- Hertha Christabelle Hambalie menyatakan pembelajaran berbasis STEM meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan kepercayaan diri anak.
- MR.D.I.Y. Indonesia menggelar roadshow STEM Kit pada Juli 2026 untuk menjangkau ribuan anak di berbagai kota.
- Program edukasi interaktif tersebut bertujuan memperluas akses belajar langsung guna menumbuhkan minat inovasi generasi masa depan.
Program serupa juga menjangkau sekitar 5.800 siswa di 10 sekolah di Bandung, 1.000 siswa di tiga sekolah di Kabupaten Banyumas, dan 300 siswa di tiga sekolah di Surabaya. Selain itu, bekerja sama dengan Sriwijaya Air Group, sebanyak 1.000 STEM Kit turut dibagikan kepada anak-anak yang terbang pada 23 Juli 2026 sebagai bagian dari peringatan Hari Anak Nasional.
Direktur Utama MR.D.I.Y. Indonesia Edwin Cheah mengatakan akses terhadap pembelajaran STEM perlu diperluas agar semakin banyak anak Indonesia memiliki kesempatan belajar melalui pengalaman langsung.
"Melalui program ini kami ingin membawa pembelajaran STEM lebih dekat dengan keluarga Indonesia sehingga anak-anak dapat belajar melalui pengalaman yang menyenangkan, interaktif, dan mudah diakses. Kami berharap inisiatif ini dapat menumbuhkan rasa ingin tahu, kreativitas, serta minat belajar anak yang menjadi bekal penting bagi lahirnya talenta STEM Indonesia di masa depan," ujarnya.
Program "Menginspirasi Generasi Inovator" sendiri pertama kali diluncurkan di Waingapu, Sumba Timur, pada April 2026 sebagai bagian dari payung program MR.D.I.Y. Untuk Indonesia yang berfokus pada dukungan terhadap pendidikan dan pengembangan anak.
Di tengah perubahan dunia yang semakin cepat, pembelajaran STEM dinilai bukan semata tentang mencetak ilmuwan atau insinyur. Yang lebih penting, pendekatan ini membantu anak membangun pola pikir adaptif, gemar belajar, berani mencoba hal baru, dan mampu mencari solusi atas berbagai tantangan yang akan mereka hadapi di masa depan.