- Hijab dimsum adalah pashmina bertekstur keriting menyerupai dimsum yang digemari generasi Z karena tampilannya yang bervolume.
- Tren busana tersebut ditampilkan oleh merek-merek lokal pada acara Bazaar Locapop di AEON Mall Tanjung Barat.
- Pameran yang berlangsung dari 25 hingga 30 Agustus 2026 itu menghadirkan sekitar delapan puluh merek lokal modest fashion.
Suara.com - Istilah hijab dimsum mungkin terdengar seperti nama makanan. Namun, di dunia fashion, istilah ini justru merujuk pada gaya pashmina dengan tekstur keriting atau berlipat yang menyerupai tampilan dimsum.
Tren hijab ini mulai jadi salah satu pilihan gaya yang dilirik gen Z karena memberikan tampilan berbeda dari pashmina dengan tekstur polos. Tren hijab ini juga bisa dilihat dalam gelaran Bazaar Locapop di AEON Mall Tanjung Barat, Jakarta Selatan pada 25-30 Agustus 2026.
Marcom Locapop, Eras Pragitha mengatakan hijab dimsum merupakan salah satu gaya hijab anak muda, bersamaan dengan gaya busana yang lebih eksperimental yang identik dengan karakter Gen Z.
"Hijab Gen Z itu ada salah satunya hijab dimsum, modelnya sih pashmina ya," ujar Eras di Jakarta Selatan, Jumat (28/8/2026).
Menurut Eras, ciri khas hijab dimsum terletak pada teksturnya yang dibuat keriting sehingga menghasilkan tampilan berlipat pada sisi wajah dan memberikan dimensi berbeda ketika dikenakan.
"Jadi itu, iya beneran. Yang keriting gitu, jadi kayak keriting dimsum," jelasnya.

Berbeda dengan pashmina bertekstur rata yang memberikan kesan lebih clean, karakter keriting pada hijab dimsum justru membuat penggunanya bisa menutupi pipi tembam dan wajah bulat.
Bahkan tekstur ini membuat hijab terlihat lebih bervolume, sehingga tidak perlu tambahan aksesoris seperti penjepit rambut atau anting di luar hijab.
Eras menyebut hijab dimsum yang tersedia menggunakan bahan rayon viscose dengan gramasi yang relatif tipis. Modelnya juga berupa pashmina, sehingga tetap dapat dipadukan dengan berbagai gaya busana.
"Pakai bahan viscose yang lebih nyaman dan ringan sehingga tidak terkesan berat dan menumpuk," kata Eras.
Kemunculan hijab dimsum juga tidak bisa dilepaskan dari kecenderungan fashion Gen Z yang semakin berani melakukan eksperimen dalam memadupadankan pakaian.
Eras menjelaskan, gaya Gen Z saat ini tidak selalu terpaku pada satu warna atau satu jenis pakaian. Mereka justru banyak mengeksplorasi pattern on pattern, tabrak warna, hingga layering menggunakan cardigan, outer, vest, lace, dan berbagai jenis inner.
"Sekarang kalau padu padan itu kayak banyak juga yang pattern on pattern, terus kayak tabrak warna gitu. Terus dengan layering, dengan warna-warna yang cerah," paparnya.

Hijab dimsum ini jadi salah satu pilihan yang ditawarkan para brand lokal yang terlibat dalam Bazaar Locapop di Tanjung Barat, sekaligus menandai ulang tahun pertama sejak bazar ini digelar pada Agustus 2025 silam.
Eras mengatakan Locapop kali ini menghadirkan pilihan fashion yang cukup lengkap, mulai dari hijab, pakaian layering, outer, pants, rok, sepatu hingga tas.
"Jadi di Locapop kali ini mau yang nyari hijab, ada. Yang mau nyari layering, ada. Ada outer, ada pants, skirt," ujarnya.
Bazaar ini melibatkan sekitar 80 brand lokal modest fashion dari Jabodetabek, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Selain produk fashion, gelaran tersebut juga menghadirkan produk aksesori, sepatu, tas hingga makanan dan minuman.
Khusus rangkaian akhir pekan, Locapop juga menghadirkan Weekend Sunset Party yang dilengkapi berbagai aktivitas dan workshop di area rooftop.