Juli 2026 | 20:44 WIB

Tren Soft Launching Pacar: Estetika Romantis atau Taktik Manipulasi Berkedok Privasi?

Tren Soft Launching Pacar: Estetika Romantis atau Taktik Manipulasi Berkedok Privasi?

Your Say | Minggu, 12 Juli 2026 | 13:10 WIB

Terkini

Media Singapura: Prabowo Tuduh MSCI Mencoba Intimidasi Indonesia Setelah Pasar Saham Anjlok

Media Singapura: Prabowo Tuduh MSCI Mencoba Intimidasi Indonesia Setelah Pasar Saham Anjlok

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:23 WIB

Asep Surya Atmaja Pimpin Kabupaten Bekasi hingga 2030

Asep Surya Atmaja Pimpin Kabupaten Bekasi hingga 2030

Bekaci | Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:22 WIB

Syahganda Nainggolan Luruskan Pesan Prabowo ke MSCI: Bukan Menantang, tapi Tak Mau Ditekan

Syahganda Nainggolan Luruskan Pesan Prabowo ke MSCI: Bukan Menantang, tapi Tak Mau Ditekan

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:21 WIB

9 Rekomendasi Film Tragic Romance tentang Belajar Melepaskan dan Mengikhlaskan

9 Rekomendasi Film Tragic Romance tentang Belajar Melepaskan dan Mengikhlaskan

Entertainment | Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:10 WIB

Apakah Sepatu Lari Carbon Plate Cocok untuk Jalan Kaki? Ini Penjelasan Ahli

Apakah Sepatu Lari Carbon Plate Cocok untuk Jalan Kaki? Ini Penjelasan Ahli

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:10 WIB

Bagaimana Urutan Pakai Bedak Tabur dan Bedak Padat yang Benar untuk Menghasilkan Makeup Tahan Lama?

Bagaimana Urutan Pakai Bedak Tabur dan Bedak Padat yang Benar untuk Menghasilkan Makeup Tahan Lama?

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:10 WIB

Aturan Tidak Naik Kelas Berlaku Tahun Depan, Pengamat UGM Ingatkan Risiko Diskriminasi Murid

Aturan Tidak Naik Kelas Berlaku Tahun Depan, Pengamat UGM Ingatkan Risiko Diskriminasi Murid

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08 WIB

Kasus Pembacokan Berdarah Polisi dan Warga, Ini Penjelasan Kapolres Ciamis

Kasus Pembacokan Berdarah Polisi dan Warga, Ini Penjelasan Kapolres Ciamis

Jabar | Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:07 WIB

Review Film Ditto (2022): Panggilan dari Masa Lalu dan Spoiler Masa Depan

Review Film Ditto (2022): Panggilan dari Masa Lalu dan Spoiler Masa Depan

Your Say | Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:05 WIB

Meski Gempuran AI Makin Masif, Jurnalisme Tetap Tak Tergantikan

Meski Gempuran AI Makin Masif, Jurnalisme Tetap Tak Tergantikan

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:04 WIB

×