PDIP Buka Suara Soal Akun Instagram Jokowi yang Sempat Unggah Hoaks Melva Pardede

Pebriansyah Ariefana, Faqih Fathurrahman

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:10 WIB
PDIP Buka Suara Soal Akun Instagram Jokowi yang Sempat Unggah Hoaks Melva Pardede
Politikus PDI Perjuangan Guntur Romli. (Ist)
baca 10 detik
  • Akun Instagram resmi Jokowi sempat membagikan ulang konten bohong hasil rekayasa AI terkait Melva Pardede.

  • PDI Perjuangan memastikan Melva Pardede bukan kader resmi dan tidak memiliki kartu tanda anggota.

  • PDIP menyayangkan tindakan admin akun Jokowi yang ikut menyebarkan disinformasi tanpa verifikasi data.

Suara.com - PDI Perjuangan menyesalkan kecerobohan pengelola akun Instagram resmi Joko Widodo yang membagikan ulang unggahan berita bohong mengenai Melva Pardede. Tindakan pengelola media sosial Presiden ke-7 Republik Indonesia tersebut dinilai memperkeruh suasana digital dengan menyebarkan narasi tanpa verifikasi data yang valid.

Aktivitas membagikan ulang konten hoaks oleh akun figur publik setingkat mantan presiden menandai ancaman serius manipulasi kecerdasan buatan dalam politik digital. Fenomena ini menciptakan standar baru keprihatinan publik terkait bagaimana platform resmi tokoh nasional dapat dengan mudah terkecemari disinformasi berbasis AI.

Unggahan yang bersumber dari akun @spill.id17 tersebut mempersoalkan status Melva Pardede sebagai pengemudi ojek online sekaligus menudingnya sebagai kader partai. Narasi provokatif tersebut sempat tersiar luas sebelum akhirnya dihapus oleh tim pengelola akun Jokowi.

Presiden ketujuh RI Joko Widodo (kedua kiri) bersama istri Iriana Joko Widodo (ketiga kanan) menyaksikan pertandingan semifinal Piala AFF U-19 2026 antara Indonesia U-19 melawan Australia U-19 di Stadion Utama Sumatera Utara, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis (11/6/2026). [ANTARA FOTO/Yudi Manar/Lmo/sgd]
Presiden ketujuh RI Joko Widodo (kedua kiri) bersama istri Iriana Joko Widodo (ketiga kanan) menyaksikan pertandingan semifinal Piala AFF U-19 2026 antara Indonesia U-19 melawan Australia U-19 di Stadion Utama Sumatera Utara, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis (11/6/2026). [ANTARA FOTO/Yudi Manar/Lmo/sgd]

Juru bicara PDI Perjuangan, Guntur Romli, menegaskan bahwa Melva Pardede sama sekali bukan merupakan bagian dari keanggotaan resmi partainya. Ia meluruskan bahwa materi gambar yang dijadikan dasar tuduhan publik sepenuhnya merupakan hasil manipulasi teknologi Artificial Intelligence.

“Akun Instagram atas nama Jokowi bukannya menjadi rujukan informasi yang menyejukkan, akun itu malah perkeruh dengan ikut memposting ulang konten hoax yang menuduh Melva Pardede sebagai kader PDIP Perjuangan,” kata Guntur, usai dikonfirmasi, Minggu (30/8/2026).

Guntur menambahkan penjelasan teknis untuk membuktikan kepalsuan visual yang beredar di media sosial tersebut.

“Padahal foto yang menjadi dasar tuduhan itu sudah jelas-jelas hasil rekayasa AI, bukan foto asli,” imbuhnya.

Kejanggalan konten rekayasa tersebut tampak jelas dari identitas visual baju partai yang dipakai oleh figur dalam foto. Pakaian tersebut hanya mencantumkan tulisan 'PDIP', padahal lambang resmi organisasi selalu menggunakan penulisan lengkap PDI Perjuangan.

Penelusuran gambar melalui mesin pencari Google Lens juga mengonfirmasi bahwa foto perempuan berbaju merah itu tidak memiliki rekam jejak sumber asli. Dokumentasi digital tersebut dipastikan murni hasil buatan kecerdasan buatan dan bukan hasil pemotretan langsung.

baca juga

“Melva Pardede tidak terdaftar sebagai kader resmi dan tidak memiliki KTA PDI Perjuangan,” ujarnya.

Pihak partai menilai ada upaya sengaja untuk menyamakan profil Melva dengan politisi aktif di DPR RI.

“Ini fitnah ganda, mencatut identitas politisi sungguhan untuk melabeli sosok yang sebenarnya tidak ada hubungannya dengan PDI Perjuangan,” ujarnya.

Penelusuran internal PDI Perjuangan menemukan bahwa rekayasa narasi ini juga disebar secara masif oleh kelompok pendukung tertentu di Facebook. Aktivitas penyebaran tersebut dinilai terstruktur untuk mendiskreditkan citra partai di mata masyarakat.

“Di Facebook, saya menemukan akun pendukung fanatik keras Jokowi alias Termul juga ikut menyebarkan hoax itu,” ungkap Guntur.

Keterlibatan akun tokoh penting dalam peredaran konten menyesatkan ini memicu pertanyaan mendasar mengenai motif utama di balik unggahan tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral! Akun Resmi Jokowi Mendadak Repost Konten Melva Pardede Lalu Dihapus Lagi, Ada Apa?

Viral! Akun Resmi Jokowi Mendadak Repost Konten Melva Pardede Lalu Dihapus Lagi, Ada Apa?

Tekno | Minggu, 30 Agustus 2026 | 17:32 WIB

Prabowo Diapit Jokowi dan Gibran, Tawa Pecah di Istana

Prabowo Diapit Jokowi dan Gibran, Tawa Pecah di Istana

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:26 WIB

BMKG NTT: Kabar Gempa Susulan Besar Pukul 09.00 WITA Hoaks, Jangan Percaya!

BMKG NTT: Kabar Gempa Susulan Besar Pukul 09.00 WITA Hoaks, Jangan Percaya!

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 09:26 WIB

Terkini

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Mahfud MD Ungguli Prabowo dan Gibran dalam Studi Kepemimpinan SMRC

Mahfud MD Ungguli Prabowo dan Gibran dalam Studi Kepemimpinan SMRC

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:54 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Dirintelkam Kombes Tony Dicopot Usai Wartawan Dikeroyok saat Liput Demo

Koalisi Pers Sumsel Desak Dirintelkam Kombes Tony Dicopot Usai Wartawan Dikeroyok saat Liput Demo

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:44 WIB

×