- Industri maritim ternyata menawarkan peluang karier yang lebih luas dari sekadar bekerja sebagai pelaut di atas kapal.
- Beragam bidang seperti pengelolaan awak kapal, manajemen kapal, hingga layanan logistik dan operasional turut menjadi bagian penting dalam industri ini.
- Peluang karier di sektor maritim pun semakin terbuka seiring adanya kebutuhan tenaga pelaut dan layanan maritim di pasar internasional.
Suara.com - Bicara soal industri maritim, banyak orang mungkin langsung membayangkan profesi pelaut yang bekerja dan berbulan-bulan berada di atas kapal.
Padahal, dunia maritim memiliki pilihan karier yang jauh lebih luas, mulai dari pengelolaan awak kapal, manajemen kapal, logistik, hingga berbagai layanan pendukung operasional pelayaran.
Peluang tersebut juga semakin terbuka seiring berkembangnya industri pelayaran global. Salah satunya terlihat dari penjajakan kerja sama PT Pertamina Marine Solutions (PMSol) dengan sejumlah perusahaan maritim di Tiongkok.
Dalam kunjungannya ke Shanghai pada akhir Juli 2026, PMSol melakukan courtesy meeting dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Shanghai. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring bisnis sekaligus menjajaki peluang kerja sama di sektor maritim antara Indonesia dan Tiongkok.
Dari pertemuan tersebut, KJRI Shanghai kemudian memfasilitasi business meeting antara PMSol dengan lima perusahaan yang bergerak di industri pelayaran, yakni Zhejiang Weihai Crew Management, Seahero International Ship, Taihua Shipping Management, Hanson Holding, dan Shanghai Yongyin Shipping Service.
Kelima perusahaan tersebut memiliki bidang usaha yang beragam. Ada yang bergerak dalam crew management dan manning, layanan kapal dan logistik awak kapal, ship management, investasi maritim, hingga layanan logistik maritim.

Peluang karier di industri maritim makin beragam
Keragaman bidang tersebut menunjukkan bahwa industri maritim tidak hanya membutuhkan tenaga kerja yang bertugas di atas kapal.
Di balik operasional sebuah kapal, terdapat banyak pekerjaan yang memastikan perjalanan dan aktivitas pelayaran dapat berjalan dengan baik.
Mulai dari pengelolaan dan penempatan awak kapal, pengaturan kebutuhan kru, manajemen kapal, hingga layanan logistik.
Bagi tenaga profesional di bidang maritim, kondisi ini membuka peluang untuk mengembangkan karier tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di pasar internasional.
Direktur Utama PT Pertamina Marine Solutions (PMSol), Joko Pramono, mengatakan salah satu peluang yang saat ini dapat dimanfaatkan adalah meningkatnya kebutuhan tenaga pelaut di Tiongkok.
Menurut Joko, keterbatasan ketersediaan awak kapal di negara tersebut dapat menjadi peluang bagi pelaut Indonesia untuk masuk ke pasar kerja internasional.
"Indonesia memiliki sumber daya pelaut yang kompeten dan diakui di tingkat internasional. Dengan pengalaman PMSol dalam pengelolaan awak kapal serta layanan maritim terintegrasi, kami optimistis dapat menjadi mitra strategis bagi perusahaan-perusahaan pelayaran di Tiongkok dalam memenuhi kebutuhan tenaga pelaut maupun pengembangan kerja sama bisnis maritim lainnya," ujar Joko.
Pelaut Indonesia punya peluang di pasar global
Indonesia sendiri memiliki sumber daya manusia yang cukup besar di sektor kemaritiman. Dengan kompetensi dan pengalaman yang sesuai kebutuhan industri, pelaut Indonesia berpeluang mengisi kebutuhan tenaga kerja di berbagai pasar internasional.
Penjajakan yang dilakukan PMSol di Shanghai menjadi salah satu upaya untuk mempertemukan kompetensi tenaga maritim Indonesia dengan kebutuhan industri pelayaran global.
Peluang kerja sama yang dibahas pun tidak terbatas pada penyediaan awak kapal. PMSol dan perusahaan-perusahaan maritim Tiongkok juga menjajaki kemungkinan kolaborasi dalam bidang manajemen kapal, layanan operasional maritim, serta pengembangan bisnis lainnya.
Artinya, semakin berkembangnya industri pelayaran global turut menciptakan kebutuhan terhadap berbagai jenis keahlian di sektor maritim.
Bagi generasi muda yang tertarik dengan dunia kemaritiman, hal ini dapat menjadi pilihan karier yang patut dipertimbangkan.
Dunia maritim menawarkan pengalaman bekerja di lingkungan internasional sekaligus kesempatan mengembangkan keahlian di berbagai bidang.
Dari kapal hingga manajemen maritim
Industri maritim pada akhirnya merupakan ekosistem yang cukup besar. Kapal dan pelaut memang menjadi bagian penting, tetapi operasionalnya membutuhkan banyak profesi lain yang bekerja di belakang layar.
Crew management, ship management, maritime logistics, hingga layanan operasional kapal menjadi beberapa contoh bidang yang dapat menjadi pilihan karier.
Dengan semakin terhubungnya industri pelayaran antarnegara, peluang untuk bekerja di sektor ini pun tidak lagi terbatas pada satu negara atau wilayah.
PMSol berharap penjajakan dengan perusahaan-perusahaan maritim di Tiongkok dapat berkembang menjadi kerja sama yang lebih konkret. Selain membuka peluang bisnis, langkah tersebut juga diharapkan dapat memperkuat daya saing pelaut Indonesia di pasar global.