- Weton Rabu Pon Prabowo Subianto memiliki watak Lakuning Rembulan yang menenangkan.
- Sosok weton Rabu Pon dikenal cerdas, adaptif, serta memiliki wawasan luas.
- Perhitungan Tibo Lara mengingatkan pemilik weton Rabu Pon untuk jaga batin.
Suara.com - Presiden RI Prabowo Subianto selalu menarik perhatian publik, tidak hanya dari kebijakan politiknya tetapi juga sisi personalnya.
Lahir pada 17 Oktober 1951, Prabowo Subianto diketahui memiliki weton Rabu Pon dengan Neptu 14.
Dalam tradisi Jawa, weton bukan sekadar tanggal lahir, melainkan gambaran karakter, nasib, hingga gaya kepemimpinan seseorang.
Lantas, seperti apa watak Rabu Pon yang melekat pada sang Presiden menurut Primbon Jawa?
Si Lakuning Rembulan yang Menenangkan
Berdasarkan kitab Primbon Jawa Kuno, mereka yang lahir pada Rabu Pon memiliki watak Lakuning Rembulan atau layaknya perjalanan bulan.

Artinya, sosok ini memiliki kemampuan luar biasa untuk menerangi hati orang lain.
Prabowo digambarkan sebagai pribadi yang mampu menjadi penenang sekaligus motivator bagi orang-orang di sekitarnya.
Tak heran jika pemilik weton ini sering dianggap sebagai problem solver atau pemecah solusi yang handal dalam situasi rumit.
Karakter Positif: Cerdas dan Low Profile
Selain pembawaannya yang teduh, weton Rabu Pon juga dikenal memiliki sederet sifat positif yang memikat antara lain:
- Sopan dan Adaptif: Mereka sangat menjunjung tinggi tata krama dan pandai bergaul dengan siapa saja tanpa memandang status sosial.
- Otak Encer: Pemilik weton ini umumnya memiliki wawasan luas, haus akan ilmu baru, dan bekerja secara terstruktur.
- Lintang Lumbung: Berada di bawah naungan Lintang Lumbung, Rabu Pon disimbolkan sebagai sosok yang memiliki kecukupan rezeki dan pandai mengelola sumber daya dengan bijaksana.
- Jiwa Sosial Tinggi: Meski punya posisi kuat, mereka cenderung low profile dan tidak suka memamerkan kelebihan.
Makna Tibo Lara dan Tantangan Batin
Dengan total neptu 14 (Rabu 7 dan Pon 7), weton ini jatuh pada hitungan Tibo Lara dalam pakem Pancasuda.
Namun, istilah "Lara" atau sakit dan sedih di sini tidak berarti buruk.
Dalam pembacaan filosofis, Tibo Lara adalah pengingat agar pemiliknya lebih telaten menjaga batin, kesehatan, dan ucapan.
Tiba Lara ini menggambarkan sosok yang terlihat kuat di luar karena terbiasa memendam beban sendiri, padahal batinnya butuh ruang untuk bercerita.
Sisi Kelemahan yang Perlu Diwaspadai
Seperti manusia pada umumnya, Rabu Pon juga memiliki sisi emosional yang perlu dikendalikan. Beberapa kelemahan yang kerap muncul antara lain:
- Sensitif dan Mudah Tersinggung: Di balik ketenangannya, mereka punya perasaan yang halus. Jika harga dirinya terluka, mereka bisa menyimpan dendam atau merasa sakit hati dalam waktu lama.
- Keras Kepala: Jika sudah meyakini suatu kebenaran, mereka cenderung kaku dan sulit mengakui kesalahan di depan orang lain.
- Haus Pujian: Terkadang, pemilik weton ini rentan terhadap sanjungan manis, yang jika tidak waspada, bisa dimanfaatkan oleh orang dengan niat kurang tulus.
Demikian ulasan mengenai watak orang dengan weton Rabu Pon seperti yang dimiliki Presiden Prabowo.
Weton memiliki pengaruh yang kuat dalam budaya Jawa dan dapat memberikan wawasan yang menarik tentang karakter seseorang.
Tapi perlu diingat bahwa karakter seseorang pada akhirnya terbentuk dari gabungan faktor bawaan lahir dan luar yang berproses secara terus-menerus melalui pembiasaan dan interaksi sosial sehari-hari.